STIKES AISYIYAH PALEMBANGSTIKES AISYIYAH PALEMBANG

Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science KesehatanBabul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan

Latar Belakang: Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue sejenis virus yang tergolong arbovirus dan masuk kedalam tubuh penderita melalui gigitan nyamuk aedes aegypty, Penderita yang terinfeksi akan memiliki gejala berupa demam ringan sampai tinggi, disertai dengan sakit kepala, nyeri pada mata, otot dan persendian, hingga perdarahan spontan. Tujuan: Mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap ibu dalam upaya pencegahan penyakit demam berdarah dengue pada balita. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian Survey Analitik dengan pendekatan Cross Sectional, teknik pengambilan sampel penelitian Accidental Sampling. Tempat penelitian di Poliklinik RS Muhammadiyah Palembang tahun 2025 dengan sampel yang didapat sebanyak 30 responden, pengambilan data menggunakan kuesioner kemudian diuji dengan menggunakan uji chi square dengan nilai α = 0,05. Hasil: Hasil penelitian dari 30 responden, diketahui bahwa hasil analisa bivariat pengetahuan dengan nilai (p‑0,013), artinya ada hubungan yang bermakna dengan upaya pencegahan penyakit DBD, sedangkan sikap (p‑0,009) ada hubungan bermakna dengan upaya pencegahan DBD. Saran: Diharapkan dari rumah sakit perlu meningkatkan mutu pelayanan dengan memberi informasi bagi pasien DBD mengenai pentingnya upaya pencegahan penyakit DBD.

Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu memiliki pengetahuan yang kurang baik (56,7%) dan sikap negatif (70%) terhadap pencegahan DBD, serta mayoritas tidak melakukan upaya pencegahan (60%).Analisis statistik mengungkapkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan maupun sikap ibu dengan upaya pencegahan DBD (p‑value ≤ 0,05).Oleh karena itu, pihak rumah sakit perlu meningkatkan layanan dan memberikan penyuluhan rutin untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap positif ibu dalam pencegahan DBD.

Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi efektivitas intervensi edukasi kesehatan yang disesuaikan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu terhadap pencegahan DBD dengan melibatkan sampel yang lebih besar dan multi‑pusat, sehingga hasil dapat digeneralisasikan secara lebih luas. Selain itu, studi dapat meneliti pengaruh faktor tingkat komunitas, seperti kondisi lingkungan rumah dan paparan media, terhadap perilaku pencegahan DBD pada ibu balita, untuk memahami peran konteks sosial dalam membentuk tindakan preventif. Selanjutnya, penelitian longitudinal diperlukan untuk menilai dampak konsistensi penyuluhan kesehatan reguler terhadap keberlanjutan praktik pencegahan dan penurunan kejadian DBD pada anak-anak selama periode waktu tertentu, sehingga dapat memberikan bukti empiris mengenai keberlanjutan program pendidikan kesehatan.

Read online
File size332.03 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test