UnnasUnnas

SARGA: Journal of Architecture and UrbanismSARGA: Journal of Architecture and Urbanism

Pengembangan wisata yang dapat menyesuaikan dan memitigasi kondisi lingkungan harus menjadi prioritas seiring dibukanya kembali sektor pariwisata pasca pandemi Covid-19. Di kawasan hutan Kecamatan Jetis Kabupaten Mojokerto, terdapat sebuah wisata dengan nama Bukit Kayoe Putih. Wisata tersebut berfokus pada edukasi kayu putih yang digunakan sebagai bahan pembuatan minyak atsiri. Ketidaksesuaian kondisi eksisting wisata dengan branding yang diusung membuat tempat wisata memerlukan peninjauan ulang. Hal tersebut antara lain tidak adanya fasilitas edukasi pengolahan minyak atsiri dan implementasi material bangunan maupun landscape yang kurang sesuai dengan karakter lingkungan sekitar. Selain permasalahan eksisting, kawasan tersebut berpotensi menjadi tempat wisata yang unggul jika memanfaatkan ciri khas daerah Mojokerto sebagai penunjang pembangunannya. Setelah dilakukan evaluasi terhadap pembangunan wisata, penelitian ini ditujukan untuk memberikan solusi dan mewadahi potensi dengan menerapkan prinsip pemanfaatan material lokal. Prinsip pemanfaatan material lokal adalah pendekatan berkelanjutan yang bertujuan meminimalkan dampak negatif bagi lingkungan dan memaksimalkan potensi material daerah sekitar. Metode deskriptif-kualitatif dilakukan dalam penelitian dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi dan wawancara secara langsung serta kajian pustaka terkait. Kemudian dihasilkan kesimpulkan bahwa bata merah merupakan material lokal yang tepat untuk mendukung pengembangan wisata tersebut karena berperan mengangkat citra daerah yang ikonik, hingga kontribusi positifnya terhadap pembangunan wisata berkelanjutan.

Wisata Bukit Kayoe Putih merupakan salah satu wisata di Mojokerto yang berpotensi dikembangkan dengan prinsip pendekatan arsitektur ekologi.Pemanfaatan material lokal merupakan prinsip yang tepat untuk dijadikan acuan karena dapat menjadi solusi atas permasalahan dan mewadahi potensi yang ada pada wisata tersebut.Bata merah merupakan material lokal yang tepat untuk mendukung pengembangan wisata karena dapat berperan mengangkat citra daerah Mojokerto yang ikonik, sebagai solusi permasalahan sirkulasi bangunan maupun penghawaan, hingga kontribusi positifnya terhadap pembangunan wisata yang berkelanjutan.Secara keseluruhan, pemanfaatan material bata juga memiliki aspek unity dan harmoni, yang dipengaruhi oleh pemilihan yang tepat, pengaturan yang teratur, dan pemasangan yang akurat sehingga dapat tercipta tampilan yang seragam, terpadu, estetik, dan menarik pada wisata.

Berdasarkan hasil penelitian, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan: . . 1. Menganalisis lebih lanjut dampak penggunaan bata merah terhadap lingkungan dan keberlanjutan wisata. Penelitian ini dapat fokus pada aspek-aspek seperti efisiensi energi, pengurangan emisi karbon, dan dampak sosial-ekonomi terhadap masyarakat setempat.. . 2. Mengembangkan strategi branding dan pemasaran yang lebih kuat untuk wisata Bukit Kayoe Putih. Penelitian ini dapat mengeksplorasi cara-cara kreatif untuk mempromosikan wisata, menarik pengunjung, dan meningkatkan kesadaran akan nilai-nilai arsitektur ekologis yang diterapkan.. . 3. Melakukan studi komparatif antara penggunaan bata merah dengan material lokal lainnya di Mojokerto. Penelitian ini dapat mengevaluasi manfaat dan tantangan masing-masing material, serta menentukan material lokal mana yang paling sesuai untuk mendukung pengembangan wisata berkelanjutan di kawasan tersebut.

Read online
File size485.01 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test