UMBJMUMBJM

JCPS (Journal of Current Pharmaceutical Sciences)JCPS (Journal of Current Pharmaceutical Sciences)

Pandan wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb.) adalah tanaman herbal yang mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid dengan berbagai aktivitas farmakologis. Penelitian ini bertujuan untuk menilai pengaruh metode pengeringan terhadap kandungan flavonoid total pada daun pandan dan menentukan metode yang menghasilkan kadar flavonoid tertinggi. Daun segar dikeringkan menggunakan dua metode: pengeringan oven pada suhu 50 °C selama 36 jam dan pengeringan langsung di bawah sinar matahari selama 6 hari (6 jam per hari). Sampel yang sudah kering dihaluskan menjadi serbuk dan diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan etanol 70 % selama 3 × 24 jam. Kadar flavonoid total diukur dengan spektrofotometri UV‑Vis pada panjang gelombang 425 nm menggunakan kuersetin sebagai standar. Hasilnya menunjukkan bahwa kandungan flavonoid total mencapai 2,52 mg QE/g pada oven dan 2,36 mg QE/g pada sinar matahari. Analisis statistik menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan antara kedua metode (p = 0,428). Meskipun maka oven sedikit lebih tinggi, perbedaan ini tidak bersifat statistik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode pengeringan dapat memengaruhi kadar flavonoid, namun perbedaan antar metode tidak signifikan secara statistik.

Berdasarkan hasil pengujian flavonoid yang dilakukan pada daun pandan wangi dengan metode pengeringan yang berbeda, rata‑rata kandungan total flavonoid tertinggi diperoleh melalui proses pengeringan oven sebesar 2,52 mg QE/g ekstrak, sedangkan yang terendah diperoleh dari pengeringan di bawah sinar matahari langsung sebesar 2,26 mg QE/g ekstrak.Metode pengeringan oven cenderung lebih optimal dalam mempertahankan kadar flavonoid, meskipun hasil uji statistik menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan antar metode (p > 0,05).Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa metode pengeringan memberikan pengaruh terhadap kadar flavonoid yang diperoleh, tetapi perbedaan antar perlakuan tidak signifikan secara statistik berdasarkan hasil uji yang dilakukan.

Mengingat hasil penelitian menunjukkan perbedaan tidak signifikan antara pengeringan oven dan sinar matahari, studi selanjutnya dapat menanyakan apakah variasi suhu oven (misalnya 40 °C, 50 °C, 60 °C) dapat memengaruhi stabilitas dan aktivitas bioaktif lain seperti antioksidan atau antiinflamasi pada daun pandan. Selain itu, penelitian dapat difokuskan pada pengaruh kombinasi teknik pengeringan tradisional, seperti pengeringan dengan lapisan bambu, terhadap kandungan flavonoid dan senyawa aromatik, serta dampaknya pada aroma dan rasa produk herbal. Yang ketiga, pengembangan skema konservasi ekstrak daun pandan menggunakan teknik cryopreservation atau encapsulation flavonoid dapat dikaji untuk memperpanjang umur simpan dan mempertahankan konsentrasi bioaktif, sehingga dapat menjadi alternatif bagi industri pangan dan obat tradisional yang mengandalkan daun pandan sebagai bahan baku.

  1. JCPS (Journal of Current Pharmaceutical Sciences). jcps journal current sciences issn print sinta subject... doi.org/10.35747/jcpsJCPS Journal of Current Pharmaceutical Sciences jcps journal current sciences issn print sinta subject doi 10 35747 jcps
  2. JCPS (Journal of Current Pharmaceutical Sciences). jcps journal current sciences issn print sinta subject... journal.umbjm.ac.id/index.php/jcpsJCPS Journal of Current Pharmaceutical Sciences jcps journal current sciences issn print sinta subject journal umbjm ac index php jcps
Read online
File size427.82 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test