POMPOM

Eruditio : Indonesia Journal of Food and Drug SafetyEruditio : Indonesia Journal of Food and Drug Safety

Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia dengan angka prevalensi yang cukup tinggi. Penanganan stunting harus mendapat perhatian serius karena akan mempengaruhi kualitas Sumber Daya Manusia di masa depan. Salah satu upaya pemerintah untuk menurunkan angka stunting adalah dengan penambahan zat gizi pada pangan yang sering dikonsumsi masyarakat, seperti minyak goreng sawit. Fortifikasi vitamin A pada minyak goreng merupakan program pemerintah yang bertujuan untuk menurunkan jumlah orang, terutama anak, yang kekurangan vitamin A. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status kelayakan fortifikasi vitamin A minyak goreng sawit yang beredar di wilayah stunting di Provinsi Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, dan Kalimantan Selatan.

Status kelayakan fortifikasi vitamin A minyak goreng sawit dari tahun 2016-2020 di wilayah stunting Provinsi Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, dan Kalimantan Selatan masih lebih banyak yang tidak memenuhi persyaratan karena di bawah standar yang telah ditetapkan.Disarankan bagi pemerintah untuk menerbitkan regulasi khusus yang mengatur penggunaan kemasan minyak goreng yang aman sehingga lebih dapat mempertahankan kualitas minyak goreng, serta perlunya edukasi mengenai penyimpanan pangan yang baik kepada masyarakat yang berada di jalur distribusi agar kestabilan pangan bisa sampai ke tangan konsumen dengan baik.

Untuk meningkatkan efektivitas fortifikasi vitamin A dalam minyak goreng sawit, pemerintah dapat mempertimbangkan beberapa strategi. Pertama, perlu ada regulasi yang lebih ketat mengenai penggunaan kemasan minyak goreng yang aman dan tahan lama, sehingga kualitas minyak goreng dapat terjaga selama proses distribusi. Kedua, edukasi mengenai penyimpanan pangan yang baik harus diberikan kepada masyarakat di jalur distribusi, agar kestabilan minyak goreng sawit dapat terjaga hingga sampai ke tangan konsumen. Ketiga, penelitian lanjutan dapat dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas fortifikasi vitamin A dalam minyak goreng sawit di wilayah-wilayah lain di Indonesia, dengan mempertimbangkan waktu tempuh dari jalur produksi hingga distribusi. Dengan demikian, upaya pemenuhan zat gizi melalui fortifikasi vitamin A dalam minyak goreng sawit dapat menjadi lebih efektif dan menjangkau lebih banyak masyarakat.

  1. PENGARUH FREKUENSI PENGGORENGAN TERHADAP PENINGKATAN PEROKSIDA MINYAK GORENG CURAH DAN FORTIFIKASI VITAMIN... doi.org/10.12928/kesmas.v9i1.1546PENGARUH FREKUENSI PENGGORENGAN TERHADAP PENINGKATAN PEROKSIDA MINYAK GORENG CURAH DAN FORTIFIKASI VITAMIN doi 10 12928 kesmas v9i1 1546
Read online
File size750.64 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test