INTELEKMADANIINTELEKMADANI

GLOBAL ABDIMAS: Jurnal Pengabdian MasyarakatGLOBAL ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat

Kesehatan wanita, khususnya dalam hal perawatan payudara dan pemberian Air Susu Ibu (ASI), merupakan isu yang sangat penting namun seringkali belum mendapatkan perhatian yang memadai, terutama di wilayah pedesaan. Pemberian ASI (Air Susu Ibu) dan perawatan payudara merupakan aspek penting dalam kesehatan ibu dan anak. ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi memberikan nutrisi optimal dan perlindungan dari berbagai penyakit. Perawatan payudara dengan metode pemeriksaan sendiri (SADARI) untuk mencegah kanker payudara pada wanita usia subur. Tujuan dilaksanakan kegiatan ini adalah untuk memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat Desa Tenda Ondo, terutama bagi wanita usia subur (WUS), dalam meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup mereka. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah sosialisasi, dan pendampingan berbasis partisipatif. Fokus utama adalah meningkatkan pengetahuan wanita usia subur tentang pentingnya perawatan payudara untuk mencegah kanker serta pentingnya ASI bagi ibu dan bayi balita. Pendekatan komunikasi persuasif diterapkan untuk mendorong perubahan sikap dan perilaku, sedangkan metode perubahan perilaku dilakukan melalui pemberian contoh dan motivasi berkelanjutan. Dukungan keluarga, terutama dalam bentuk pendampingan ke posyandu, juga terbukti menjadi faktor penting. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman wanita usia subur tentang manfaat perawatan payudara. Kesimpulan edukasi dan aksi dalam melakukan perawatan payudara pada wanita usia subur serta ibu menyusui tetap memberikan ASI, yang pada akhirnya berkontribusi terhadap peningkatan kualitas kesehatan ibu, bayi dan balita di wilayah Desa Tenda Ondo, Kecamatan Nangapanda.

Program edukasi ASI dan perawatan payudara di Desa Tenda Ondo berhasil mencapai target dengan partisipasi 35 peserta, melampaui sasaran awal, serta menunjukkan peningkatan pengetahuan dan kemampuan praktik SADARI secara mandiri.Aktivitas ini mengurangi miskonsepsi lokal mengenai kanker payudara dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya deteksi dini serta kaitannya dengan menyusui, yang berdampak pada peningkatan kepercayaan diri ibu dalam merawat payudara.Selain itu, kader kesehatan dan kader KB siap menjadi agen penggerak untuk melanjutkan pendampingan dan mempromosikan hak ASI eksklusif secara berkelanjutan.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki dampak jangka panjang kombinasi edukasi ASI dan pelatihan SADARI terhadap tingkat menyusui eksklusif serta deteksi dini kanker payudara pada wanita usia subur di daerah pedesaan, dengan mengikuti kohort selama dua hingga tiga tahun. Penelitian juga dapat mengevaluasi efektivitas platform pembelajaran digital (aplikasi seluler) dalam menyampaikan materi edukasi ASI dan pemeriksaan payudara mandiri dibandingkan dengan pendekatan tatap muka tradisional, mengukur perubahan pengetahuan, sikap, dan perilaku peserta. Selanjutnya, studi dapat mengeksplorasi peran keterlibatan anggota keluarga pria dalam mendukung praktik ASI dan SADARI, serta menilai bagaimana dukungan tersebut memengaruhi kepatuhan wanita terhadap rekomendasi kesehatan, dengan menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif yang terintegrasi.

Read online
File size314.62 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test