UMNUMN

JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN SOSIAL HUMANIORAJURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN SOSIAL HUMANIORA

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tradisi Walima sebagai praktik akuntabilitas spiritual berbasis kearifan lokal Gorontalo melalui paradigma spiritualisme. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode literature review terhadap publikasi ilmiah yang relevan pada periode 2015–2024. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis tematik untuk mengidentifikasi nilai-nilai utama yang terkandung dalam tradisi Walima. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Walima memuat tiga nilai utama, yaitu nilai spiritual, nilai sosial-budaya, dan nilai akuntabilitas spiritual. Nilai spiritual tercermin melalui praktik syukur, sedekah, keikhlasan, dan kecintaan kepada Rasulullah SAW yang diwujudkan dalam kontribusi sukarela masyarakat. Nilai sosial-budaya, khususnya konsep Huyula, menegaskan pentingnya kebersamaan, gotong royong, dan amanah sebagai dasar hubungan sosial. Sementara itu, nilai akuntabilitas spiritual dalam Walima diwujudkan melalui pertanggungjawaban non-moneter yang bersifat informal, berbasis nilai, serta berorientasi pada pertanggungjawaban vertikal kepada Tuhan dan horizontal kepada masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tradisi Walima merupakan bentuk akuntansi spiritual berbasis kearifan lokal yang memperluas pemahaman akuntabilitas di luar pencatatan keuangan formal. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis dalam pengembangan akuntansi spiritual dan akuntansi berbasis budaya.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa tradisi Walima di Gorontalo mengintegrasikan nilai spiritual, nilai sosial‑budaya, dan nilai akuntabilitas spiritual.Nilai spiritual tercermin melalui rasa syukur, sedekah, dan keikhlasan yang diwujudkan dalam kontribusi sukarela, sementara nilai sosial‑budaya menekankan kebersamaan dan gotong‑royong, dan akuntabilitas spiritual diwujudkan melalui pertanggungjawaban non‑moneter informal berbasis nilai.Dengan demikian, Walima dapat dipahami sebagai bentuk akuntansi spiritual berbasis kearifan lokal yang memperluas makna akuntabilitas melampaui pencatatan keuangan formal.

Penelitian lanjutan dapat menyelidiki bagaimana praktik Walima berkontribusi terhadap ketahanan komunitas dan peningkatan modal sosial di Gorontalo dengan menggunakan pendekatan campuran yang menggabungkan survei kuantitatif serta wawancara mendalam; selanjutnya, studi komparatif antara tradisi Walima dan tradisi akuntabilitas spiritual serupa di wilayah Indonesia lain dapat diadakan untuk mengidentifikasi mekanisme umum serta adaptasi budaya yang unik, yang dapat memperkaya teori akuntabilitas berbasis budaya; terakhir, penelitian dapat mengeksplorasi kemungkinan integrasi konsep akuntabilitas spiritual yang dihasilkan dari Walima ke dalam kerangka akuntansi formal atau model tanggung jawab sosial perusahaan, dengan menilai kelayakan implementasi serta dampak potensialnya terhadap praktik akuntansi dan etika bisnis.

Read online
File size300.68 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test