STIKESEUBSTIKESEUB

Jurnal KebidananJurnal Kebidanan

Infeksi menular seksual (IMS) tetap menjadi persoalan kesehatan global dengan lebih dari 500 juta kasus baru setiap tahunnya. Di Indonesia, prevalensi IMS seperti HIV, sifilis, dan gonore masih tinggi, termasuk di lembaga pemasyarakatan. Narapidana merupakan kelompok berisiko tinggi karena keterbatasan informasi, stigma, serta perilaku berisiko. Studi pendahuluan di Lapas Perempuan Yogyakarta menunjukkan rendahnya pengetahuan warga binaan mengenai IMS. Intervensi edukatif seperti penggunaan booklet terbukti berhasil meningkatkan pemahaman dan sadar terhadap pencegahan IMS. Peran bidan sangat penting dalam memberikan edukasi serta pemberdayaan kesehatan reproduksi, khususnya pada kelompok rentan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak pemberian edukasi kesehatan melalui booklet terhadap tingkat pengetahuan dan sikap warga binaan pemasyarakatan mengenai IMS di Lapas Perempuan Yogyakarta.

Edukasi menggunakan booklet terbukti lebih berhasil dibandingkan leaflet dalam membuat pengetahuan meningkat dan sikap warga binaan terkait infeksi menular seksual.

Untuk meningkatkan efektivitas program edukasi kesehatan di lapas, disarankan agar tenaga kesehatan, terutama bidan, menggunakan booklet sebagai alat edukasi. Selain itu, penelitian lanjutan dengan periode yang lebih panjang dan cakupan sampel yang lebih luas dapat dilakukan untuk menilai keberlanjutan dan dampak jangka panjang dari intervensi edukasi ini. Selain itu, perlu dipertimbangkan untuk mengembangkan booklet yang lebih interaktif dan menarik, serta menyesuaikan konten dengan kebutuhan dan karakteristik kelompok sasaran.

Read online
File size342.36 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test