STIPASSTIPAS

Sepakat : Jurnal Pastoral KateketikSepakat : Jurnal Pastoral Kateketik

Penelitian ini bertujuan merancang model pastoral yang kontekstual dan edukatif, mengukur tingkat keberterimaan model tersebut, serta menganalisis dampak positif yang muncul baik bagi lansia sebagai subjek pelayanan maupun siswa sebagai mitra pastoral dalam kehidupan Gereja. Latar belakang ini adalah kebutuhan akan pendekatan pastoral yang lebih personal, partisipatif, dan menyentuh sisi emosional serta spiritual lansia di panti jompo Katolik. Lansia kerap mengalami kesepian, kehilangan semangat hidup, dan keterasingan, sementara siswa Katolik membutuhkan ruang konkret untuk menghayati nilai-nilai iman dalam tindakan nyata. Metode penelitian ini adalah Research and Development (R&D), dengan tahapan studi pendahuluan, perancangan model, validasi oleh pakar, uji coba terbatas, dan evaluasi. Model yang dikembangkan berupa ibadat sabda kontekstual yang melibatkan siswa sebagai pembaca Kitab Suci, pemimpin doa, pemusik, serta penyampai simbol kasih berupa rosario kepada lansia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model ini diterima dengan antusias oleh lansia, yang menunjukkan ekspresi sukacita, keterlibatan aktif dalam ibadat, serta munculnya perubahan perilaku seperti doa malam mandiri dan peningkatan interaksi sosial. Di sisi lain, siswa mengalami pertumbuhan iman, empati, dan kesadaran akan makna pelayanan. Dengan demikian, model ini dinilai tepat untuk diterapkan sebagai bagian dari pelayanan pastoral lansia dan pembinaan iman generasi muda secara terpadu dalam konteks Gereja yang lebih luas.

Model pastoral edukatif yang dikembangkan melalui Ibadat Sabda Intergenerasional terbukti memberikan dampak positif yang nyata, baik bagi lansia maupun bagi siswa yang terlibat.Model ini lahir dari kebutuhan mendesak untuk menghadirkan pelayanan pastoral yang tidak hanya bersifat rutinitas liturgis, tetapi juga menyentuh sisi emosional dan relasional para lansia yang cenderung mengalami keterasingan di usia senja.Kehadiran siswa sebagai mitra pelayanan dalam ibadat sabda memberikan dimensi baru dalam pendekatan pastoral, karena membawa serta semangat muda, perhatian tulus, dan kehangatan yang selama ini dirindukan para penghuni panti jompo.Dari pelaksanaan kegiatan, terlihat bahwa para lansia merespons dengan sangat positif.Mereka tidak hanya mengikuti ibadat secara fisik, tetapi juga secara batin melalui ekspresi wajah, senyuman, tangisan haru, dan pelukan spontan yang muncul selama ibadat berlangsung.Setelah kegiatan selesai, terjadi perubahan perilaku yang cukup signifikan.lansia mulai menunjukkan semangat hidup yang baru, terlihat lebih aktif berinteraksi, saling menyapa, serta memulai rutinitas baru seperti doa malam secara mandiri dan bernyanyi pujian bersama teman-temannya di ruang kegiatan.Perubahan ini menunjukkan bahwa kehadiran siswa sebagai sahabat rohani mampu memulihkan perasaan dihargai, yang sebelumnya hilang karena usia, sakit, atau keterbatasan fisik.Dari sisi siswa, keterlibatan dalam ibadat sabda memberikan pengalaman yang tidak kalah dalamnya.Mereka mengalami langsung suasana pelayanan kasih yang nyata bukan dalam bentuk ceramah atau pembelajaran teori di kelas, tetapi melalui tindakan sederhana yang membawa dampak besar.menyebut nama lansia dengan lembut, menyerahkan rosario dengan penuh hormat, dan menyimak cerita hidup oma-opa dengan kesungguhan.Banyak siswa mengaku bahwa pengalaman ini mengubah pandangan mereka tentang lansia, yang sebelumnya dipandang sebagai sosok lemah, kini menjadi pribadi yang layak dihormati, dikasihi, dan dijadikan teladan dalam ketekunan iman.

Berdasarkan hasil penelitian, model pastoral edukatif berbasis ibadat sabda intergenerasional terbukti efektif dalam meningkatkan semangat hidup lansia dan pertumbuhan iman siswa. Untuk penelitian lanjutan, dapat dipertimbangkan pengembangan model serupa di panti-panti jompo Katolik lainnya dengan penyesuaian konteks lokal. Selain itu, penelitian dapat fokus pada dampak jangka panjang model ini terhadap lansia dan siswa, serta mengukur keberlanjutan perubahan perilaku dan pertumbuhan iman yang terjadi. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi potensi model ini dalam membangun komunitas intergenerasional yang kuat dan saling mendukung di dalam Gereja, serta mengukur dampak sosial dan spiritualnya bagi kedua generasi.

  1. Spiritualitas Petugas Pastoral dalam Karya Pelayanan Pastoral Awam | Journal New Light. petugas pastoral... ejurnal.stpdianmandala.ac.id/index.php/newlight/article/view/137Spiritualitas Petugas Pastoral dalam Karya Pelayanan Pastoral Awam Journal New Light petugas pastoral ejurnal stpdianmandala ac index php newlight article view 137
  2. Spiritualitas sebagai Kekuatan di Masa Tua: Pendekatan Pastoral yang Membantu Lansia Menemukan Makna... doi.org/10.55606/lumen.v3i2.481Spiritualitas sebagai Kekuatan di Masa Tua Pendekatan Pastoral yang Membantu Lansia Menemukan Makna doi 10 55606 lumen v3i2 481
  3. KASIH YESUS KRISTUS DI SALIB: Jawaban Tuntas atas Misteri Penderitaan Manusia | LOGOS. kasih yesus kristus... doi.org/10.54367/logos.v16i1.561KASIH YESUS KRISTUS DI SALIB Jawaban Tuntas atas Misteri Penderitaan Manusia LOGOS kasih yesus kristus doi 10 54367 logos v16i1 561
  4. Melestarikan Nilai Kaharingan dalam Iman Katolik : Pendekatan Katekese Inkulturasi di Stasi Santa Anastasia... doi.org/10.62383/jkm.v1i4.799Melestarikan Nilai Kaharingan dalam Iman Katolik Pendekatan Katekese Inkulturasi di Stasi Santa Anastasia doi 10 62383 jkm v1i4 799
Read online
File size501.46 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test