STIE TDNSTIE TDN

Tangible JournalTangible Journal

Studi ini bertujuan untuk menganalisis praktik pelaporan keberlanjutan dalam lembaga keuangan syariah dengan menekankan integrasi antara prinsip keberlanjutan dan nilai-nilai maqasid al-shariah. Melalui pendekatan narrative literature review, artikel ini mengkaji literatur dari berbagai konteks geografis, khususnya Malaysia, Indonesia, dan negara-negara Gulf Cooperation Council (GCC), dengan basis data Scopus dan pemilihan artikel dengan kriteria tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat kemajuan dalam adopsi pelaporan keberlanjutan, praktik tersebut masih belum merata. Malaysia menonjol dengan pendekatan Value-Based Intermediation, sementara di Indonesia dan negara-negara GCC pelaporan masih terbatas pada aspek sosial dan belum sepenuhnya mencerminkan prinsip Environmental, Social, Governance (ESG) yang selaras dengan maqasid. Integrasi nilai-nilai maqasid—seperti perlindungan jiwa, harta, dan lingkungan—dalam indikator keberlanjutan dianggap krusial, namun belum terdapat kerangka kerja yang terstandar. Tantangan lainnya mencakup rendahnya kapasitas sumber daya manusia, fragmentasi tata kelola internal, serta ketidaksesuaian antara standar global dan norma syariah. Studi ini menegaskan pentingnya pengembangan indikator keberlanjutan Islam, sinergi regulasi, serta pemanfaatan teknologi dalam pelaporan yang etis dan berbasis nilai.

Studi ini menyoroti kompleksitas dan potensi pelaporan keberlanjutan dalam lembaga keuangan syariah dengan menelaah integrasi antara prinsip ESG dan maqasid al-shariah.Temuan utama menunjukkan bahwa meskipun lembaga-lembaga seperti di Malaysia telah mengadopsi pendekatan seperti Value-Based Intermediation (VBI), banyak negara lain seperti Indonesia dan wilayah GCC masih menghadapi tantangan dalam bentuk keterbatasan literasi keberlanjutan, infrastruktur teknologi, dan regulasi.Pelaporan yang terintegrasi dengan maqasid terbukti tidak hanya meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, tetapi juga mengangkat nilai spiritual dan sosial ke dalam struktur tata kelola keuangan syariah.Namun, pendekatan narrative literature review yang digunakan dalam studi ini memiliki keterbatasan sekunder, menyebabkan kurangnya validasi empiris langsung atas praktik pelaporan aktual.Selain itu, dominasi studi dari Malaysia dan Indonesia membatasi generalisasi temuan lintas konteks.Ketiadaan kerangka indikator maqasid-ESG yang terstandar secara internasional dan keterbatasan akses terhadap laporan keberlanjutan LKS juga menghambat upaya komparasi yang lebih luas dan obyektif.

Berdasarkan temuan studi, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian untuk mengembangkan kerangka kerja standar yang mengintegrasikan prinsip ESG dengan maqasid al-shariah, sehingga dapat menjadi pedoman universal bagi lembaga keuangan syariah. Kedua, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengevaluasi dampak pelatihan SDM dalam meningkatkan kapasitas lembaga keuangan syariah dalam menyusun laporan keberlanjutan yang berbasis nilai Islam. Ketiga, eksplorasi peran teknologi digital seperti blockchain dan AI dalam meningkatkan transparansi dan efisiensi pelaporan keberlanjutan syariah dapat menjadi arah penelitian baru, terutama dalam mengatasi tantangan infrastruktur dan data yang dihadapi lembaga keuangan syariah di berbagai negara.

  1. THE FORMULATION OF FINANCIAL, GOVERNANCE AND SOCIAL (...). formulation financial governance social journal... virtusinterpress.org/THE-FORMULATION-OF-FINANCIAL.htmlTHE FORMULATION OF FINANCIAL GOVERNANCE AND SOCIAL formulation financial governance social journal virtusinterpress THE FORMULATION OF FINANCIAL html
Read online
File size316.39 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test