IKHAFIIKHAFI

JUKOMIKA (Jurnal Ilmu Komputer dan Informatika)JUKOMIKA (Jurnal Ilmu Komputer dan Informatika)

Meningkatnya kebutuhan terhadap layanan berbasis web yang cepat dan stabil menjadikan pemilihan web server sebagai faktor penting dalam implementasi sistem. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi dan membandingkan kinerja Apache2 dan Nginx pada sistem operasi Debian 12 menggunakan metode stress testing. Pengujian dilakukan pada lingkungan implementasi yang identik menggunakan Apache Benchmark (ab) dengan 5.000 request dan 100 concurrent connection. Parameter yang dianalisis meliputi Requests per Second, Time per Request, Transfer Rate, dan Failed Requests. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nginx memperoleh 5500.65 Requests per Second, Time per Request sebesar 18.180 ms, dan Transfer Rate sebesar 4555.23 KBytes/sec, sedangkan Apache2 memperoleh 439.66 Requests per Second, Time per Request sebesar 227.448 ms, dan Transfer Rate sebesar 2607.48 KBytes/sec. Kedua web server berhasil menyelesaikan seluruh request tanpa Failed Requests. Penelitian ini memberikan evaluasi objektif terhadap performa kedua web server sehingga dapat menjadi referensi dalam pemilihan web server sesuai kebutuhan implementasi layanan berbasis web.

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa Nginx memiliki performa yang lebih baik dibandingkan Apache2 pada sistem operasi Debian 12 berdasarkan parameter Requests per Second, Time per Request, dan Transfer Rate yang diperoleh melalui pengujian menggunakan Apache Benchmark (ab).Nginx mampu menangani beban akses yang sama dengan waktu respons lebih rendah serta tingkat transfer data yang lebih tinggi dibandingkan Apache2, sementara kedua web server sama-sama berhasil menyelesaikan seluruh pengujian tanpa Failed Requests.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan arsitektur event-driven pada Nginx memberikan efisiensi yang lebih baik dalam menangani koneksi simultan dibandingkan pendekatan process-driven pada Apache2.Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi berupa evaluasi objektif terhadap performa kedua web server pada lingkungan implementasi yang identik sehingga dapat menjadi referensi dalam pemilihan web server sesuai kebutuhan layanan berbasis web.Penelitian ini masih terbatas pada satu skenario pengujian menggunakan 5.000 request dan 100 concurrent connection, sehingga penelitian selanjutnya disarankan menggunakan variasi beban akses, perangkat benchmark yang berbeda, serta mengevaluasi penggunaan sumber daya server agar diperoleh hasil yang lebih komprehensif.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan pengujian dengan variasi beban akses yang lebih luas, menggunakan perangkat benchmark yang berbeda, dan juga mengevaluasi penggunaan sumber daya server. Selain itu, dapat dilakukan penelitian yang membandingkan performa web server dengan menggunakan arsitektur dan konfigurasi yang berbeda, serta menguji kinerja web server dalam menangani serangan DDoS. Dengan demikian, penelitian selanjutnya dapat memberikan kontribusi yang lebih komprehensif dalam pemilihan web server yang sesuai dengan kebutuhan implementasi layanan berbasis web.

  1. Apache Web Server Performance Evaluation using the HTTP2 Protocol | Journal of Engineering, Technology,... doi.org/10.36079/lamintang.jetas-0201.92Apache Web Server Performance Evaluation using the HTTP2 Protocol Journal of Engineering Technology doi 10 36079 lamintang jetas 0201 92
  2. Analisis Performansi Antara Apache & Nginx Web Server Dalam Menangani Client Request | Jurnal Sistem... jsi.stikom-bali.ac.id/index.php/jsi/article/view/248Analisis Performansi Antara Apache Nginx Web Server Dalam Menangani Client Request Jurnal Sistem jsi stikom bali ac index php jsi article view 248
Read online
File size676.45 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test