IAIN SUIAIN SU

IQRA`: Jurnal Perpustakaan dan InformasiIQRA`: Jurnal Perpustakaan dan Informasi

Perkembangan platform kesehatan digital telah memungkinkan masyarakat untuk mengakses layanan medis secara cepat melalui interaksi berbasis teks, seperti fitur Tanya Dokter pada Alodokter. Namun, perbedaan tingkat pengetahuan antara dokter dan pengguna menciptakan fenomena asimetri informasi yang dapat memengaruhi efektivitas komunikasi medis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana asimetri informasi termanifestasi dalam percakapan teks antara pengguna dan dokter serta bagaimana hal tersebut memengaruhi pemahaman pengguna terhadap informasi kesehatan yang diberikan. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis isi kualitatif terhadap 30 sampel percakapan yang diambil dari layanan Tanya Dokter di aplikasi Alodokter, dengan pendekatan teori asimetri informasi dan komunikasi kesehatan digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar interaksi menunjukkan ketimpangan pengetahuan, dengan pola komunikasi yang cenderung satu arah dan penggunaan istilah medis yang tidak selalu disertai dengan penjelasan kontekstual. Temuan ini memperlihatkan pentingnya strategi komunikasi yang inklusif dan edukatif dalam layanan kesehatan digital berbasis teks. Penelitian ini menyimpulkan bahwa asimetri informasi dalam komunikasi teks dapat membatasi efektivitas layanan kesehatan digital, terutama dalam meningkatkan literasi kesehatan pengguna.

Penelitian ini mengungkap bahwa asimetri informasi dalam komunikasi teks antara dokter dan pengguna pada layanan Alodokter terjadi akibat ketimpangan pengetahuan medis, penggunaan istilah teknis, dan keterbatasan medium teks.Meskipun platform digital mempermudah akses layanan kesehatan, kesenjangan pemahaman masih menjadi hambatan serius dalam komunikasi yang efektif.Diperlukan strategi komunikasi yang lebih adaptif dan edukatif, seperti penyederhanaan bahasa medis dan fitur klarifikasi otomatis.Penelitian lanjutan disarankan untuk mengeksplorasi persepsi pengguna terhadap pesan medis digital dan mengembangkan model komunikasi daring yang lebih setara dan inklusif.

Untuk meningkatkan efektivitas layanan kesehatan digital, terutama dalam meningkatkan literasi kesehatan pengguna, diperlukan strategi komunikasi yang lebih adaptif dan edukatif. Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi persepsi pengguna terhadap pesan medis digital dan mengembangkan model komunikasi daring yang lebih setara dan inklusif. Selain itu, penting untuk mempertimbangkan penggunaan teknologi natural language processing (NLP) untuk menyederhanakan istilah medis secara otomatis dan menyarankan parafrase ketika pengguna menunjukkan tanda-tanda tidak paham. Pelatihan komunikasi berbasis empati juga perlu diberikan kepada dokter untuk memastikan keterpahaman dan kenyamanan pengguna. Dengan demikian, platform konsultasi kesehatan digital dapat menjadi lebih inklusif dan efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan pengguna.

  1. Influence of Medical Information in Doctor-patient Communication on Patients' Medical Satisfaction:Evidence... doi.org/10.21203/rs.3.rs-3883644/v1Influence of Medical Information in Doctor patient Communication on Patients Medical Satisfaction Evidence doi 10 21203 rs 3 rs 3883644 v1
  2. DOKTER GOOGLE: INTERAKSI DOKTER-PASIEN DI ERA TEKNOLOGI INFORMASI | Nugroho | Jurnal Pemikiran Sosiologi.... doi.org/10.22146/jps.v3i1.23523DOKTER GOOGLE INTERAKSI DOKTER PASIEN DI ERA TEKNOLOGI INFORMASI Nugroho Jurnal Pemikiran Sosiologi doi 10 22146 jps v3i1 23523
  3. The Improvement of Health Behavior: Collaboration among Health Information Access, Health Literacy and... doi.org/10.47191/ijsshr/v4-i9-35The Improvement of Health Behavior Collaboration among Health Information Access Health Literacy and doi 10 47191 ijsshr v4 i9 35
Read online
File size667.84 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test