ASHAPUBLISHINGASHAPUBLISHING

Journal of Social Science and Economics (JOSSE)Journal of Social Science and Economics (JOSSE)

Penelitian ini menyelidiki dampak impor tekstil dan bahan mentah pertanian Nigeria dari Afrika Selatan terhadap output sektor pertanian Nigeria. Menggunakan data waktu seri kuartalan sekunder selama dua puluh delapan tahun (1996 hingga 2023), model empiris mengekspresikan output sektor pertanian (AGRT) sebagai fungsi dari impor tekstil (TEX), impor bahan mentah pertanian (AGRM), nilai tukar riil (RER), pertumbuhan GDP riil (GDPG), dan indeks kualitas institusi (IQX). Kerangka analitis mengandalkan teknik pengujian batas ARDL (Autoregressive Distributed Lag) untuk mengakomodasi variabel dengan urutan integrasi campuran dan mengevaluasi vektor kointegrasi jangka pendek dan jangka panjang. Hasil empiris dari uji batas F-ARDL menetapkan hubungan jangka panjang yang kuat di antara variabel (statistik F = 21,33, melebihi nilai kritis batas atas pada 5%). Dalam jangka panjang, baik impor tekstil (β = 0,4622, p <0,01) dan impor bahan mentah pertanian (β = 0,0874, p <0,05) memiliki dampak positif dan signifikan secara statistik terhadap output pertanian Nigeria, menunjukkan bahwa impor ini menyediakan input intermediet dan tautan rantai nilai yang penting yang melengkapi produksi domestik. Sebaliknya, estimasi jangka pendek mengungkapkan bahwa impor tekstil tidak signifikan secara statistik, sementara istilah koreksi kesalahan mengonfirmasi bahwa 16,36% ketidakseimbangan jangka pendek diperbaiki setiap tahun menuju keseimbangan jangka panjang. Tes diagnostik mengonfirmasi tidak adanya korelasi serial dan heteroskedastisitas, sedangkan plot CUSUM memvalidasi stabilitas parameter. Akibatnya, hipotesis nol ditolak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun bahan mentah yang diimpor saat ini menggerakkan pertumbuhan sektoral jangka panjang, pembuat kebijakan harus menerapkan strategi pembangunan kapasitas domestik yang ditargetkan untuk mengurangi kerentanan terhadap dinamika perdagangan eksternal.

Penelitian ini memberikan evaluasi diagnostik komprehensif terhadap koridor ekonomi bilateral antara Nigeria dan Afrika Selatan, dengan fokus khusus pada cara impor pertanian dan bahan mentah membentuk output pertanian domestik Nigeria.Penerapan kerangka pengujian batas ARDL (Autoregressive Distributed Lag) terhadap data kuartalan memungkinkan analisis dinamis jangka pendek dan jangka panjang yang berhasil atas aliran perdagangan ini.Tes batas yang sangat signifikan dengan tegas mengonfirmasi bahwa produktivitas pertanian domestik sangat terkait dengan, dan terintegrasi bersama, masukan perdagangan internasional dan indikator makroekonomi yang lebih luas.Hasil empiris jangka panjang mengarah pada penolakan hipotesis nol, membuktikan bahwa impor tekstil dan bahan mentah pertanian Nigeria dari Afrika Selatan memiliki dampak positif dan signifikan secara statistik terhadap output sektor pertanian domestik.Daripada menimbulkan efek penggeseran langsung, nilai tambah ini dan produk mentah intermediet berfungsi sebagai komponen penting yang masuk ke dalam rantai pasokan domestik yang lebih luas, mengisi celah struktural kritis dan mendukung spesialisasi rantai nilai.Namun, dinamika jangka pendek menggambarkan gambar yang lebih kompleks.Impor tekstil tetap netral secara statistik dalam jangka pendek, dan mekanisme koreksi kesalahan menunjukkan kecepatan penyesuaian yang moderat, menunjukkan bahwa kekakuan struktural mendasar, defisit infrastruktur, dan saluran transmisi pasar yang lemah memperlambat manfaat perdagangan langsung.Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun impor pertanian menengah dari Afrika Selatan saat ini melengkapi dan menggerakkan produktivitas jangka panjang, ketergantungan berlebihan pada input asing meninggalkan dasar pertanian Nigeria sangat rentan terhadap dinamika perdagangan eksternal dan guncangan penilaian mata uang.

Berdasarkan temuan penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan. Pertama, penting untuk menyelidiki lebih lanjut dampak jangka panjang dan jangka pendek dari impor tekstil dan bahan mentah pertanian terhadap produktivitas pertanian domestik Nigeria. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana dinamika perdagangan ini mempengaruhi berbagai aspek pertanian, seperti penggunaan teknologi, inovasi, dan praktik pertanian yang berkelanjutan. Selain itu, studi komparatif antara Nigeria dan negara-negara Afrika lainnya dapat memberikan wawasan tentang praktik terbaik dalam mengelola perdagangan pertanian dan dampak jangka panjangnya. Kedua, penelitian lanjutan dapat berfokus pada peran institusi dan kebijakan dalam mempromosikan pertanian yang berkelanjutan. Studi ini dapat menyelidiki bagaimana kualitas institusi dan reformasi kebijakan dapat meningkatkan produktivitas pertanian dan mengurangi ketergantungan pada impor. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi strategi pembangunan kapasitas domestik yang efektif, seperti pelatihan dan pendidikan pertanian, untuk mengurangi kerentanan terhadap dinamika perdagangan eksternal. Terakhir, penelitian lanjutan dapat menyelidiki dampak sosial dan ekonomi dari perdagangan pertanian antara Nigeria dan Afrika Selatan. Studi ini dapat menganalisis bagaimana perdagangan ini mempengaruhi distribusi pendapatan, penciptaan lapangan kerja, dan keamanan pangan di kedua negara. Dengan memahami dampak sosial dan ekonomi perdagangan pertanian, penelitian dapat memberikan rekomendasi kebijakan yang lebih komprehensif untuk mempromosikan pertanian yang berkelanjutan dan inklusif.

  1. Nigeria-South Africa Agricultural Trade Relations and Its Implications for Domestic Agricultural Production... journal.ashapublishing.co.id/index.php/josse/article/view/277Nigeria South Africa Agricultural Trade Relations and Its Implications for Domestic Agricultural Production journal ashapublishing index php josse article view 277
Read online
File size523.09 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test