UnnasUnnas

SARGA: Journal of Architecture and UrbanismSARGA: Journal of Architecture and Urbanism

Lawang Sewu adalah sebuah bangunan monumental ikonik di Kota Semarang, yang keberadaannya tidak terlepas dari perkembangan kota tersebut. Bangunan ini terkait dengan periode waktu pembangunannya saat pendudukan Belanda di Indonesia, serta fungsinya sebagai kantor perusahaan kereta api dan lokasinya yang strategis di jantung kota. Diduga, gaya bangunan Lawang Sewu adalah perpaduan antara bangunan klasik Eropa yang disesuaikan dengan iklim tropis di Indonesia, yang dikenal sebagai langgam kolonial. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan seberapa dalam aspek signifikan langgam atau gaya arsitektur kolonial pada bangunan ikonik Lawang Sewu di Kota Semarang. Ruang lingkup penelitian ini adalah pembuktian kedalaman langgam kolonial pada bangunan Lawang Sewu.

Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah.Lawang Sewu menggunakan Gable / Gewel berbentuk segitiga pada fasade depan bangunan.menggunakan Tower sebagai penampung air di bagian depan samping.menggunakan jendela Dormer pada atap bangunan dengan atap tersendiri.menggunakan atap dengan kemiringan tajam (45º hingga 60º) berbentuk pelana dan limasan.menggunakan pilar-pilar bergaya Eropa yang masif di serambi atau teras.memiliki skala bangunan tinggi untuk mengantisipasi iklim panas.menggunakan pintu dan jendela kupu tarung tanpa overstek.serta memiliki serambi atau teras yang luas sebagai pengganti tritisan.Dari kesimpulan tersebut, terbukti bahwa Lawang Sewu menggunakan langgam arsitektur kolonial secara mendalam, sehingga aspek signifikan langgam kolonial pada bangunan ini telah terbukti secara valid dan sahih.

Berdasarkan hasil penelitian, saran-saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: (1) Menganalisis lebih lanjut aspek-aspek langgam kolonial yang belum tercakup dalam penelitian ini, seperti penggunaan material dan teknik konstruksi yang khas; (2) Meneliti pengaruh langgam kolonial terhadap kenyamanan termal bangunan, khususnya dalam mengendalikan suhu dan sirkulasi udara di dalam bangunan; (3) Melakukan studi komparatif antara langgam kolonial dengan gaya arsitektur tradisional Indonesia, untuk memahami perbedaan dan kesamaan keduanya dalam konteks iklim tropis.

Read online
File size539.84 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test