STTIASTTIA
SKENOO: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama KristenSKENOO: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama KristenPenelitian ini dimulai dari permasalahan karakter yang dialami oleh para siswa. Beberapa isu perilaku yang sering terjadi di kalangan siswa, termasuk memberontak kepada guru, menonton dan menyimpan konten pornografi, bolos sekolah, dan terlibat dalam pergaulan bebas. Salah satu langkah untuk menyelesaikan isu tersebut ialah dengan guru berusaha untuk mengarahkan dan membentuk kepribadian religius pada murid-murid. Penelitian ini menerapkan pendekatan deskriptif kualitatif melalui metode tinjauan pustaka. Data primer diperoleh melalui kajian mendalam terhadap berbagai sumber, ilmiah bereputasi, dan termasuk buku-buku penelitian-penelitian terdahulu yang relevan. Analisis data yang komprehensif dilakukan untuk mengidentifikasi temuan yang signifikan. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa guru Pendidikan Agama Kristen memiliki peran sentral dalam pembentukan karakter religius siswa. Proses pembentukan karakter ini melibatkan berbagai strategi, di antaranya pengajaran nilai-nilai agama, stimulasi praktik berdoa, serta pendalaman pemahaman terhadap Alkitab. Dengan demikian, guru dapat bertindak sebagai fasilitator yang efektif dalam membimbing siswa untuk mengembangkan karakter religius yang kuat.
Temuan hasil penelitian mengindikasikan bahwa guru Pendidikan Agama Kristen memiliki peran penting dan signifikan bagi pengembangan karakter spiritual peserta didik.Melalui implementasi strategi pedagogis yang efektif, seperti pendalaman Kitab Suci, pembiasaan berdoa, dan pengajaran yang berpusat pada firman Tuhan, guru dapat memfasilitasi internalisasi nilai-nilai Kristiani pada diri siswa.Melalui pengajaran firman Tuhan, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan teologis, tetapi juga mengalami transformasi spiritual.Firman Tuhan, sebagai wahyu ilahi, berfungsi sebagai pedoman hidup yang mampu membentuk karakter, memperbaiki perilaku, dan mengarahkan siswa pada kebenaran sejati.Selain itu, interaksi yang positif antara guru dan siswa adalah faktor kunci dalam keberhasilan pembelajaran agama Kristen.Melalui praktik-praktik spiritual seperti doa, guru dapat membangun kedekatan emosional dengan siswa, menciptakan suasana yang kondusif bagi pertumbuhan rohani.Dengan demikian, pengajaran firman Tuhan dan lingkungan belajar yang penuh kasih sayang dan saling menghargai akan mendorong peserta didik untuk membangun sikap konstruktif seperti kejujuran, toleransi, dan rasa hormat yang mendalam kepada Tuhan.Dimana dengan sikap ini mendorong siswa untuk menghormati orang lain sebagai sesama ciptaan Tuhan.Siswa akan menunjukkan sikap sopan, memahami perbedaan, dan bersikap toleran terhadap sesama, serta siswa akan cenderung untuk selektif memilih konten yang diakses.Siswa akan menjauhkan diri dari perkara yang tidak sesuai dengan norma moral dan keyakinan yang diyakini, seperti kekerasan, pornografi, atau hoax, yang dapat merusak pemikiran dan moralitas.
Berdasarkan temuan penelitian ini, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi strategi-strategi konkret yang dapat diterapkan oleh guru Pendidikan Agama Kristen dalam membina kepribadian spiritual peserta didik di lingkungan sekolah. Penelitian ini dapat berfokus pada pengembangan metode pengajaran yang inovatif dan efektif, serta strategi-strategi praktis yang dapat diterapkan dalam kelas. Kedua, penelitian lanjutan dapat berfokus pada dampak jangka panjang dari upaya pembentukan karakter religius oleh guru Pendidikan Agama Kristen. Studi ini dapat menyelidiki bagaimana karakter religius yang terbentuk pada siswa dapat mempengaruhi perilaku dan keputusan mereka di masa depan, serta kontribusi positifnya terhadap masyarakat. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis tantangan dan hambatan yang dihadapi oleh guru Pendidikan Agama Kristen dalam upaya pembentukan karakter religius siswa. Studi ini dapat mengidentifikasi faktor-faktor yang menghambat keberhasilan upaya tersebut, seperti kurangnya dukungan dari pihak sekolah atau kurangnya keterlibatan orang tua dalam pendidikan religius anak. Dengan memahami tantangan-tantangan ini, penelitian dapat mengusulkan strategi-strategi mitigasi dan solusi praktis untuk meningkatkan efektivitas upaya pembentukan karakter religius.
