POLNEPPOLNEP
EksosEksosMengingat sangat pentingnya SDM bagi sebuah perusahaan, serta tingkat persaingan yang semakin ketat, maka kemampuan yang kompetitif dan memiliki keunggulan yang bersaing dapat dilakukan dengan pemberdayaan karyawan. Pemberdayaan juga diharapkan dapat memberikan motivasi kerja bagi karyawan, karena diberikannya wewenang dan kepercayaan untuk membuat keputusan sehingga kinerja karyawan diharapkan menjadi tinggi. Karyawan yang diberdayakan akan merasa diberikan keleluasaan serta akan mengeluarkan kemampuan yang dimilikinya sehingga diharapkan dapat meningkatkan kinerjanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi dari pemberdayaan karyawan dan pemberian motivasi dalam upaya meningkatkan kinerja karyawan (out sourcing) PT Arina Multikarya Cabang Pontianak, karena dari hasil beberapa penelitian menunjukkan pemberdayaan dan motivasi merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kinerja karyawan. Pada penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan menggunakan sampel sebanyak 69 responden dengan menggunakan teknik analisis regresi yang terstandarisasi (path analysis). Dari penelitian ini diharapkan dapat diketahui: bentuk pemberdayaan yang dilakukan oleh PT Arina Multikarya Cabang Pontianak, bagaimana dampak pemberdayaan terhadap motivasi kerja, bagaimana dampak pemberdayaan terhadap kinerja karyawan dan bagaimana dampak pemberdayaan dan motivasi terhadap kinerja karyawan. Untuk mengukur variabel peneliti menggunakan skala Likert Alternatif penilaian dalam pengukuran item-item tersebut terdiri dari 5 (lima) alternatif pilihan bernilai 1 s.d. 5, yang diterapkan secara bervariasi sesuai pertanyaan. Hasil penelitian dengan menggunakan teknik analisis regresi yang terstandarisasi di ketahui bahwa: (1) Pemberdayaan karyawan memiliki pengaruh terhadap motivasi kerja karyawan sebesar yaitu sebesar 33,4%; (2) Motivasi kerja karyawan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan sebesar 60,7%; dan (3) Pemberdayaan karyawan memiliki pengaruh terhadap kinerja karyawan sebesar 57,1%.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemberdayaan karyawan memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap motivasi kerja dan secara langsung juga meningkatkan kinerja karyawan.Motivasi kerja juga ditemukan berpengaruh positif terhadap kinerja, menegaskan bahwa kedua faktor tersebut penting.Menariknya, pengaruh langsung pemberdayaan terhadap kinerja memiliki dampak yang lebih besar dibandingkan jalur lainnya.
Penelitian selanjutnya dapat lebih mendalami bagaimana para karyawan, terutama yang bekerja di garis depan seperti pramuniaga, benar-benar merasakan dan memaknai pemberdayaan dalam pekerjaan mereka sehari-hari. Apakah pemberian kepercayaan dan wewenang ini secara konsisten membuat mereka merasa dihargai, ataukah justru menambah beban tanggung jawab tanpa dukungan yang memadai? Penting untuk menggali pengalaman subjektif karyawan melalui wawancara mendalam atau kelompok diskusi, guna memahami nuansa emosional dan psikologis yang terlibat dalam proses pemberdayaan, yang mungkin tidak tertangkap oleh survei kuantitatif. Selain itu, mengingat penelitian ini berfokus pada karyawan alih daya, akan sangat menarik untuk meneliti apakah status kepegawaian (tetap versus kontrak/alih daya) memengaruhi efektivitas program pemberdayaan dan motivasi. Apakah karyawan kontrak memiliki persepsi yang berbeda tentang kesempatan untuk mengembangkan kreativitas atau mengambil inisiatif dibandingkan karyawan tetap, dan bagaimana hal ini memengaruhi komitmen serta kinerja mereka dalam jangka panjang? Terakhir, untuk memperluas cakupan penelitian, studi di masa depan dapat membandingkan model pemberdayaan yang paling efektif di berbagai jenis perusahaan atau sektor industri yang berbeda, bukan hanya pada penyedia jasa tenaga kerja. Ini akan membantu mengidentifikasi praktik pemberdayaan terbaik yang dapat disesuaikan dengan konteks organisasi yang beragam, sehingga hasilnya lebih aplikatif secara luas dan dapat memberikan panduan yang lebih komprehensif bagi perusahaan yang ingin memaksimalkan potensi sumber daya manusianya.
