PPICURUGPPICURUG

Jurnal Pengabdian Kepada MasyarakatJurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

Di era sekarang, santri tidak hanya perlu memahami ilmu agama, tetapi juga perlu memiliki kemampuan mengelola keuangan agar lebih mandiri di masa depan. Pondok Pesantren Quantum Idea di Jl. Camar No. 101, Kelurahan Jatiraden, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi, Jawa Barat, berkomitmen membekali santrinya dengan pengetahuan karakter, kewirausahaan, dan keterampilan praktis. Program Edukasi Pencatatan Keuangan Sederhana Berbasis Kas ini muncul karena banyak santri yang semangat berwirausaha, tetapi masih kesulitan dalam mencatat dan mengelola keuangan dengan baik. Kurangnya pemahaman tentang literasi keuangan membuat arus kas, keuntungan, dan modal sulit dipantau, padahal pencatatan kas yang rapi penting agar usaha pesantren dapat berjalan stabil dan berkelanjutan. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kemampuan santri dalam memahami konsep dasar arus kas dan membuat laporan keuangan sederhana sesuai prinsip syariah. Santri akan belajar mencatat kas masuk dan keluar secara manual maupun digital serta menerapkan perencanaan keuangan untuk usaha maupun kebutuhan pribadi. Kegiatan dilakukan melalui sosialisasi, pelatihan interaktif dengan contoh usaha pesantren, pendampingan praktik pencatatan, dan evaluasi hasil belajar melalui pre‑test dan post‑test.

Program Edukasi Pencatatan Keuangan Sederhana Berbasis Kas di Pesantren Quantum Idea terbukti efektif, meningkatkan literasi keuangan santri serta kemampuan mencatat dan menyusun laporan arus kas sesuai prinsip syariah.Evaluasi pre‑test dan post‑test menunjukkan peningkatan signifikan pada semua indikator, termasuk pemahaman konsep keuangan, penggunaan teknologi digital, dan internalisasi nilai syariah.Pendekatan yang menggabungkan sosialisasi, pelatihan praktis, dan pendampingan berkelanjutan serta dukungan aktif pengurus dan santri menjadi faktor kunci keberhasilan dan keberlanjutan program.

Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi dampak jangka panjang penerapan standar operasional prosedur pencatatan keuangan berbasis kas pada beberapa pesantren, dengan fokus pada keberlanjutan praktik dan perubahan perilaku finansial santri. Selain itu, perlu dikembangkan dan diuji alat digital adaptif berupa aplikasi mobile yang memanfaatkan kecerdasan buatan untuk membantu pencatatan kas secara real‑time, sehingga dapat menilai efektivitas penggunaan teknologi dalam meningkatkan akurasi dan partisipasi santri. Selanjutnya, kajian tentang integrasi kerangka manajemen risiko syariah dalam kurikulum literasi keuangan santri dapat meneliti bagaimana pemahaman risiko usaha mempengaruhi keberlanjutan wirausaha santri dan kontribusi ekonomi pesantren secara keseluruhan.

  1. Sosialisasi Manajemen Risiko untuk Keberlanjutan UMKM TKI di Pulau Pinang, Malaysia | Jurnal Pengabdian... publications.id/index.php/jpmii/article/view/510Sosialisasi Manajemen Risiko untuk Keberlanjutan UMKM TKI di Pulau Pinang Malaysia Jurnal Pengabdian publications index php jpmii article view 510
Read online
File size959 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test