STKIPAHSINGARAJASTKIPAHSINGARAJA

Journal of Linguistic and Literature StudiesJournal of Linguistic and Literature Studies

Penelitian ini dirancang dalam bentuk studi kualitatif deskriptif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui leksikon yang digunakan oleh para pendeta dalam upacara Malik Sumpah di Desa Sembiran dan untuk menggambarkan makna budaya dari leksikon yang digunakan oleh para pendeta dalam upacara Malik Sumpah. Penelitian ini dilakukan di Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara dengan tiga informan, dan dokumentasi leksikon dalam upacara tersebut. Peneliti memilih informan berdasarkan kriteria tertentu. Empat instrumen digunakan dalam penelitian ini, yaitu lembar observasi, panduan wawancara, lembar wawancara, dan perekam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upacara Malik Sumpah di Desa Sembiran memiliki empat puluh satu leksikon, termasuk delapan leksikon yang ditemukan dalam rangkaian acara, sembilan belas leksikon yang ditemukan dalam fasilitas Malik Sumpah, dan enam leksikon yang ditemukan dalam jenis persembahan. Delapan leksikon ditemukan dalam jenis persembahan.

Upacara Malik Sumpah adalah tradisi khusus di Bali.Upacara ini diadakan setiap sepuluh tahun dalam satu keluarga.Upacara Malik Sumpah adalah ritual pengorbanan suci yang dilakukan di halaman untuk membersihkan tempat, termasuk alam dan isinya, untuk menetralkan energi negatif dan membawa energi positif.Upacara ini lebih ditujukan untuk menetralkan berbagai kekuatan negatif yang dianggap mengganggu kehidupan manusia.Selain itu, upacara ini adalah ritual suci yang dirayakan untuk menyelaraskan hubungan antara manusia dan lingkungan sekitarnya.Upacara ini bertujuan untuk menjaga harmoni antara manusia sebagai Buana Agung dan alam sebagai Buana Alit.Manusia dan alam harus memiliki hubungan yang kondusif untuk melanjutkan kehidupan.Penelitian ini berfokus pada leksikon yang ada dalam upacara Malik Sumpah dan juga makna budaya dari leksikon tersebut.Ada dua tujuan penelitian ini, yaitu untuk mengetahui leksikon yang digunakan oleh para pendeta dalam upacara Malik Sumpah di Desa Sembiran, dan untuk menggambarkan makna budaya dari leksikon yang digunakan oleh para pendeta dalam upacara Malik Sumpah.Penelitian ini dirancang sebagai studi kualitatif deskriptif yang menggambarkan hasil penelitian menggunakan kata-kata.Kemudian, pengaturan penelitian dilakukan di Desa Sembiran yang melibatkan tiga informan untuk memperoleh data tentang leksikon Malik Sumpah.Informan adalah para pendeta dari Desa Sembiran yang dipilih berdasarkan kriteria tertentu.Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi.Hasil menunjukkan bahwa ada empat puluh satu (41) leksikon yang ditemukan dalam upacara Malik Sumpah.Leksikon dibagi menjadi empat kategori, yaitu ada delapan (8) leksikon untuk rangkaian acara, sembilan belas (19) leksikon untuk fasilitas Malik Sumpah, enam (6) leksikon untuk jenis pengorbanan dalam upacara Malik Sumpah, dan delapan (8) leksikon untuk jenis persembahan dalam upacara Malik Sumpah.Selain itu, semua leksikon digunakan oleh para pendeta selama upacara itu sendiri.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan analisis lebih mendalam tentang bagaimana leksikon dalam upacara Malik Sumpah merefleksikan nilai-nilai budaya dan kepercayaan masyarakat Bali. Selain itu, dapat dilakukan studi komparatif antara leksikon dalam upacara Malik Sumpah dengan leksikon dalam upacara-upacara lain di Bali untuk memahami perbedaan dan kesamaan di antara mereka. Terakhir, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi cara-cara inovatif dalam melestarikan leksikon-leksikon ini, seperti melalui pengembangan aplikasi atau platform digital yang dapat diakses oleh masyarakat luas.

Read online
File size269.81 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test