IPDNIPDN

Indonesian Journal of LibrarianshipIndonesian Journal of Librarianship

Latar Belakang: Sumber informasi non-cetak sekarang ini menjadi semakin penting sebagai bahan pembelajaran vital di perguruan tinggi. Oleh karena itu, perpustakaan akademik harus memperoleh, memproses, mengatur, dan melestarikannya untuk penggunaan saat ini dan masa depan. Tujuan: Makalah ini bertujuan untuk menilai faktor-faktor yang mempengaruhi sumber informasi non-cetak dan pendekatan pelestarian yang direkomendasikan di perpustakaan akademik. Metode: Studi ini mengadopsi pendekatan campuran paralel konvergen yang mengumpulkan dan menganalisis data untuk menghasilkan temuan yang terintegrasi dengan menggunakan teknik kualitatif dan kuantitatif dalam satu studi. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner dan wawancara mendalam. Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa debu, hilangnya data pada disk/hard disk, hilangnya data karena kegagalan server, panas yang tinggi, dan cahaya yang berlebihan, memudarnya permukaan disk, kelembaban tinggi, jamur pada permukaan disk, polutan atmosfer dan serangan virus adalah faktor yang mempengaruhi sumber informasi non-cetak. Diungkapkan juga bahwa pendekatan pelestarian yang sangat direkomendasikan adalah kebersihan perpustakaan tempat sumber informasi disimpan, mendidik pengguna perpustakaan tentang cara menangani dan menggunakan sumber informasi, migrasi sumber informasi dari media penyimpanan usang ke media penyimpanan modern, pelestarian teknologi dan penyegaran koleksi. Kesimpulan: Studi ini menyimpulkan bahwa staf perpustakaan perlu mengadopsi pendekatan pelestarian yang direkomendasikan untuk melindungi informasi penting di perpustakaan akademik, tetapi juga pustakawan di perpustakaan akademik perlu dioptimalkan untuk membantu memecahkan masalah yang ada.

Temuan penelitian menunjukkan bahwa faktor utama yang memengaruhi masa pakai sumber informasi digital atau non‑cetak di perpustakaan akademik meliputi debu, kehilangan data pada disk dan hard disk, kehilangan data akibat kegagalan server, suhu tinggi, cahaya berlebih, pudarnya permukaan disk, kelembaban tinggi, jamur pada permukaan disk, polutan atmosfer, dan serangan virus.Oleh karena itu, penerapan metode pelestarian digital modern sangat penting untuk keberlangsungan jangka panjang serta akses berkelanjutan terhadap sumber informasi non‑cetak di perpustakaan.Penelitian ini juga menyimpulkan bahwa pendekatan pelestarian akademik yang paling direkomendasikan meliputi kebersihan optimal perpustakaan tempat sumber informasi disimpan, edukasi pengguna perpustakaan tentang cara menangani dan menggunakan sumber informasi, migrasi sumber informasi dari media penyimpanan usang ke media modern, pelestarian teknologi, serta pembaruan (refreshing) koleksi.

Penelitian lanjutan dapat menyelidiki seberapa efektif protokol kebersihan perpustakaan yang telah diusulkan dalam mengurangi akumulasi debu dan kerusakan pada media penyimpanan digital, dengan mengukur tingkat kerusakan sebelum dan sesudah penerapan standar kebersihan yang terkontrol; selanjutnya, penting untuk mengevaluasi dampak program edukasi pengguna terhadap perilaku penanganan sumber informasi non‑cetak, misalnya dengan membandingkan tingkat kesalahan penanganan antara kelompok yang menerima pelatihan khusus dan yang tidak, serta menganalisis korelasi antara tingkat pengetahuan pengguna dan kualitas pelestarian sumber; terakhir, diperlukan studi biaya-manfaat yang komprehensif mengenai migrasi media penyimpanan usang ke media modern dan strategi pelestarian teknologi, agar dapat menentukan investasi optimal yang menjamin keberlanjutan akses informasi sambil mempertimbangkan keterbatasan sumber daya dan infrastruktur di perpustakaan akademik Tanzania.

  1. Theft, Mutilation and Abuse of Library and Information Materials by Undergraduate of University of Ibadan,... doi.org/10.4314/iijikm.v11i2.1Theft Mutilation and Abuse of Library and Information Materials by Undergraduate of University of Ibadan doi 10 4314 iijikm v11i2 1
Read online
File size761.98 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test