STTMCILEUNGSISTTMCILEUNGSI
JENIUS : Jurnal Terapan Teknik IndustriJENIUS : Jurnal Terapan Teknik IndustriPengendalian persediaan memiliki peran penting dalam menjaga kelancaran operasional dan efisiensi biaya perusahaan. PT XYZ menghadapi permasalahan dalam pengelolaan persediaan berupa ketidakseimbangan antara jumlah persediaan dengan tingkat kebutuhan aktual, yang berpotensi menyebabkan kelebihan stok maupun kekurangan persediaan. Kondisi tersebut dapat mengganggu kegiatan operasional dan meningkatkan biaya penyimpanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengoptimalkan sistem pengendalian persediaan di PT XYZ menggunakan metode Reorder Point dan Reorder Quantity. Metode Reorder Point digunakan untuk menentukan titik pemesanan kembali berdasarkan tingkat permintaan, waktu tunggu pengadaan, dan persediaan pengaman, sedangkan metode Reorder Quantity digunakan untuk menentukan jumlah pemesanan yang optimal agar biaya persediaan dapat diminimalkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Reorder Point dan Reorder Quantity mampu meningkatkan ketepatan waktu pemesanan dan menyesuaikan jumlah persediaan dengan kebutuhan aktual. Selain itu, metode ini membantu menurunkan risiko kehabisan stok dan mengurangi potensi kelebihan persediaan. Simpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan metode Reorder Point dan Reorder Quantity dapat menjadi solusi yang efektif dalam meningkatkan efisiensi pengendalian persediaan serta mendukung kelancaran operasional PT XYZ.
Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa sistem pengendalian persediaan yang diterapkan di PT XYZ sebelum penelitian ini masih belum berbasis pada pendekatan kuantitatif yang terstruktur, sehingga berpotensi menimbulkan ketidaktepatan dalam menentukan waktu dan jumlah pemesanan kembali.Penerapan metode Reorder Point (ROP) dan Reorder Quantity (ROQ) memberikan hasil yang lebih sistematis dalam menentukan kebijakan persediaan.Perhitungan ROP mampu menentukan titik pemesanan kembali secara terukur dengan mempertimbangkan permintaan selama lead time dan safety stock, sehingga risiko kekurangan persediaan dapat diminimalkan.Sementara itu, metode ROQ menghasilkan jumlah pemesanan optimal yang menyeimbangkan biaya pemesanan dan biaya penyimpanan, sehingga berpotensi menurunkan total biaya persediaan.Hasil analisis sensitivitas menunjukkan bahwa model relatif stabil terhadap perubahan parameter permintaan dan biaya penyimpanan dalam batas variasi tertentu.Hal ini mengindikasikan bahwa metode yang digunakan cukup adaptif dalam mendukung pengambilan keputusan operasional.Dengan demikian, penerapan metode ROP dan ROQ di PT XYZ dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengendalian persediaan serta mendukung kelancaran operasional perusahaan secara berkelanjutan.
Untuk penelitian lanjutan, dapat dipertimbangkan pengembangan model yang mempertimbangkan permintaan yang bersifat probabilistik dan variasi lead time guna meningkatkan akurasi dalam kondisi operasional yang lebih dinamis. Selain itu, integrasi metode ROP dan ROQ ke dalam sistem informasi persediaan berbasis komputer dapat menjadi fokus penelitian selanjutnya, dengan melakukan evaluasi parameter secara berkala agar kebijakan persediaan tetap sesuai dengan kondisi aktual. Penelitian ini juga dapat dieksplorasi lebih lanjut dengan mengkaji dampak penerapan metode ini terhadap kinerja operasional perusahaan secara keseluruhan, termasuk analisis biaya-manfaat dan pengukuran tingkat kepuasan pelanggan.
