POLTEKKES JAYAPURAPOLTEKKES JAYAPURA
gema kesehatangema kesehatanPuasa praoperatif merupakan prosedur standar untuk mencegah aspirasi selama anestesi, namun durasi yang melebihi rekomendasi masih sering terjadi dan berpotensi menimbulkan dampak fisiologis maupun psikologis pada pasien. Kondisi ini diduga memengaruhi luaran pascaoperasi, termasuk kualitas tidur yang berperan penting dalam proses pemulihan. Penelitian ini bertujuan menganalisis keterkaitan durasi puasa praoperatif dengan kualitas tidur pascaoperasi pada pasien bedah ortopedi. Penelitian menggunakan desain deskriptif potong lintang dengan menggunakan purposive sampling. Total responden pada penelitian ini sebanyak 200 pasien dewasa yang menjalani operasi ortopedi elektif. Data durasi puasa makanan padat dan cairan dicatat sebelum induksi anestesi, sedangkan kualitas tidur dinilai menggunakan Richards–Campbell Sleep Questionnaire. Analisis bivariat menggunakan uji korelasi chi square test. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar pasien (82%) menjalani puasa lebih dari 6 jam. Rerata skor RCSQ adalah 37.22 yang menunjukkan kualitas tidur cenderung rendah. Proporsi kualitas tidur buruk secara signifikan lebih tinggi pada kelompok puasa >6 jam (92.7%) dibandingkan kelompok ≤6 jam (58.3%). Uji Chi-square menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara durasi puasa praoperatif dan kualitas tidur pascaoperasi (p = 0.003). Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara durasi puasa praoperatif dan kualitas tidur pascaoperasi pada pasien bedah ortopedi, dimana durasi puasa yang lebih lama berkaitan dengan penurunan kualitas tidur setelah operasi.
Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara durasi puasa praoperatif dan kualitas tidur pada pasien pascaoperasi bedah ortopedi.Pasien yang menjalani puasa lebih dari 6 jam memiliki proporsi kualitas tidur buruk yang secara signifikan lebih tinggi dibandingkan dengan pasien yang menjalani puasa sesuai rekomendasi (≤6 jam).Temuan ini mengindikasikan bahwa puasa praoperatif berkepanjangan berasosiasi dengan penurunan kualitas tidur pada periode pemulihan awal pascaoperasi.
Penelitian selanjutnya dapat menguji secara eksperimental apakah memperpendek durasi puasa praoperatif (misalnya 2‑4 jam) dapat meningkatkan kualitas tidur dan mengurangi tingkat nyeri pascaoperasi pada pasien ortopedi melalui rancangan uji coba acak terkontrol; selanjutnya, diperlukan studi kohort yang membandingkan efek jenis anestesi (umum vs regional) terhadap kualitas tidur pascaoperasi dengan mengendalikan variabel durasi puasa; terakhir, sebuah studi campuran metode dapat menilai efektivitas intervensi nonfarmakologis seperti higiene tidur, penggunaan penutup mata, atau terapi musik bila dikombinasikan dengan protokol puasa optimal untuk memperbaiki outcome klinis seperti lama rawat inap, kepuasan pasien, dan fungsi pemulihan jangka panjang.