| File size | 520 KB |
| Pages | 18 |
| DMCA | Report |
Related /
STTMCILEUNGSISTTMCILEUNGSI Penelitian dilakukan melalui studi kasus di PT XYZ dengan metode observasi, wawancara, dan kuesioner kepada tim validasi. Hasil identifikasi menunjukkanPenelitian dilakukan melalui studi kasus di PT XYZ dengan metode observasi, wawancara, dan kuesioner kepada tim validasi. Hasil identifikasi menunjukkan
STTMCILEUNGSISTTMCILEUNGSI Oleh karena itu, diperlukan pendekatan sistematis untuk mengidentifikasi, menilai, dan mengendalikan risiko guna meminimalkan terjadinya kecelakaan kerjaOleh karena itu, diperlukan pendekatan sistematis untuk mengidentifikasi, menilai, dan mengendalikan risiko guna meminimalkan terjadinya kecelakaan kerja
STTMCILEUNGSISTTMCILEUNGSI Lean meningkatkan efisiensi proses dan kualitas, sedangkan Green Lean memberikan peningkatan lanjutan pada efisiensi energi dan pengurangan limbah. PenelitianLean meningkatkan efisiensi proses dan kualitas, sedangkan Green Lean memberikan peningkatan lanjutan pada efisiensi energi dan pengurangan limbah. Penelitian
STTMCILEUNGSISTTMCILEUNGSI Simpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan metode Reorder Point dan Reorder Quantity dapat menjadi solusi yang efektif dalam meningkatkanSimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan metode Reorder Point dan Reorder Quantity dapat menjadi solusi yang efektif dalam meningkatkan
STTMCILEUNGSISTTMCILEUNGSI Kondisi ini menuntut unit operasional distribusi listrik untuk memiliki sistem evaluasi kinerja komprehensif guna mengidentifikasi kesenjangan operasional.Kondisi ini menuntut unit operasional distribusi listrik untuk memiliki sistem evaluasi kinerja komprehensif guna mengidentifikasi kesenjangan operasional.
STTMCILEUNGSISTTMCILEUNGSI Berdasarkan hasil penelitian, metode Single Exponential Smoothing (SES) dengan parameter α = 0,3 menghasilkan tingkat akurasi terbaik dengan nilai MAPEBerdasarkan hasil penelitian, metode Single Exponential Smoothing (SES) dengan parameter α = 0,3 menghasilkan tingkat akurasi terbaik dengan nilai MAPE
STTMCILEUNGSISTTMCILEUNGSI Dari 37 catatan awal, hanya 7 studi memenuhi kriteria inklusi. Hasil menunjukkan mayoritas penelitian berfokus pada penilaian dampak lingkungan menggunakanDari 37 catatan awal, hanya 7 studi memenuhi kriteria inklusi. Hasil menunjukkan mayoritas penelitian berfokus pada penilaian dampak lingkungan menggunakan
STTMCILEUNGSISTTMCILEUNGSI Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh waktu fermentasi terhadap perubahan suhu dan pH pupuk organik kotoran sapi menggunakan metode regresiPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh waktu fermentasi terhadap perubahan suhu dan pH pupuk organik kotoran sapi menggunakan metode regresi
Useful /
MALAHAYATIMALAHAYATI Proses analisis mencakup berbagai uji, antara lain validitas, reliabilitas, normalitas, multikolinearitas, serta analisis regresi berganda. Temuan penelitianProses analisis mencakup berbagai uji, antara lain validitas, reliabilitas, normalitas, multikolinearitas, serta analisis regresi berganda. Temuan penelitian
MALAHAYATIMALAHAYATI Objek penelitian adalah industri rumah tangga kerajinan limbah plastik. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif deskriptif. HasilObjek penelitian adalah industri rumah tangga kerajinan limbah plastik. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif deskriptif. Hasil
AKPERRSPADJAKARTAAKPERRSPADJAKARTA Berdasarkan survei pendahuluan yang dilakukan peneliti terhadap pasangan usia subur (PUS), ditemukan bahwa 6 dari 10 pasangan tidak mengetahui atau memahamiBerdasarkan survei pendahuluan yang dilakukan peneliti terhadap pasangan usia subur (PUS), ditemukan bahwa 6 dari 10 pasangan tidak mengetahui atau memahami
AKPERRSPADJAKARTAAKPERRSPADJAKARTA Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas ibu (67,7%) tidak bersedia menggunakan kontrasepsi IUD, sementara hanya 32,3% yang bersedia. Analisis demografisHasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas ibu (67,7%) tidak bersedia menggunakan kontrasepsi IUD, sementara hanya 32,3% yang bersedia. Analisis demografis