UMNUMN

JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN SOSIAL HUMANIORAJURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN SOSIAL HUMANIORA

Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan strategi pembelajaran interaktif dalam membentuk perilaku belajar positif pada siswa di Komunitas Mengajar Edukarya, Kampung Penggilingan Baru, Bekasi Utara sebagai komunitas pendidikan non-formal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain naratif, melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan studi dokumentasi, yang dianalisis secara induktif menggunakan kerangka interaksionisme simbolik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan interaktif berhasil menumbuhkan perilaku belajar positif, yang tercermin dalam partisipasi aktif siswa, keberanian tampil di depan kelas, serta keterlibatan responsif dalam permainan edukatif. Perilaku tersebut dipengaruhi oleh faktor internal berupa motivasi, minat belajar, dan rasa percaya diri, serta faktor eksternal meliputi komunikasi dua arah antara pengajar dan siswa, interaksi antarsebaya, dan suasana kelas yang kondusif. Penggunaan media digital, aktivitas permainan edukatif, dan sistem penghargaan terbukti efektif memberikan ruang bagi siswa untuk mengekspresikan diri tanpa rasa takut. Pembahasan melalui lensa interaksionisme simbolik mengungkapkan bahwa interaksi antara pengajar dan siswa berperan kunci dalam membentuk makna belajar. Siswa memaknai proses belajar bukan sekadar transfer pengetahuan, melainkan sebagai pengalaman yang membebaskan dan membuka ruang eksplorasi potensi diri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi pembelajaran interaktif mampu menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan menggembirakan, sekaligus memberikan implikasi praktis bagi pengembangan model pembelajaran di komunitas pendidikan non-formal.

Kegiatan pembelajaran interaktif di Komunitas Mengajar Edukarya berhasil mendorong terbentuknya perilaku belajar yang positif pada siswa melalui penerapan pembelajaran yang menyenangkan dan tidak menghakimi.Intervensi ini tidak hanya meningkatkan partisipasi aktif siswa dalam kegiatan belajar mengajar, tetapi juga membantu siswa mengembangkan kepercayaan diri, keberanian tampil di depan kelas, dan keterlibatan yang responsif dalam setiap aktivitas pembelajaran.Evaluasi berkelanjutan menunjukkan bahwa suasana kelas yang kondusif, relasi informal antara pengajar dan variasi metode pembelajaran menjadi kunci utama agar dampak program terus berlanjut, sehingga siswa mampu memaknai proses belajar sebagai pengalaman yang membebaskan dan mendukung perkembangan diri secara holistik.

Berdasarkan temuan penelitian, berikut adalah saran-saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan: Pertama, penelitian dapat dilakukan untuk mengukur dampak jangka panjang dari pembelajaran interaktif terhadap perilaku belajar siswa, terutama dalam hal pengembangan kepercayaan diri dan keberanian tampil di depan kelas. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis lebih lanjut peran komunikasi dua arah antara pengajar dan siswa dalam membentuk perilaku belajar positif, serta bagaimana interaksi antarsebaya dapat mempengaruhi motivasi dan minat belajar siswa. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi lebih dalam bagaimana penggunaan media digital dan permainan edukatif dapat meningkatkan partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran, serta bagaimana sistem penghargaan dapat memotivasi siswa untuk terlibat secara responsif dalam setiap aktivitas pembelajaran.

  1. PENGARUH GAYA BELAJAR VISUAL-AUDITORI DAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR SISWA... ejournal2.undiksha.ac.id/index.php/PIPS/article/view/2175PENGARUH GAYA BELAJAR VISUAL AUDITORI DAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR SISWA ejournal2 undiksha ac index php PIPS article view 2175
Read online
File size344.65 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test