POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR

Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal Of Midwifery)Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal Of Midwifery)

Didasarkan pada imperatif SDG 3 untuk “menjamin kehidupan yang sehat, diperkirakan sekitar 20 % wanita mengalami kecemasan secara global, termasuk wanita hamil. Untuk mengatasinya, wanita perlu memperdalam pengetahuan tentang diri, memperkuat belas kasih pada diri sendiri, dan meningkatkan ketahanan terhadap stres prenatal. Penelitian ini menggunakan desain satu kelompok dengan post‑test saja serta purposive sampling untuk menilai dampak kombinasi self‑affirmation dan yoga prenatal terhadap mindfulness. Dengan desain pre‑experimental satu‑kasus pada wanita sehat berusia kehamilan 20–36 minggu, intervensi dilaksanakan oleh bidan yang bersertifikat sebagai fasilitator yoga. Setelah setiap sesi yoga pribadi mingguan yang meliputi latihan pernapasan, afirmasi verbal, urutan yoga, dan doa, peserta mengisi Five Facet Mindfulness Questionnaire (FFMQ) untuk menilai mindfulness. Dari 18 wanita hamil, mayoritas berstatus primigravida. Berdasarkan hasil FFMQ, rata‑rata skor Observing (30,3), Describing (24,1), dan Acting with Awareness (19,2) berada di atas nilai median masing‑masing 29,5, 24, dan 19,5, sementara rata‑rata Non‑Judging (19,0) mendekati mediannya (19,5) dan rata‑rata Non‑Reactivity (20,6) sedikit lebih tinggi dari median (20,0). Kombinasi yoga prenatal dan program self‑affirmation meningkatkan skor pada aspek Observing, Describing, dan Acting with Awareness, sekaligus mempertahankan Non‑Judging dan Non‑Reactivity, sehingga memperkuat fokus atensi dan pelabelan emosional untuk meredam stres prenatal. Skor yang baik menunjukkan tingkat mindfulness yang lebih tinggi. Pendekatan ini secara efektif mengembangkan ketahanan emosional dan kesejahteraan selama kehamilan.

Penelitian ini menunjukkan bahwa yoga prenatal yang dikombinasikan dengan self‑affirmation meningkatkan tingkat mindfulness pada wanita hamil, khususnya pada dimensi Observing dan Describing.Namun, peningkatan pada aspek Non‑Judging dan Acting with Awareness masih kurang signifikan, sehingga diperlukan komponen intervensi yang lebih terfokus untuk memperbaiki area tersebut.Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan sampel yang lebih besar dan beragam dengan desain eksperimental yang lebih kuat serta pendekatan longitudinal dan kualitatif untuk menilai keberlanjutan efek mindfulness sepanjang kehamilan dan masa nifas.

Penelitian selanjutnya dapat melakukan uji coba eksperimental terkontrol dengan sampel yang lebih besar dan beragam untuk membandingkan efek kombinasi yoga prenatal dan afirmasi diri terhadap kelompok kontrol, sehingga dapat menegaskan hubungan kausal dengan tingkat kepercayaan yang lebih tinggi. Selain itu, studi longitudinal yang memulai intervensi pada trimester pertama kehamilan dan melanjutkannya hingga periode nifas dapat mengevaluasi perubahan pada dimensi Non‑Judging dan Acting with Awareness, serta menilai keberlanjutan manfaat mindfulness sepanjang siklus kehamilan dan pascapersalinan. Penelitian kualitatif mendalam juga diperlukan untuk menggali pengalaman subjektif wanita hamil terhadap program ini, mengidentifikasi hambatan budaya, motivasi pribadi, dan faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan serta persepsi manfaatnya. Ketiga pendekatan tersebut akan memberikan landasan ilmiah yang lebih kuat untuk mengintegrasikan intervensi fisik dan psikologis dalam layanan kebidanan yang holistik, serta membantu merancang program yang lebih efektif dan sesuai konteks.

  1. Enhancing Prenatal Mindfulness Through Self-Affirmation and Yoga: A Case Study Approach | Jurnal Ilmiah... doi.org/10.33992/jik.v13i2.4813Enhancing Prenatal Mindfulness Through Self Affirmation and Yoga A Case Study Approach Jurnal Ilmiah doi 10 33992 jik v13i2 4813
Read online
File size314.15 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test