| File size | 257.66 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
POLTEKKES JAYAPURAPOLTEKKES JAYAPURA Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh white noise dalam pijat bayi terhadap kualitas tidur bayi. Penelitian ini menggunakan rancangan kuasiPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh white noise dalam pijat bayi terhadap kualitas tidur bayi. Penelitian ini menggunakan rancangan kuasi
POLTEKKES JAYAPURAPOLTEKKES JAYAPURA Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko leptospirosis berdasarkan kondisi lingkungan kerja, aktivitas kerja, pemahaman, persepsi risiko, perilakuPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko leptospirosis berdasarkan kondisi lingkungan kerja, aktivitas kerja, pemahaman, persepsi risiko, perilaku
POLTEKKES JAYAPURAPOLTEKKES JAYAPURA Kondisi ini dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti kualitas tidur, tingkat stres, dan perilaku makan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisisKondisi ini dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti kualitas tidur, tingkat stres, dan perilaku makan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
UMTSUMTS Pendidikan politik dinilai sebagai elemen strategis untuk meningkatkan kesadaran mahasiswa terhadap hak dan kewajibannya sebagai warga negara kampus yangPendidikan politik dinilai sebagai elemen strategis untuk meningkatkan kesadaran mahasiswa terhadap hak dan kewajibannya sebagai warga negara kampus yang
STIKESPAMENANGSTIKESPAMENANG Salah satu yang sering terjadi yaitu gempa bumi. Beberapa penyebab terjadinya gempa bumi adalah adanya sumber panas bumi, meletusnya gunung berapi, danSalah satu yang sering terjadi yaitu gempa bumi. Beberapa penyebab terjadinya gempa bumi adalah adanya sumber panas bumi, meletusnya gunung berapi, dan
SCITECHGRUPSCITECHGRUP Hasil penelitian menunjukkan bahwa telemedicine dapat secara signifikan memperluas akses dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan di daerah pedesaan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa telemedicine dapat secara signifikan memperluas akses dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan di daerah pedesaan.
POLTEKKES SMGPOLTEKKES SMG Nilai tersebut berarti RSUD Kajen cukup siap dalam melaksanakan RME. RSUD Kajen sebaiknya menyusun kebijakan terkait reward, anggaran untuk peningkatanNilai tersebut berarti RSUD Kajen cukup siap dalam melaksanakan RME. RSUD Kajen sebaiknya menyusun kebijakan terkait reward, anggaran untuk peningkatan
POLTEKKES JAYAPURAPOLTEKKES JAYAPURA Perbedaan yang signifikan terlihat antara kelompok perlakuan dan kontrol baik dalam pengetahuan maupun pola pemberian makan. Penelitian lanjutan diperlukanPerbedaan yang signifikan terlihat antara kelompok perlakuan dan kontrol baik dalam pengetahuan maupun pola pemberian makan. Penelitian lanjutan diperlukan
Useful /
POLTEKKES JAYAPURAPOLTEKKES JAYAPURA 048), mengindikasikan variasi subklinis fungsi ekskresi ginjal. Tidak ditemukan perbedaan bermakna berdasarkan usia dan jenis kelamin, kecuali kreatinin048), mengindikasikan variasi subklinis fungsi ekskresi ginjal. Tidak ditemukan perbedaan bermakna berdasarkan usia dan jenis kelamin, kecuali kreatinin
POLTEKKES JAYAPURAPOLTEKKES JAYAPURA 136 ; p = 0. 036). Hasil analisis menunjukkan pengetahuan tidak berhubungan dengan perilaku pencegahan pada remaja. Pencegahan dispepsia yang efektif pada136 ; p = 0. 036). Hasil analisis menunjukkan pengetahuan tidak berhubungan dengan perilaku pencegahan pada remaja. Pencegahan dispepsia yang efektif pada
POLTEKKES SMGPOLTEKKES SMG SIMRS Khanza memiliki fitur lengkap, tetapi tidak sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan rumah sakit. Dalam rangka menyesuaikan kebutuhan RME diperlukan asesmenSIMRS Khanza memiliki fitur lengkap, tetapi tidak sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan rumah sakit. Dalam rangka menyesuaikan kebutuhan RME diperlukan asesmen
POLTEKKES SMGPOLTEKKES SMG Berdasarkan hasil penelitian perancangan sistem informasi manajemen terintegrasi dengan 4 komponen yang terintegrasi yakni pasien, petugas klinik, dokterBerdasarkan hasil penelitian perancangan sistem informasi manajemen terintegrasi dengan 4 komponen yang terintegrasi yakni pasien, petugas klinik, dokter