POLTEKMUPOLTEKMU

Lontara Abdimas : Jurnal Pengabdian Kepada MasyarakatLontara Abdimas : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

Tingkat pemahaman masyarakat pedesaan mengenai fungsi alat radiologi serta risiko kesehatan akibat paparan radiasi, baik dari prosedur medis maupun penggunaan perangkat elektronik seperti telepon seluler, masih tergolong rendah. Rendahnya pengetahuan ini memicu kekhawatiran berlebihan terhadap potensi bahaya radiasi handphone, khususnya bagi kesehatan mata. Sebagai upaya mengatasi persoalan tersebut, dilaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat dalam bentuk penyuluhan kesehatan yang dirancang untuk memberikan edukasi mengenai alat radiologi dan risiko radiasi elektronik. Kegiatan ini menggunakan metode ceramah, diskusi interaktif, sesi tanya jawab, serta evaluasi melalui pre‑test dan post‑test dan dilaksanakan pada 27 April 2025 di Balai Desa Massenreng Pulu, Kecamatan Lamuru, Kabupaten Bone, dengan 59 peserta dari berbagai usia dan latar belakang pekerjaan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan, terutama pada peserta berusia di bawah 60 tahun (tingkat pemahaman 67%–100%) dibandingkan peserta berusia 60 tahun ke atas (50%). Pendidikan yang lebih tinggi dan pekerjaan tertentu (PNS, tidak bekerja) berhubungan dengan pemahaman lebih baik, sementara petani menunjukkan pemahaman terendah, menegaskan bahwa faktor demografis memengaruhi efektivitas program edukasi sehingga materi harus disesuaikan dengan karakteristik audiens.

Pemahaman masyarakat tentang alat radiologi dan risiko radiasi handphone dipengaruhi oleh usia, tingkat pendidikan, dan jenis pekerjaan, dengan kelompok usia produktif, lulusan SMA/ perguruan tinggi, serta PNS atau tidak bekerja menunjukkan pemahaman tertinggi, sementara lansia dan petani menunjukkan pemahaman rendah.Program pengabdian masyarakat berhasil meningkatkan pengetahuan, namun diperlukan strategi edukasi yang lebih adaptif dan disesuaikan dengan karakteristik demografis untuk memastikan materi dapat dipahami oleh semua kelompok.Pendekatan yang memperhatikan perbedaan usia, tingkat pendidikan, dan pekerjaan sangat penting untuk meningkatkan efektivitas penyuluhan kesehatan di komunitas pedesaan.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki efektivitas modul edukasi yang disesuaikan dengan bahasa lokal dan media visual khusus untuk kelompok lansia di daerah pedesaan, guna mengetahui apakah pendekatan tersebut meningkatkan pemahaman dibandingkan metode konvensional; selanjutnya, diperlukan studi longitudinal untuk mengukur retensi pengetahuan dan perubahan perilaku masyarakat terkait penggunaan handphone dan pemahaman risiko radiasi selama enam hingga dua belas bulan setelah intervensi, sehingga dapat menilai keberlanjutan dampak edukasi; terakhir, dapat dieksplorasi perbandingan antara aplikasi edukasi interaktif berbasis smartphone dengan penyuluhan tatap muka tradisional dalam meningkatkan pengetahuan pada kelompok dengan tingkat pendidikan rendah, guna menentukan metode yang paling efektif dan efisien untuk memperluas jangkauan edukasi kesehatan di wilayah dengan akses terbatas.

Read online
File size479.77 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test