STIKESMEDISTRA INDONESIASTIKESMEDISTRA INDONESIA

Jurnal Ayurveda Medistra: Jurnal Ilmiah KesehatanJurnal Ayurveda Medistra: Jurnal Ilmiah Kesehatan

Hemoglobin adalah protein kompleks yang mengikat zat besi yang terdapat di dalam eritrosit, dengan fungsi utamanya adalah mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh dan menukarkannya dengan karbondioksida dari jaringan untuk dikeluarkan melalui paru-paru. Di rumah sakit pasien rawat jalan sampel darah diambil pada posisi duduk sedangkan pada pasien rawat inap biasanya sampel darah diambil pada posisi berbaring. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kadar hemoglobin pengambilan darah kapiler pada posisi duduk dan berbaring, pengukuran kadar hemoglobin menggunakan alat POCT dan membedakan kadar hemoglobin. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian true eksperimen dengan posttest only control design. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah random sampling yaitu 20 orang responden mahasiswa Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur. Lokasi penelitian dilakukan di Laboratorium Hematologi Prodi D3 Teknologi Laboratorium Medis Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur selama 2 minggu pada bulan Juni. Analisa data menggunakan uji bivariat yang dianalisis dengan uji t-test berpasangan didapatkan bahwa nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,842 > 0,05. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan bermakna pada , sehingga pemeriksaan kadar hemoglobin menggunakan darah kapiler metode POCT pada posisi duduk dan berbaring dapat digunakan.

Penelitian ini menunjukkan rata-rata kadar hemoglobin metode POCT sebesar 14,14 g/dL pada posisi duduk dan 14,12 g/dL pada posisi berbaring.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi perbandingan akurasi antara metode POCT dan hematology analyzer konvensional dalam mengukur kadar hemoglobin pada posisi duduk dan berbaring, dengan melibatkan sampel yang lebih besar dan beragam. Selain itu, diperlukan studi yang meneliti pengaruh durasi stabilisasi tubuh setelah perubahan posisi terhadap variabilitas hasil hemoglobin, misalnya dengan membandingkan pengukuran setelah 5, 10, dan 15 menit istirahat. Selanjutnya, penting juga untuk menyelidiki performa metode POCT pada populasi khusus seperti anak-anak, lansia, atau pasien dengan kondisi medis tertentu, serta menilai apakah teknik pengambilan sampel kapiler yang berbeda (misalnya menggunakan lancet ukuran berbeda) mempengaruhi hasil pengukuran, dan meningkatkan standar kualitas laboratorium. Ketiga arah penelitian ini akan memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai faktor-faktor yang memengaruhi keandalan POCT dan membantu mengoptimalkan prosedur klinis bagi berbagai kelompok pasien.

Read online
File size169.9 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test