STIKES HOLISTICSTIKES HOLISTIC

Journal of Holistic and Health Sciences (Jurnal Ilmu Holistik dan Kesehatan)Journal of Holistic and Health Sciences (Jurnal Ilmu Holistik dan Kesehatan)

Latar belakang: Sirih Cina (Peperomia pellucida) memiliki manfaat empiris sebagai obat dengan bioaktivitas utamanya sebagai antibakteri. Evaluasi ilmiah terkait profil farmakognostik Sirih Cina telah terdokumentasi, namun karena bentuk segarnya memiliki nilai terapeutik tinggi dengan pengolahan sederhana, standarisasi dan dokumentasi masih memiliki kelemahan dalam pengamatan secara mikroskopis. Tujuan: Mendeskripsikan anatomi akar, batang, dan daun sebagai parameter kendali mutu Sirih Cina segar sebagai tanaman lokal berkhasiat obat yang tumbuh di Purwakarta. Metode: Penelitian deskriptif dengan pemeriksaan jaringan akar, batang, dan daun Sirih Cina segar di laboratorium. Hasil: Anatomi akar Sirih Cina memiliki sel epidermis rapat tanpa ruang antar sel, dengan korteks di bawahnya yang terdiri dari sel berukuran lebih besar dan memiliki ruang antar sel. Pada korteks terdapat xilem akar seperti huruf x dan floem di sekitarnya. Jaringan batang terdiri dari epidermis dan korteks seperti akar, dengan pola xylem floem yang tidak membentuk pola kupu-kupu dan adanya jaringan kambium. Jaringan daun terdiri dari epidermis atas yang tebal, mesofil, dan epidermis bawah, dengan mesofil memiliki sel berwarna hijau untuk fotosintesis. Simpulan: Jaringan pada akar Sirih Cina adalah epidermis, korteks, floem, xilem; pada organ batang adalah epidermis, parenkim, floem, xilem, kambium; dan pada organ daun adalah epidermis dan mesofil.

Jaringan pada akar sirih cina adalah epidermis, korteks, floem, xilem, pada organ batang adalah epidermis, parenkim, floem, xilem, kambium dan pada organ daun adalah epidermis dan mesofil.Berdasarkan hasil pengamatan anatomi tanaman sirih cina (Peperomia pellucida) yang tumbuh di Kabupaten Purwakarta, dapat dikatakan bahwa anatomi dalam bentuk simplisia ataupun segar memiliki kecenderungan kesamaan karakter sesuai dengan referensi Materia Medika atau Farmakope Herbal Indonesia II.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan pengamatan menggunakan mikroskop dengan kualitas lebih baik dan perbesaran yang lebih tinggi agar pengamatan dapat terlihat jelas. Selain itu, perlu dilakukan pengamatan pada organ sirih cina yang lain seperti bunga, buah, dan biji. Penelitian selanjutnya dapat fokus pada identifikasi lebih lanjut dari komponen kimiawi yang terkandung dalam sirih cina, serta mengeksplorasi potensi manfaatnya dalam pengobatan dan kesehatan. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam pengembangan ilmu farmasi dan ilmu gizi di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Holistik.

Read online
File size415.2 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test