UIN WALISONGOUIN WALISONGO
Walisongo: Jurnal Penelitian Sosial KeagamaanWalisongo: Jurnal Penelitian Sosial KeagamaanIndonesia, sebagai negara dengan mayoritas penduduk Muslim, merupakan rumah bagi dua organisasi Islam besar: Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU). Meskipun keduanya berakar pada ajaran agama yang sama, sering kali muncul ketegangan akibat perbedaan dalam penafsiran dan praktik keagamaan. Sebagian besar penelitian sebelumnya lebih banyak berfokus pada konflik dan pendekatan retoris untuk menyelesaikannya, sementara strategi praktis—seperti pariwisata—masih jarang mendapat perhatian. Studi konseptual ini mengeksplorasi bagaimana peace tourism (pariwisata perdamaian) dapat menjadi pendekatan baru dalam membangun rekonsiliasi antara Muhammadiyah dan NU. Peace tourism merujuk pada kegiatan perjalanan yang mendorong dialog dan pemahaman antara kelompok-kelompok yang sedang atau pernah mengalami konflik. Studi ini memperkenalkan model pariwisata perdamaian yang sederhana dan praktis dengan memanfaatkan narasi sejarah bersama dan kunjungan ke situs-situs bersejarah milik kedua organisasi untuk mempererat hubungan serta menumbuhkan Ukhuwwah Islāmiyyah (persaudaraan Islam). Melalui partisipasi dalam perjalanan bersama ini, kedua kelompok dapat memperkuat dua dimensi penting dalam Ukhuwwah Islāmiyyah: taaruf (saling mengenal) dan tafahum (saling memahami). Studi ini mengkaji literatur yang ada tentang resolusi konflik dan pariwisata perdamaian, serta menawarkan tinjauan teoretis mengenai bagaimana pariwisata dapat memperbaiki hubungan antarkelompok di Indonesia. Studi ini ditutup dengan usulan inisiatif pariwisata yang dapat menjadi wadah bagi dialog yang bermakna dan keharmonisan antara Muhammadiyah dan NU.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa peace tourism (pariwisata perdamaian) dapat menjadi pendekatan inovatif dan praktis dalam membangun rekonsiliasi antara anggota Muhammadiyah dan NU.Dengan memfasilitasi kunjungan ke situs-situs bersejarah yang terkait dengan kedua organisasi, seperti desa-desa, pesantren, masjid, dan pemakaman, model pariwisata perdamaian yang diusulkan menawarkan platform dialogue for peace, sejalan dengan pendekatan reconciliation tourism.Pendekatan ini mendorong saling mengenal (taāruf) dan pemahaman yang lebih dalam (tafāhum) dengan melibatkan peserta dalam sejarah dan konteks budaya hidup dari kedua organisasi.Tahap-tahap awal ini menjadi dasar untuk menuju kerjasama (taāwun), solidaritas (takāful), dan akhirnya komitmen altruistik (īthār), yang merupakan komponen inti dari persaudaraan Islam.Peace tourism antara Muhammadiyah dan NU mewakili inovasi yang menjanjikan dan peka konteks dalam pembangunan perdamaian.Dengan menghubungkan nilai-nilai Islam, kesadaran sejarah, dan pengalaman partisipatif, model ini memiliki potensi untuk mempromosikan harmoni jangka panjang tidak hanya antara dua organisasi Islam terbesar di Indonesia, tetapi juga dalam upaya yang lebih luas menuju coexistensi damai di masyarakat yang beragam.
Berdasarkan hasil penelitian, saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan adalah: Pertama, perlu dilakukan penelitian empiris untuk menguji efektivitas model pariwisata perdamaian ini dalam menciptakan dialog dan pemahaman antar anggota Muhammadiyah dan NU. Penelitian ini dapat dilakukan dengan melibatkan peserta dari kedua organisasi dan mengevaluasi dampak dari pengalaman pariwisata tersebut. Kedua, penting untuk mengeksplorasi peran dan pelatihan panduan wisata dalam mempromosikan narasi rekonsiliasi dan mencegah bias sektarian. Penelitian ini dapat fokus pada pengembangan kurikulum pelatihan panduan wisata yang khusus untuk pariwisata perdamaian, memastikan bahwa mereka mampu menyampaikan narasi yang seimbang dan empati. Ketiga, penelitian lanjutan dapat fokus pada dampak jangka panjang dari pariwisata perdamaian ini terhadap hubungan antar organisasi dan masyarakat secara keseluruhan. Studi ini dapat mengeksplorasi apakah partisipasi dalam pariwisata perdamaian ini dapat meningkatkan toleransi, mengurangi prasangka, dan mendorong kolaborasi antar kelompok.