| File size | 323.1 KB |
| Pages | 16 |
| DMCA | Report |
Related /
STTII AMBONSTTII AMBON Penelitian ini bertujuan untuk menggali makna dan urgensi penyelesaian dosa berdasarkan Imamat 5:5 melalui metode eksegesis kanonik. Penelitian ini memadukanPenelitian ini bertujuan untuk menggali makna dan urgensi penyelesaian dosa berdasarkan Imamat 5:5 melalui metode eksegesis kanonik. Penelitian ini memadukan
STIKESBANYUWANGISTIKESBANYUWANGI Salah satu metode yang dapat membantu meningkatkan kosakata siswa adalah dengan mendengarkan lagu-lagu bahasa Inggris secara berulang-ulang dan memperolehSalah satu metode yang dapat membantu meningkatkan kosakata siswa adalah dengan mendengarkan lagu-lagu bahasa Inggris secara berulang-ulang dan memperoleh
STIKESBANYUWANGISTIKESBANYUWANGI Penelitian Tindakan Kelas ini terbagi menjadi empat fase yaitu tahap perencanaan, tahap implementasi, tahap observasi, dan tahap refleksi. Hasilnya, standarPenelitian Tindakan Kelas ini terbagi menjadi empat fase yaitu tahap perencanaan, tahap implementasi, tahap observasi, dan tahap refleksi. Hasilnya, standar
STTINTHEOSSTTINTHEOS Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan untuk mengkaji sintesis antara literasi digital dengan prinsip teologis dalam kerangka inkarnasi Kristus.Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan untuk mengkaji sintesis antara literasi digital dengan prinsip teologis dalam kerangka inkarnasi Kristus.
STTMWCSTTMWC Oleh karena itu, prinsip psikologi pendidikan menjadi perangkat penting untuk membangun model pembelajaran yang mampu menjawab kebutuhan perkembangan kognitif,Oleh karena itu, prinsip psikologi pendidikan menjadi perangkat penting untuk membangun model pembelajaran yang mampu menjawab kebutuhan perkembangan kognitif,
STFTKIJNESTFTKIJNE Tulisan artikel ini menganalisis mengenai makna teologis peribadatan yang dilakukan dalam tradisi mapaundi dalam kebudayaan orang Toraja. Mapaundi adalahTulisan artikel ini menganalisis mengenai makna teologis peribadatan yang dilakukan dalam tradisi mapaundi dalam kebudayaan orang Toraja. Mapaundi adalah
STIKESBANYUWANGISTIKESBANYUWANGI Penulisan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman kita tentang cara guru pendidikan agama Kristen profesional membantu siswa dalam pertumbuhan kecerdasanPenulisan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman kita tentang cara guru pendidikan agama Kristen profesional membantu siswa dalam pertumbuhan kecerdasan
STIKESBANYUWANGISTIKESBANYUWANGI Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, terdapat tiga fungsi alih kode yang digunakan guru: topic switch, affective function, dan repetitive function.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, terdapat tiga fungsi alih kode yang digunakan guru: topic switch, affective function, dan repetitive function.
Useful /
STTIASTTIA Pembelajaran dari Lukas 7 mengajak refleksi mendalam tentang peran keilahian Yesus dalam membentuk identitas dan tindakan umat Kristen sebagai garam danPembelajaran dari Lukas 7 mengajak refleksi mendalam tentang peran keilahian Yesus dalam membentuk identitas dan tindakan umat Kristen sebagai garam dan
JOURNAL STIEHIDAYATULLAHJOURNAL STIEHIDAYATULLAH Hal ini menunjukkan bahwa meskipun peserta telah diberikan pengetahuan dan keterampilan, ada kebutuhan untuk pelatihan lanjutan atau pendampingan lebihHal ini menunjukkan bahwa meskipun peserta telah diberikan pengetahuan dan keterampilan, ada kebutuhan untuk pelatihan lanjutan atau pendampingan lebih
JOURNAL STIEHIDAYATULLAHJOURNAL STIEHIDAYATULLAH Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta mengenai AI, dengan sebagian besar peserta merasa lebih siap untuk mengaplikasikanHasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta mengenai AI, dengan sebagian besar peserta merasa lebih siap untuk mengaplikasikan
STTIASTTIA yang mulai pudar dalam masyarakat Toraja dapat menjadi sumber teologi persahabatan antara masyarakat beda agama di Toraja. Penelitian ini menggunakan metodeyang mulai pudar dalam masyarakat Toraja dapat menjadi sumber teologi persahabatan antara masyarakat beda agama di Toraja. Penelitian ini menggunakan metode