MULYALITERASIMULYALITERASI
Diksi: Jurnal Pendidikan dan LiterasiDiksi: Jurnal Pendidikan dan LiterasiTujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kecerdasan majemuk anak usia dini dalam ruang bermain naturalistik serta mengidentifikasi potensi tersembunyi yang muncul selama kegiatan bermain di RA Chairunnissa Tahun Ajaran 2025/2026. Metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi digunakan dalam kajian ini. Subjek penelitian terdiri atas anak kelompok B dan guru kelas. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara semi terstruktur, dokumentasi berupa hasil karya anak dan foto kegiatan. Data dianalisis menggunakan model analisis interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Hasil kajian menunjukkan bahwa ruang bermain naturalistik mampu memberikan pengalaman belajar yang bermakna dan menstimulasi berbagai kecerdasan majemuk anak, terutama kecerdasan naturalistik, kinestetik, interpersonal, linguistik, dan visual spasial. Anak menjadi lebih aktif, percaya diri, komunikatif, kreatif, serta mampu menunjukkan kemampuan pemecahan masalah melalui interaksi langsung dengan bahan alam dan kegiatan bermain luar ruangan. Beberapa anak yang tampak pasif dalam pembelajaran kelas menunjukkan kepemimpinan, kreativitas, kepekaan sosial, dan rasa ingin tahu ketika berada dalam ruang bermain naturalistik. Dengan demikian, ruang bermain naturalistik dapat menjadi lingkungan belajar yang efektif untuk mengungkap potensi tersembunyi dan mendukung perkembangan anak usia dini secara holistik.
Berdasarkan hasil kajian, ruang bermain naturalistik di RA Chairunnissa terbukti menjadi lingkungan belajar yang bermakna untuk mengembangkan kecerdasan majemuk anak usia dini sekaligus mengungkap potensi tersembunyi yang tidak selalu tampak dalam pembelajaran formal di kelas.Melalui aktivitas bermain berbasis alam, anak memperoleh pengalaman langsung untuk mengeksplorasi lingkungan, bergerak aktif, berinteraksi dengan teman, berkomunikasi, berkreasi, serta memecahkan masalah sederhana.Temuan menunjukkan bahwa kecerdasan naturalistik, kinestetik, interpersonal, linguistik, dan visual spasial muncul secara lebih nyata dalam suasana bermain yang alami, fleksibel, dan menyenangkan.Ruang bermain naturalistik juga membantu guru mengenali kemampuan anak dalam kepemimpinan, kerja sama, kreativitas, rasa ingin tahu, dan kepercayaan diri.Dengan demikian, ruang bermain naturalistik dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran yang efektif untuk mendukung perkembangan anak secara holistik.Sebagai saran, guru dan lembaga PAUD/RA perlu mengoptimalkan pemanfaatan lingkungan alam sebagai media bermain dan belajar, serta penelitian selanjutnya dapat memperluas subjek, lokasi, dan fokus kajian agar pengembangan keilmuan tentang kecerdasan majemuk anak usia dini semakin mendalam.
Saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan berdasarkan hasil penelitian ini adalah: 1. Mengkaji lebih dalam tentang peran guru dalam mengembangkan kecerdasan majemuk anak usia dini melalui ruang bermain naturalistik. Penelitian ini dapat fokus pada strategi dan pendekatan yang digunakan guru untuk menciptakan suasana belajar yang aktif, menyenangkan, dan mendukung perkembangan anak secara optimal. 2. Melakukan penelitian komparatif antara ruang bermain naturalistik dengan ruang bermain konvensional untuk melihat perbedaan dampak terhadap perkembangan kecerdasan majemuk anak. Penelitian ini dapat mengukur dan membandingkan berbagai aspek, seperti kreativitas, kemampuan sosial, dan pemecahan masalah anak dalam kedua lingkungan bermain. 3. Menganalisis dampak jangka panjang dari pengalaman bermain naturalistik terhadap perkembangan anak usia dini. Penelitian ini dapat mengikuti perkembangan anak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan bermain naturalistik dalam jangka waktu yang lebih lama, untuk melihat apakah ada perbedaan signifikan dalam berbagai aspek perkembangan, seperti kognitif, sosial, emosional, dan fisik.