- Fikih Organisasi (Reaktualisasi Sejarah Nahdlatul Ulama (NU) di Indonesia) | Al-Insyiroh: Jurnal Studi... ejournal.kopertais4.or.id/madura/index.php/alinsyiroh/article/view/3517Fikih Organisasi Reaktualisasi Sejarah Nahdlatul Ulama NU di Indonesia Al Insyiroh Jurnal Studi ejournal kopertais4 madura index php alinsyiroh article view 3517
- Pesantren Mlangi: Poros Spiritual Intelektual Islam di Yogyakarta Abad XVIII – XIX M | Millah:... doi.org/10.20885/millah.vol19.iss2.art3Pesantren Mlangi Poros Spiritual Intelektual Islam di Yogyakarta Abad XVIII Ae XIX M Millah doi 10 20885 millah vol19 iss2 art3
- Dinamika Pendidikan Pesantren di Muhammadiyah | SHAHIH: Journal of Islamicate Multidisciplinary. dinamika... doi.org/10.22515/shahih.v5i1.2513Dinamika Pendidikan Pesantren di Muhammadiyah SHAHIH Journal of Islamicate Multidisciplinary dinamika doi 10 22515 shahih v5i1 2513
| File size | 490.49 KB |
| Pages | 24 |
| DMCA | Report |
Related /
LAKASPIALAKASPIA Nilai-nilai Islam seperti amanah, akuntabilitas, syura, dan keadilan telah diterapkan secara parsial, dengan partisipasi jamaah dan distribusi manfaatNilai-nilai Islam seperti amanah, akuntabilitas, syura, dan keadilan telah diterapkan secara parsial, dengan partisipasi jamaah dan distribusi manfaat
STPNSTPN Prioritas 1 mewakili proporsi terkecil, dengan 506 lahan (14,98%) yang mencakup 305,12 hektar (1,92%), dianggap layak untuk redistribusi diikuti alokasiPrioritas 1 mewakili proporsi terkecil, dengan 506 lahan (14,98%) yang mencakup 305,12 hektar (1,92%), dianggap layak untuk redistribusi diikuti alokasi
IAINPTKIAINPTK Artikel ini menganalisis fatwa Muhammadiyah yang menolak keabsahan pelaksanaan salat Jumat secara virtual selama pandemi COVID-19, dengan menyoroti modelArtikel ini menganalisis fatwa Muhammadiyah yang menolak keabsahan pelaksanaan salat Jumat secara virtual selama pandemi COVID-19, dengan menyoroti model
STP IPISTP IPI Dengan mengintegrasikan keadilan struktural dan dialog, kita dapat menghadapi konflik yang ada dengan pendekatan yang lebih holistik dan berkelanjutan.Dengan mengintegrasikan keadilan struktural dan dialog, kita dapat menghadapi konflik yang ada dengan pendekatan yang lebih holistik dan berkelanjutan.
UMSUMS Namun, serangan siber dapat mengganggu sistem, menyebabkan waktu henti yang merugikan, masalah keamanan, dan pencurian data di pertambangan. Studi deskriptif-analitisNamun, serangan siber dapat mengganggu sistem, menyebabkan waktu henti yang merugikan, masalah keamanan, dan pencurian data di pertambangan. Studi deskriptif-analitis
UMSUMS Menurut adat mereka, pihak-pihak yang bersengketa harus terlebih dahulu berusaha menyelesaikan masalah melalui negosiasi. Jika negosiasi gagal, para pihakMenurut adat mereka, pihak-pihak yang bersengketa harus terlebih dahulu berusaha menyelesaikan masalah melalui negosiasi. Jika negosiasi gagal, para pihak
IAIN PONOROGOIAIN PONOROGO menerapkan pendekatan yang mencerminkan prinsip-prinsip resolusi konflik efektif, seperti netralitas, pemahaman mendalam terhadap pihak yang berkonflik,menerapkan pendekatan yang mencerminkan prinsip-prinsip resolusi konflik efektif, seperti netralitas, pemahaman mendalam terhadap pihak yang berkonflik,
ALJAMIAHALJAMIAH Demikian juga, dalam Pemilu 2019, Muhammadiyah secara resmi tidak mendukung calon mana pun berdasarkan konsep “jalan tengah. Namun, penelitian ini mengidentifikasiDemikian juga, dalam Pemilu 2019, Muhammadiyah secara resmi tidak mendukung calon mana pun berdasarkan konsep “jalan tengah. Namun, penelitian ini mengidentifikasi
Useful /
UIN WALISONGOUIN WALISONGO Harmoni agama dan etnis di Sri Lanka menghadapi tantangan signifikan, termasuk intervensi politik yang memanfaatkan agama, kerangka hukum yang tidak diterapkanHarmoni agama dan etnis di Sri Lanka menghadapi tantangan signifikan, termasuk intervensi politik yang memanfaatkan agama, kerangka hukum yang tidak diterapkan
ITSMITSM Meskipun telah dilakukan berbagai upaya literasi dan pengabdian masyarakat, kasus kekerasan seksual masih sering terjadi karena kurangnya kesadaran danMeskipun telah dilakukan berbagai upaya literasi dan pengabdian masyarakat, kasus kekerasan seksual masih sering terjadi karena kurangnya kesadaran dan
ALJAMIAHALJAMIAH Selain itu, kiprah para jaksa ini dapat dilihat dari posisi, independensi, dan wewenang yang mereka miliki. Adapun pelbagai hal yang mengitari Jaksa PepituSelain itu, kiprah para jaksa ini dapat dilihat dari posisi, independensi, dan wewenang yang mereka miliki. Adapun pelbagai hal yang mengitari Jaksa Pepitu
ALJAMIAHALJAMIAH Hal ini mungkin benar, namun realitasnya berkata bahwa ada sekolompok orang Madura memeluk Kristen beberapa generasi dan tinggal di Sumber Pakem, JawaHal ini mungkin benar, namun realitasnya berkata bahwa ada sekolompok orang Madura memeluk Kristen beberapa generasi dan tinggal di Sumber Pakem, Jawa