UNTAG SMDUNTAG SMD

Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan KehutananAgrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan

Karakteristik infiltrasi dan permeabilitas tanah berperan penting dalam mengatur siklus hidrologi, yang dipengaruhi oleh perbedaan penutupan lahan dan kondisi vegetasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju infiltrasi dan nilai permeabilitas tanah pada tegakan sengon, semak, dan lahan terbuka. Pengukuran laju infiltrasi dilakukan dengan menggunakan alat double ring infiltrometer dan permeabilitas tanah diukur dengan menggunakan permeameter. Sifat-sifat fisik tanah dianalisis di Laboratorium Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Mulawarman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju infiltrasi di tegakan sengon sebesar 51,24 cm/jam termasuk klasifikasi sangat cepat, di semak sebesar 7,56 cm/jam termasuk klasifikasi agak cepat, dan di lahan terbuka sebesar 4,32 cm/jam termasuk klasifikasi sedang. Permeabilitas tanah tertinggi pada tegakan sengon (2,25 cm/jam dengan klasifikasi sedang) diikuti semak (1,57 cm/jam dengan klasifikasi agak lambat) dan lahan terbuka (1,10 cm/jam dengan klasifikasi agak lambat). Laju infiltrasi dan permeabilitas tanah berkaitan dengan sifat-sifat fisik tanah dan kemiringan lahan. Informasi tentang kemampuan tanah dalam meresapkan air dapat menjadi bahan pertimbangan dalam upaya konservasi tanah dan air pada berbagai tipe tutupan vegetasi sehingga dapat memperkecil limpasan permukaan pada tutupan lahan berbeda.

Laju infiltrasi di tegakan sengon sebesar 51,24 cm/jam (kelas sangat cepat), semak sebesar 7,56 cm/jam (kelas agak cepat), dan lahan terbuka sebesar 4,32 cm/jam (kelas sedang).Permeabilitas tanah di tegakan sengon, semak, dan lahan terbuka berturut-turut sebesar 2,25 cm/jam (kelas sedang), 1,57 cm/jam (kelas agak lambat), dan 1,10 cm/jam (kelas agak lambat).

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan studi lebih lanjut tentang pengaruh jenis vegetasi dan kondisi tanah terhadap laju infiltrasi dan permeabilitas tanah. Penelitian ini dapat dilakukan dengan membandingkan berbagai jenis tutupan lahan, seperti hutan, perkebunan, dan lahan pertanian, serta menganalisis hubungan antara sifat fisik tanah, struktur vegetasi, dan laju infiltrasi. Selain itu, penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan model prediksi laju infiltrasi dan permeabilitas tanah yang mempertimbangkan faktor-faktor seperti jenis tanah, kemiringan lahan, dan kondisi vegetasi. Model ini dapat membantu dalam perencanaan pengelolaan sumber daya air dan konservasi tanah yang lebih efektif.

  1. LAJU INFILTRASI DAN PERMEABILITAS TANAH PADA TEGAKAN SENGON, SEMAK, DAN LAHAN TERBUKA | Nurfadilah |... doi.org/10.31293/agrifor.v24i2.8904LAJU INFILTRASI DAN PERMEABILITAS TANAH PADA TEGAKAN SENGON SEMAK DAN LAHAN TERBUKA Nurfadilah doi 10 31293 agrifor v24i2 8904
  2. Vol 21, No 1 (2022). https agrifor v21i1 table contents articles pemanenan hutan sifat kandungan biologis... ejurnal.untag-smd.ac.id/index.php/AG/issue/view/312Vol 21 No 1 2022 https agrifor v21i1 table contents articles pemanenan hutan sifat kandungan biologis ejurnal untag smd ac index php AG issue view 312
  3. Vol 24, No 2 (2025). oktober https agrifor v24i2 table contents articles identifikasi hambatan pengembangan... doi.org/10.31293/agrifor.v24i2Vol 24 No 2 2025 oktober https agrifor v24i2 table contents articles identifikasi hambatan pengembangan doi 10 31293 agrifor v24i2
Read online
File size692.89 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test