IKHAFIIKHAFI

JUKOMIKA (Jurnal Ilmu Komputer dan Informatika)JUKOMIKA (Jurnal Ilmu Komputer dan Informatika)

Ekspansi e-commerce yang pesat telah memunculkan strategi antarmuka pengguna yang manipulatif, yang dikenal sebagai dark patterns, yang memaksa konsumen melakukan tindakan digital yang tidak direncanakan. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi bagaimana antarmuka manipulatif tersebut memengaruhi kepercayaan konsumen dan perilaku pembelian di pasar Indonesia. Menggunakan desain eksplanatori kuantitatif, data dikumpulkan dari 100 pembelanja daring aktif yang dipilih melalui purposive sampling. Evaluasi data dilakukan menggunakan Partial Least Squares - Structural Equation Modeling (PLS-SEM) untuk menilai model pengukuran dan struktural. Hasil statistik menunjukkan bahwa keberadaan dark patterns secara signifikan menurunkan kepercayaan pengguna, namun pada saat yang sama terbukti secara langsung memicu tindakan pembelian impulsif. Lebih lanjut, kepercayaan konsumen berfungsi sebagai mediator parsial (partial mediation) yang menghubungkan elemen desain manipulatif dengan perilaku transaksi akhir. Temuan ini menekankan perlunya regulasi antarmuka yang transparan dan peningkatan kerangka perlindungan konsumen digital.

Riset ini bermuara pada konklusi bahwa implementasi arsitektur desain antarmuka manipulatif (dark patterns) di ekosistem e-commerce domestik secara empiris memberikan dampak destruktif ganda yang signifikan terhadap psikologi dan pola perilaku konsumen siber.Berbeda dengan asumsi pada kajian terdahulu, bukti kuantitatif dalam model struktural terbaru ini menegaskan bahwa elemen desain manipulatif memiliki kapasitas nyata untuk memancing keputusan pembelian secara langsung melalui eksploitasi bias kognitif instan pengguna.Secara bersamaan, taktik manipulasi visual tersebut terbukti secara masif merusak dan menghancurkan rasa percaya pengguna terhadap integritas platform.Terdegradasinya rasa percaya ini menciptakan beban psikologis intermediat yang bertindak sebagai mediator parsial (partial mediation), yang pada puncaknya justru semakin menyudutkan pengguna untuk melakukan pembelanjaan secara impulsif sekadar untuk menghindari kerugian fiktif yang dikonstruksi oleh sistem.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada analisis dampak dark patterns di sektor e-commerce lokal dengan metode longitudinal untuk mengidentifikasi perubahan perilaku jangka panjang. Selain itu, studi tentang efektivitas regulasi antarmuka digital di Indonesia perlu dilakukan untuk mengevaluasi kebijakan yang mampu mengurangi manipulasi konsumen. Terakhir, penelitian interdisipliner antara psikologi dan teknologi dapat dikembangkan untuk merancang antarmuka yang lebih transparan dan mencegah manipulasi emosional pengguna.

  1. Studi Komparatif Respons Pengguna terhadap Strategi Desain Dark Patterns dan Bright Patterns pada Antarmuka... doi.org/10.52436/1.jpti.1140Studi Komparatif Respons Pengguna terhadap Strategi Desain Dark Patterns dan Bright Patterns pada Antarmuka doi 10 52436 1 jpti 1140
  2. Regulating Dark Patterns in Indonesian E-Commerce: Comparative Lessons from South Korea and the EU |... journal.uib.ac.id/index.php/jjr/article/view/11304Regulating Dark Patterns in Indonesian E Commerce Comparative Lessons from South Korea and the EU journal uib ac index php jjr article view 11304
Read online
File size519.42 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test