ITK AVICENNAITK AVICENNA

Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan AvicennaJurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna

Latar Belakang: Antibiotik berperan dalam mengobati infeksi bakteri. Saat ini, minat masyarakat terpusat pada penggunaan obat tradisional karena diyakini memiliki efek samping yang lebih sedikit dan cenderung tidak menimbulkan resistensi jika dibandingkan dengan obat sintetis. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui aktivitas senyawa antibakteri dari ekstrak C. moschata Duch terhadap bakteri S. typhi dan untuk mengetahui karakterisasi senyawa antibakteri dari fraksi C. moschata Duch. Metode: Sampel uji yang digunakan diekstraksi dengan metode maserasi. Sampel diuji aktivitas antibakterinya menggunakan metode difusi sumuran terhadap bakteri S. typhi. Ekstrak awal C. moschata Duch difraksinasi dengan metode fraksinasi cair-cair dan dilakukan uji KLT- Bioautografi. Hasil: Ekstrak C. moschata Duch menunjukkan aktivitas antibakteri paling besar dengan diameter rata-rata 23 mm (S. typhi). Pada fraksi n-heksan diprediksi mengandung senyawa terpenoid dengan nilai Rf 0,94 cm. Fraksi etil asetat diprediksi mengandung senyawa terpenoid dengan nilai Rf 0,70 cm. Fraksi metanol diprediksi mengandung senyawa flavonoid dengan nilai Rf 0,67 cm. Kesimpulan: Ekstrak C. moschata Duch menunjukkan aktivitas antibakteri paling besar dengan diameter rata-rata 23 mm (S. typhi). Karakterisasi senyawa antibakteri yang terkandung dalam setiap fraksi dilakukan secara KLT-Bioautografi. Diprediksi mengandung senyawa terpenoid pada fraksi n-heksan dengan nilai Rf 0,94 cm. Diprediksi mengandung senyawa terpenoid pada fraksi etil asetat dengan nilai Rf 0,70 cm. Diprediksi mengandung senyawa flavonoid pada fraksi metanol dengan nilai Rf 0,67 cm.

moschata Duch) menunjukkan aktivitas antibakteri sangat kuat pada konsentrasi 25% dengan diameter zona hambat rata-rata 23 mm terhadap Salmonella typhi.Karakterisasi KLT‑Bioautografi mengindikasikan bahwa fraksi n‑heksan dan fraksi etil asetat mengandung senyawa terpenoid dengan nilai Rf masing‑masing 0,94 cm dan 0,70 cm.Fraksi metanol diprediksi mengandung senyawa flavonoid dengan nilai Rf 0,67 cm.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki efektivitas antibakteri senyawa terpenoid dan flavonoid terisolasi dari masing‑masing fraksi (n‑heksan, etil asetat, metanol) terhadap panel bakteri patogen yang lebih luas termasuk strain yang resisten terhadap antibiotik, dengan menggunakan uji MIC dan analisis time‑kill; selanjutnya, studi mengenai potensi sinergi antara senyawa teridentifikasi tersebut dan antibiotik konvensional seperti amoksisilin terhadap Salmonella typhi dapat dilakukan dengan metode checkerboard dan perhitungan indeks fraksional inhibisi; terakhir, pengembangan sistem nano‑enkapsulasi untuk fraksi aktif biji labu kuning guna meningkatkan stabilitas, bioavailabilitas, dan pelepasan terarah, serta evaluasi aktivitas antibakteri in‑vivo pada model hewan infeksi tifoid dapat memberikan wawasan tentang aplikasi klinis potensial.

  1. Development and Biochemical Analysis of Pumpkin Seed (Cucurbita Moschata Durch) Biscuits | Pakistan Journal... doi.org/10.3923/pjn.2019.743.746Development and Biochemical Analysis of Pumpkin Seed Cucurbita Moschata Durch Biscuits Pakistan Journal doi 10 3923 pjn 2019 743 746
Read online
File size340.52 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test