STTIASTTIA

SKENOO: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama KristenSKENOO: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen

Artikel ini menjelaskan bagaimana ungkapan lokal manasumo raka? yang mulai pudar dalam masyarakat Toraja dapat menjadi sumber teologi persahabatan antara masyarakat beda agama di Toraja. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan pendekatan teori interaksionisme simbolik Mead dan Teologi Lokal Sedmark. Hasil artikel menunjukkan bahwa sapaan manasumo raka? mengandung unsur persahabatan, kekeluargaan yang merujuk pada keterbukaan, sekaligus juga sebagai ekspresi anti-ego yang amat khas sebagai identitas orang Toraja. Sapaan ini menjadi simbol upaya orang Toraja untuk membuka sekat-sekat yang memisahkan masyarakat, baik itu dalam hal status sosial, status ekonomi, usia, dan tentunya perbedaan agama, sehingga dapat dilihat bahwa ungkapan ini memiliki makna dan nilai yang sangat dan lebih mendalam daripada ungkapan atau sapaan keagamaan lainnya.

merupakan salah satu kekayaan budaya masyarakat Toraja yang dapat digunakan sebagai simbol untuk membangun hubungan serta interaksi dalam lingkup masyarakat, bukan hanya mengenai persoalan perut semata tetapi juga merupakan suatu sapaan cinta.Sapaan ini mengandung unsur kelugasan, persahabatan, kekeluargaan, keterbukaan, mental egaliterial, sekaligus juga sebagai ekspresi anti-ego yang amat khas sebagai identitas orang Toraja.diucapkan untuk menyapa, memberi salam saat berjumpa, sekaligus menanyakan kabar dalam sebuah harapan dan doa bahwa orang yang disapa dalam keadaan baik-baik saja.Sapaan ini menjadi simbol upaya orang Toraja untuk membuka sekat-sekat yang memisahkan masyarakat, baik itu dalam hal status sosial, status ekonomi, usia, dan tidak dipungkiri dalam hal ini mengenai perbedaan iman (agama), sehingga dapat dilihat bahwa ungkapan ini memiliki makna dan nilai yang sangat dan lebih mendalam dari pada ungkapan atau sapaan keagamaan lainnya.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif tentang sapaan khas di berbagai daerah di Indonesia dan bagaimana sapaan tersebut merefleksikan nilai-nilai lokal serta perannya dalam menjaga relasi antar masyarakat. Selain itu, dapat juga dilakukan penelitian tentang bagaimana sapaan khas Toraja, khususnya manasumo raka?, dapat diterapkan dan diterima di luar Toraja, khususnya di daerah-daerah yang memiliki keragaman agama. Terakhir, penelitian tentang bagaimana sapaan manasumo raka? dapat menjadi sumber inspirasi dalam membangun teologi persahabatan dan perdamaian antar umat beragama di Indonesia.

Read online
File size288.17 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test