| File size | 561.31 KB |
| Pages | 18 |
| DMCA | Report |
Related /
STAI ALISTAI ALI Pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat berbasis pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) di Dusun Klepu menunjukkan bahwa optimalisasiPelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat berbasis pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) di Dusun Klepu menunjukkan bahwa optimalisasi
STAI ALISTAI ALI Kondisi ini menunjukkan bahwa metode tanya jawab mampu menciptakan suasana belajar yang lebih dinamis dan mendorong keterlibatan siswa secara langsung.Kondisi ini menunjukkan bahwa metode tanya jawab mampu menciptakan suasana belajar yang lebih dinamis dan mendorong keterlibatan siswa secara langsung.
IKIP SILIWANGIIKIP SILIWANGI Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan survei untuk orang tua, teknik pengumpulan data menggunakan instrumenMetode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan survei untuk orang tua, teknik pengumpulan data menggunakan instrumen
UNIVEDUNIVED Hasil peningkatan karakter kedisiplinan anak pada siklus I sebesar 44%, pada siklus II meningkat menjadi 65%, dan pada siklus III peningkatan persentaseHasil peningkatan karakter kedisiplinan anak pada siklus I sebesar 44%, pada siklus II meningkat menjadi 65%, dan pada siklus III peningkatan persentase
UNIVEDUNIVED Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah melalui penerapan menggunting pola dapat meningkatkan perkembangan motorik halus pada anak di PAUDTujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah melalui penerapan menggunting pola dapat meningkatkan perkembangan motorik halus pada anak di PAUD
UNIVEDUNIVED Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan sikap orang tua terhadap bermain pasir bagi perkembangan anak kelompok B di PAUD Se-Gugus Melati Bengkulu Tengah.Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan sikap orang tua terhadap bermain pasir bagi perkembangan anak kelompok B di PAUD Se-Gugus Melati Bengkulu Tengah.
IKIP SILIWANGIIKIP SILIWANGI Program-program seperti kegiatan menari, mendongeng, kompetisi kecil, dan Posyandu turut membantu pengembangan aspek sosial dan emosional anak melaluiProgram-program seperti kegiatan menari, mendongeng, kompetisi kecil, dan Posyandu turut membantu pengembangan aspek sosial dan emosional anak melalui
LP3MKILLP3MKIL Penelitian ini menyimpulkan bahwa permainan rakyat seperti Congklak, Engklek, Lompat Tali, dan Tak Tik Bum Wer di Kelurahan Watas mengandung 38 nilai pendidikanPenelitian ini menyimpulkan bahwa permainan rakyat seperti Congklak, Engklek, Lompat Tali, dan Tak Tik Bum Wer di Kelurahan Watas mengandung 38 nilai pendidikan
Useful /
IAIC PUBLISHERIAIC PUBLISHER Dengan mengevaluasi bagaimana AI mempengaruhi partisipasi siswa dan kinerja akademik, penelitian ini menekankan potensi AI untuk meningkatkan keterampilanDengan mengevaluasi bagaimana AI mempengaruhi partisipasi siswa dan kinerja akademik, penelitian ini menekankan potensi AI untuk meningkatkan keterampilan
PHBPHB Stunting adalah kegagalan mencapai pertumbuhan optimal berdasarkan pengukuran tinggi badan menurut usia (TB/U) dengan nilai Z‑score ≤ -2 SD. IndonesiaStunting adalah kegagalan mencapai pertumbuhan optimal berdasarkan pengukuran tinggi badan menurut usia (TB/U) dengan nilai Z‑score ≤ -2 SD. Indonesia
UMSUMS Artikel ini menekankan kebutuhan kebijakan terpadu, perencanaan urban berkelanjutan, dan pelibatan komunitas dalam pengelolaan sumber daya alam, sertaArtikel ini menekankan kebutuhan kebijakan terpadu, perencanaan urban berkelanjutan, dan pelibatan komunitas dalam pengelolaan sumber daya alam, serta
LEMHANNASLEMHANNAS Temuan penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Undang‑Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren berkontribusi secara signifikan terhadap penguatanTemuan penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Undang‑Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren berkontribusi secara signifikan terhadap penguatan