ATIMATIM

JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERALJURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL

Korosi merupakan salah satu masalah utama dalam aplikasi industri yang melibatkan material logam, termasuk seng. Penelitian ini bertujuan menganalisis laju korosi plat seng dalam empat media berbeda, yaitu asam cuka 25%, kalium hidroksida (KOH) 0,1 N, air laut, dan akuades. Metode yang digunakan adalah kehilangan massa (weight loss method) dengan interval pengamatan 24, 48, dan 72 jam. Sampel plat seng berukuran 5 × 3 × 0,025 cm direndam dalam masing-masing media dan ditimbang untuk menghitung laju korosi. Hasil penelitian menunjukkan laju korosi tertinggi terjadi pada asam cuka sebesar 24,712 mpy, diikuti KOH 0,1 N sebesar 6,234 mpy, air laut sebesar 2,894 mpy, dan terendah pada akuades sebesar 0 mpy. Tingginya konsentrasi ion H⁺ dalam asam cuka mempercepat reaksi oksidasi seng sehingga meningkatkan laju korosi, sedangkan KOH masih menimbulkan korosi melalui pembentukan endapan Zn(OH)₂. Ion Cl⁻ pada air laut memicu korosi lokal ringan, sementara akuades yang bersifat netral hampir tidak menimbulkan korosi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lingkungan asam memiliki efek korosif yang lebih besar pada logam seng dibandingkan lingkungan basa maupun netral. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pemilihan jenis logam yang tahan terhadap korosi dan menjadi dasar untuk mengurangi potensi korosi di industri.

Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa laju korosi plat seng dipengaruhi oleh jenis media perendaman.Asam cuka menyebabkan korosi tertinggi, diikuti KOH, air laut, dan akuades.Media asam lebih cepat mendegradasi seng dibandingkan basa atau netral.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi pengaruh variasi konsentrasi asam cuka dan KOH terhadap laju korosi seng untuk menentukan ambang batas konsentrasi yang aman pada lingkungan industri; selanjutnya, studi komprehensif dapat dilakukan dengan menambahkan metode elektrokimia seperti teknik potensi koreksi (polarization) dan impedansi elektrokimia (EIS) guna membandingkan sensitivitas dan akurasi antara metode weight loss dan teknik elektrokimia dalam mengukur laju korosi pada media yang sama; terakhir, penelitian dapat memperluas cakupan waktu pengujian hingga 30 hari serta menguji pengaruh suhu lingkungan pada laju korosi, sehingga model prediksi korosi jangka panjang dapat dikembangkan untuk aplikasi praktis pada material logam lainnya.

  1. EKSTRAK TANNIN DAUN BUAH HITAM (Haplolobus sp) SEBAGAI INHIBITOR ALAMI KOROSI BESI DALAM LARUTAN ASAM... doi.org/10.30862/jn.v16i1.78EKSTRAK TANNIN DAUN BUAH HITAM Haplolobus sp SEBAGAI INHIBITOR ALAMI KOROSI BESI DALAM LARUTAN ASAM doi 10 30862 jn v16i1 78
Read online
File size563.35 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test