- OPTIMALISASI MANAJEMEN PERSEDIAAN DENGAN EOQ, ROP, DAN SAFETY STOCK | RISTANSI: Riset Akuntansi. optimalisasi... doi.org/10.32815/ristansi.v6i1.2622OPTIMALISASI MANAJEMEN PERSEDIAAN DENGAN EOQ ROP DAN SAFETY STOCK RISTANSI Riset Akuntansi optimalisasi doi 10 32815 ristansi v6i1 2622
- Analisis perencanaan persediaan untuk mengurangi biaya persediaan bahan baku dengan metode economic order... doi.org/10.37373/jenius.v4i1.459Analisis perencanaan persediaan untuk mengurangi biaya persediaan bahan baku dengan metode economic order doi 10 37373 jenius v4i1 459
- Penerapan Metode Economic Order Quantity (EOQ) Dan Reorder Point (ROP) Pada Pengendalian Persediaan Bahan... ejournal-polnam.ac.id/index.php/JurnalManeksi/article/view/1833Penerapan Metode Economic Order Quantity EOQ Dan Reorder Point ROP Pada Pengendalian Persediaan Bahan ejournal polnam ac index php JurnalManeksi article view 1833
- Inventory Management System Using Economic Order Quantity And Reorder Point | G-Tech: Jurnal Teknologi... ejournal.uniramalang.ac.id/index.php/g-tech/article/view/4780Inventory Management System Using Economic Order Quantity And Reorder Point G Tech Jurnal Teknologi ejournal uniramalang ac index php g tech article view 4780
| File size | 201.55 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
STTMCILEUNGSISTTMCILEUNGSI Analisis menunjukkan bahwa kebijakan pengendalian persediaan perusahaan kurang efisien dibandingkan metode lot sizing alternatif, dengan total biaya Rp490.000,Analisis menunjukkan bahwa kebijakan pengendalian persediaan perusahaan kurang efisien dibandingkan metode lot sizing alternatif, dengan total biaya Rp490.000,
STTMCILEUNGSISTTMCILEUNGSI Penelitian ini menunjukkan bahwa permasalahan utama dalam aktivitas pembersihan mesin Krofta terletak pada ketiadaan sistem dokumentasi kerja yang terstandar,Penelitian ini menunjukkan bahwa permasalahan utama dalam aktivitas pembersihan mesin Krofta terletak pada ketiadaan sistem dokumentasi kerja yang terstandar,
STTMCILEUNGSISTTMCILEUNGSI Penelitian selanjutnya disarankan membandingkan metode line balancing lainnya, mengintegrasikan pendekatan simulasi dan optimasi, serta memperhitungkanPenelitian selanjutnya disarankan membandingkan metode line balancing lainnya, mengintegrasikan pendekatan simulasi dan optimasi, serta memperhitungkan
STTMCILEUNGSISTTMCILEUNGSI Dalam menghadapi persaingan pasar yang semakin ketat, perusahaan dituntut untuk terus meningkatkan produktivitas produksi agar tetap kompetitif. PermasalahanDalam menghadapi persaingan pasar yang semakin ketat, perusahaan dituntut untuk terus meningkatkan produktivitas produksi agar tetap kompetitif. Permasalahan
STTMCILEUNGSISTTMCILEUNGSI Penelitian selanjutnya dapat mengintegrasikan RPW dengan metode heuristik lain seperti Kilbridge & Wester Column untuk menangani lini produksi multi‑produk.Penelitian selanjutnya dapat mengintegrasikan RPW dengan metode heuristik lain seperti Kilbridge & Wester Column untuk menangani lini produksi multi‑produk.
STTMCILEUNGSISTTMCILEUNGSI Pengukuran dilakukan dengan mengombinasikan metode Analytic Hierarchy Process (AHP) untuk pembobotan, Objective Matrix (OMAX) dan Traffic Light SystemPengukuran dilakukan dengan mengombinasikan metode Analytic Hierarchy Process (AHP) untuk pembobotan, Objective Matrix (OMAX) dan Traffic Light System
STTMCILEUNGSISTTMCILEUNGSI Temuan tersebut mengindikasikan bahwa penyesuaian jadwal perawatan diperlukan agar sesuai dengan pola kerusakan aktual mesin. Spreader Roll juga teridentifikasiTemuan tersebut mengindikasikan bahwa penyesuaian jadwal perawatan diperlukan agar sesuai dengan pola kerusakan aktual mesin. Spreader Roll juga teridentifikasi
UNESAUNESA Hasil analisis menunjukkan bahwa kedua bentuk mata pisau memberikan perbedaan waktu dan efisiensi pengupasan. Mata pisau datar berongga memiliki rata-rataHasil analisis menunjukkan bahwa kedua bentuk mata pisau memberikan perbedaan waktu dan efisiensi pengupasan. Mata pisau datar berongga memiliki rata-rata
Useful /
STTMCILEUNGSISTTMCILEUNGSI Sistem ini dikembangkan melalui tiga iterasi prototipe berdasarkan umpan balik pengguna mengenai penggunaan dan fungsinya. Sistem yang dikembangkan, bernamaSistem ini dikembangkan melalui tiga iterasi prototipe berdasarkan umpan balik pengguna mengenai penggunaan dan fungsinya. Sistem yang dikembangkan, bernama
STTMCILEUNGSISTTMCILEUNGSI Lean meningkatkan efisiensi proses dan kualitas, sedangkan Green Lean memberikan peningkatan lanjutan pada efisiensi energi dan pengurangan limbah. PenelitianLean meningkatkan efisiensi proses dan kualitas, sedangkan Green Lean memberikan peningkatan lanjutan pada efisiensi energi dan pengurangan limbah. Penelitian
UNESAUNESA dengan menggunakan tiga variasi bahan bakar (pertalite, pertamax, gas LPG). Pengujian dilakukan untuk mengetahui apakah mesin bahan bakar minyak bisa dimodifikasidengan menggunakan tiga variasi bahan bakar (pertalite, pertamax, gas LPG). Pengujian dilakukan untuk mengetahui apakah mesin bahan bakar minyak bisa dimodifikasi
UNESAUNESA Hasil cetak rack and pinion kemudian menjalani tahap finishing. Dari empat pengujian, pencetakan dengan infill pattern honeycomb dan posisi awal pencetakanHasil cetak rack and pinion kemudian menjalani tahap finishing. Dari empat pengujian, pencetakan dengan infill pattern honeycomb dan posisi awal pencetakan