POLTEKKES SMGPOLTEKKES SMG
Midwifery and Nursing ResearchMidwifery and Nursing ResearchLatar Belakang: Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang semakin meningkat di kalangan remaja dan dapat menyebabkan morbiditas kardiovaskular dini jika tidak terdeteksi secara awal. Perilaku gaya hidup seperti pola makan, aktivitas fisik, dan indeks massa tubuh (IMT) memiliki hubungan kuat dengan tingkat tekanan darah pada remaja.. . Metode: Penelitian cross‑sectional dilakukan pada bulan Maret–April 2025 melibatkan 120 remaja berusia 15–18 tahun dari sekolah menengah atas di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Indonesia. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur mengenai gaya hidup (pola makan, aktivitas fisik, merokok) serta pengukuran tekanan darah menggunakan sphygmomanometer digital. Analisis hubungan antara faktor gaya hidup dan hipertensi menggunakan uji chi‑square.. . Hasil: Prevalensi hipertensi pada peserta sebesar 14,2 %. Hipertensi secara signifikan berhubungan dengan kelebihan berat badan/obesitas (p=0,001), aktivitas fisik rendah (p=0,012), dan pola makan tinggi garam (p=0,021). Tidak ditemukan hubungan signifikan dengan merokok (p=0,165).. . Kesimpulan: Faktor gaya hidup seperti IMT, aktivitas fisik rendah, dan pola makan tinggi garam secara signifikan berasosiasi dengan hipertensi pada remaja. Intervensi preventif melalui pendidikan berbasis sekolah dan skrining rutin diperlukan untuk mengurangi risiko kardiovaskular jangka panjang serta dampak hipertensi terhadap penyakit ginjal kronis dan penyakit kardiovaskular.
Penelitian ini menyajikan data prevalensi dan faktor risiko hipertensi pada remaja di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.Temuan menunjukkan kebutuhan mendesak untuk melakukan upaya pencegahan hipertensi pada remaja, mengingat 14,2 % peserta terdeteksi memiliki tekanan darah meningkat.Berat badan berlebih/obesitas, aktivitas fisik rendah, dan pola makan tinggi garam terbukti berasosiasi signifikan dengan hipertensi, sedangkan merokok tidak menunjukkan hubungan yang signifikan.
Bagaimana perubahan longitudinal tekanan darah pada remaja dengan overweight/obesitas di Kabupaten Temanggung selama periode lima tahun, serta faktor-faktor yang memediasi progresi menuju hipertensi kronis? Apakah program intervensi berbasis sekolah yang menggabungkan edukasi gizi rendah garam dan peningkatan aktivitas fisik dapat menurunkan prevalensi hipertensi pada remaja secara signifikan dibandingkan dengan pendekatan edukasi standar, melalui desain uji coba terkontrol acak? Bagaimana persepsi, pengetahuan, dan hambatan budaya keluarga dan remaja terkait konsumsi garam tinggi serta pola hidup sedentari, yang dapat diungkap melalui studi kualitatif dengan wawancara mendalam, guna merumuskan strategi komunikatif yang lebih efektif? Selanjutnya, apakah penggunaan teknologi wearable untuk pemantauan aktivitas fisik dan tekanan darah secara real‑time dapat meningkatkan kepatuhan remaja terhadap rekomendasi gaya hidup sehat dan mengurangi kejadian hipertensi, melalui studi pilot eksperimental?.
| File size | 205.71 KB |
| Pages | 6 |
| DMCA | Report |
Related /
SARIPEDIATRISARIPEDIATRI Skrining dini sangat penting karena prevalensi hipertensi pada anak meningkat seiring bertambahnya usia. Saat ini, belum ada upaya skrining rutin hipertensiSkrining dini sangat penting karena prevalensi hipertensi pada anak meningkat seiring bertambahnya usia. Saat ini, belum ada upaya skrining rutin hipertensi
PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA Sebagian besar pasien berada pada stadium terminal G5 (67,4%). Diabetes melitus ditemukan pada 17,8% pasien. Analisis bivariat menunjukkan bahwa pada pasienSebagian besar pasien berada pada stadium terminal G5 (67,4%). Diabetes melitus ditemukan pada 17,8% pasien. Analisis bivariat menunjukkan bahwa pada pasien
POLTEKKES JOGJAPOLTEKKES JOGJA Hal ini menunjukkan efektivitas Buku KIA sebagai alat media praktis dan terjangkau untuk meningkatkan literasi kesehatan maternal. Selain kepemilikan,Hal ini menunjukkan efektivitas Buku KIA sebagai alat media praktis dan terjangkau untuk meningkatkan literasi kesehatan maternal. Selain kepemilikan,
STIKMKSSTIKMKS Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan metode crossectional study. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 250 masyarakat yang menderitaMetode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan metode crossectional study. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 250 masyarakat yang menderita
POLTEKKES SMGPOLTEKKES SMG Metode: Penelitian kuasi‑eksperimental dengan desain kelompok kontrol tidak ekuivalen. Variabel independen adalah edukasi kesehatan melalui media video,Metode: Penelitian kuasi‑eksperimental dengan desain kelompok kontrol tidak ekuivalen. Variabel independen adalah edukasi kesehatan melalui media video,
POLTEKKES SMGPOLTEKKES SMG Penelitian ini menggunakan pendekatan quasi-eksperimen dengan desain pretest-posttest satu kelompok. Populasi penelitian adalah seluruh ibu pasca melahirkanPenelitian ini menggunakan pendekatan quasi-eksperimen dengan desain pretest-posttest satu kelompok. Populasi penelitian adalah seluruh ibu pasca melahirkan
PKRPKR Teknik pengambilan sampelnya adalah total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 67 orang. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah kuesioner.Teknik pengambilan sampelnya adalah total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 67 orang. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah kuesioner.
POLTEKKES SMGPOLTEKKES SMG Jika pijat endorfin diberikan kepada ibu pasca persalinan, akan memberikan rasa tenang dan nyaman selama menyusui sehingga meningkatkan respons kelenjarJika pijat endorfin diberikan kepada ibu pasca persalinan, akan memberikan rasa tenang dan nyaman selama menyusui sehingga meningkatkan respons kelenjar
Useful /
JMHSAJMHSA This report describes a case of complete hydatidiform mole in a 35-year-old woman, in which diagnosis was primarily established through characteristicThis report describes a case of complete hydatidiform mole in a 35-year-old woman, in which diagnosis was primarily established through characteristic
PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA Penelitian ini menggunakan desain kuasi‑eksperimental dengan satu kelompok eksperimen yang mendapatkan kegiatan ice‑breaking dan satu kelompok kontrol,Penelitian ini menggunakan desain kuasi‑eksperimental dengan satu kelompok eksperimen yang mendapatkan kegiatan ice‑breaking dan satu kelompok kontrol,
PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA 0, ditambah dengan analisis tematik transkrip wawancara, mengungkapkan permintaan yang menonjol di bidang perdagangan (65,8%), pariwisata (58,3%), dan0, ditambah dengan analisis tematik transkrip wawancara, mengungkapkan permintaan yang menonjol di bidang perdagangan (65,8%), pariwisata (58,3%), dan
POLTEKKES SMGPOLTEKKES SMG Latar belakang: Perawatan sayang ibu dan bayi adalah program pemerintah yang menjadi inti layanan kebidanan di rumah sakit. Perawatan kebidanan ini harusLatar belakang: Perawatan sayang ibu dan bayi adalah program pemerintah yang menjadi inti layanan kebidanan di rumah sakit. Perawatan kebidanan ini harus