SARI MUTIARASARI MUTIARA

JMAJMA

Dalam analisis suatu cost-volume-profit seringkali hanya digambar sebagai titik impas, Tetapi ,juga mencakup elemen penting dalam menyusun strategi perencanaan dalam laba.. Penelitian ini dilakukan di PT Saputra Kota Medan, yang dipilih karena perusahaan menghadapi kesulitan dalam mencapai target keuntungan akibat kurang optimalnya strategi keuangan yang diterapkan.Tujuan dari penelitian ini antara lain: (1) untuk menilai sejauh mana titik impas berperan dalam membantu proses perencanaan laba,(2) menganalisis kontribusi margin terhadap pencapaian laba perusahaan, serta (3) menganalisis dampak biaya tetap serta biaya variabel terhadap proses perencanaan keuntungan perusahaan. Pengumpulan data dilakukan melalui metode observasi dan wawancara,yang mencakup data primer dan sekunder.Berdasarkan hasil penelitian, perusahaan mencapai titik impas sebesar RP.491.959.

Analisis menunjukkan bahwa Pabrik Tahu PT Saputra Kota Medan perlu mencapai produksi 16.499 unit produk dengan total penjualan Rp958.Strategi optimal yang disarankan adalah kombinasi pengurangan harga jual per unit menjadi Rp23.657 dan pengurangan biaya variabel sebesar 10%, yang memungkinkan pencapaian target laba dengan volume penjualan unit yang lebih rendah.

Penelitian ini telah berhasil menganalisis strategi cost-volume-profit (CVP) untuk perencanaan laba pada satu pabrik tahu. Namun, untuk memperkaya pemahaman dan relevansi bagi industri yang lebih luas, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang menarik. Pertama, akan sangat bermanfaat untuk melakukan studi komparatif dengan melibatkan beberapa pabrik tahu lain di Kota Medan atau daerah berbeda. Pertanyaan penelitian bisa berfokus pada: Bagaimana perbedaan struktur biaya dan strategi penetapan harga antara berbagai pabrik tahu mempengaruhi titik impas dan potensi laba mereka, serta apakah ada praktik terbaik yang dapat diidentifikasi dari perbandingan tersebut? Hal ini akan memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai dinamika industri tahu secara regional. Kedua, penelitian ini dapat diperluas dengan memasukkan analisis sensitivitas terhadap faktor eksternal yang tidak sepenuhnya dikendalikan oleh perusahaan. Misalnya, Bagaimana fluktuasi harga bahan baku utama (seperti kedelai) di pasar global atau perubahan kebijakan pemerintah terkait subsidi energi mempengaruhi titik impas dan strategi perencanaan laba jangka panjang bagi pabrik tahu? Memahami dampak variabel eksternal ini akan sangat krusial bagi manajemen dalam merancang strategi yang lebih tangguh. Ketiga, mengingat fokus pada perencanaan laba jangka pendek, penelitian selanjutnya dapat menggali aspek CVP dalam konteks pengembangan bisnis jangka panjang. Pertanyaan yang bisa diajukan adalah: Bagaimana analisis CVP dapat diintegrasikan ke dalam keputusan investasi modal untuk pengembangan produk baru atau ekspansi kapasitas produksi, serta bagaimana proyeksi biaya tetap dan variabel berubah dalam skenario pertumbuhan jangka panjang? Ini akan membantu perusahaan tahu merencanakan pertumbuhan berkelanjutan sambil tetap mengelola risiko finansial secara efektif. Dengan demikian, penelitian di masa depan dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam, baik secara makro maupun mikro, bagi keberlanjutan industri tahu.

  1. Analisis Biaya - Volume - Laba Sebagai Dasar Target Laba Yang Ingin Dicapai | Mopolayio : Jurnal Pengabdian... doi.org/10.37479/mopolayio.v1i2.26Analisis Biaya Volume Laba Sebagai Dasar Target Laba Yang Ingin Dicapai Mopolayio Jurnal Pengabdian doi 10 37479 mopolayio v1i2 26
Read online
File size259.89 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test