STISBIMASTISBIMA

Al-Ittihad: Jurnal Pemikiran dan Hukum IslamAl-Ittihad: Jurnal Pemikiran dan Hukum Islam

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi dakwah Ramadhan oleh pendakwah muda dalam membimbing praktik keagamaan jamaah di Masjid At-Taqwa Tawangrejo dalam perspektif hukum fiqih. Dakwah Ramadhan memiliki peran penting dalam meningkatkan pemahaman keagamaan dan kualitas ibadah umat, khususnya dalam pelaksanaan puasa, zakat fitrah, shalat tarawih, dan berbagai amalan sunnah lainnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian lapangan dan analisis deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap kegiatan dakwah Ramadhan yang dilakukan oleh pendakwah muda di masjid tersebut. Analisis juga dilakukan dengan pendekatan normatif dalam perspektif hukum fiqih untuk menilai kesesuaian materi dan metode dakwah dengan prinsip-prinsip fiqih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dakwah Ramadhan dilaksanakan secara terencana dan terkoordinasi dengan pengurus takmir masjid. Pendakwah muda memiliki kesiapan keilmuan yang memadai dalam menyampaikan materi fiqih ibadah yang didukung oleh dalil Al-Quran, hadis, dan literatur fiqih. Selain itu, metode penyampaian dilakukan secara komunikatif melalui ceramah singkat, penjelasan praktis, dan sesi tanya jawab interaktif. Dakwah tersebut tidak hanya berfungsi sebagai penyampaian materi keagamaan, tetapi juga sebagai proses edukasi fiqih praktis yang membimbing jamaah dalam melaksanakan ibadah Ramadhan secara tepat sesuai dengan tuntunan syariat.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi dakwah Ramadhan oleh pendakwah muda di Masjid At-Taqwa Tawangrejo berperan signifikan dalam membimbing praktik keagamaan jamaah melalui pendekatan yang berlandaskan hukum fiqih.Dakwah yang dilaksanakan tidak hanya berfungsi sebagai penyampaian materi keagamaan, tetapi juga sebagai proses edukasi fiqih praktis yang membantu jamaah memahami dan mengamalkan ibadah Ramadhan secara tepat sesuai tuntunan syariat.Dari aspek kesiapan keilmuan, pendakwah muda menunjukkan penguasaan yang memadai terhadap materi fiqih ibadah Ramadhan, seperti hukum puasa, zakat fitrah, fidyah, shalat tarawih, dan amalan sunnah.Kesiapan ilmiah ini memungkinkan pendakwah memberikan penjelasan hukum ibadah secara akurat, normatif, sekaligus aplikatif dalam kehidupan jamaah.Hal tersebut mencerminkan adanya tanggung jawab ilmiah dalam dakwah, yaitu kewajiban menyampaikan ajaran syariat secara benar dan proporsional.Dari segi kesiapan metodologis dan etika dakwah, pendakwah muda mampu menyesuaikan metode penyampaian dengan karakter jamaah melalui bahasa yang sederhana, komunikatif, dan kontekstual.Penyampaian materi dilakukan secara sistematis, bertahap, dan disertai contoh praktis, sehingga dakwah tidak hanya berorientasi pada transfer pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan kesadaran beragama jamaah.Pendekatan ini mencerminkan penerapan etika dakwah yang menekankan empati komunikatif, tanggung jawab moral, dan relevansi pesan dengan kondisi sosial jamaah.Sementara itu, dari perspektif kualitas penyampaian dakwah, pendakwah muda menunjukkan sikap kehati-hatian dalam penggunaan dalil serta mampu menjelaskan perbedaan pendapat ulama (ikhtilaf fiqih) secara proporsional dan moderat.Metode dakwah yang memadukan ceramah singkat, penjelasan praktis, dan sesi tanya jawab mencerminkan penerapan prinsip bi al-hikmah, mawizhah hasanah, dan dialog yang konstruktif, sehingga jamaah dapat memahami hukum ibadah secara lebih komprehensif serta mengklarifikasi persoalan fiqih yang dihadapi dalam praktik sehari-hari.Implementasi dakwah Ramadhan di Masjid At-Taqwa Tawangrejo juga menunjukkan keterkaitan yang kuat antara materi dakwah dengan kebutuhan praktik keagamaan jamaah.Tema-tema dakwah difokuskan pada pembimbingan ibadah secara praktis, sehingga dakwah berfungsi sebagai proses talim al-ahkam (pengajaran hukum ibadah) yang aplikatif.Dampaknya, jamaah tidak hanya mengalami peningkatan kuantitas ibadah, tetapi juga kualitas pemahaman hukum fiqih serta sikap toleran terhadap perbedaan praktik ibadah yang masih berada dalam koridor syariat.Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa terdapat hubungan yang erat antara kesiapan pendakwah muda, kualitas penyampaian dakwah, dan praktik keagamaan jamaah selama Ramadhan.Dalam perspektif hukum fiqih, implementasi dakwah Ramadhan oleh pendakwah muda di Masjid At-Taqwa Tawangrejo dapat dipahami sebagai bentuk pembimbingan praktik ibadah yang berlandaskan prinsip kehati-hatian (ihtiyath), kebijaksanaan (hikmah), dan tanggung jawab ilmiah dalam dakwah.

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan kajian lebih mendalam mengenai strategi komunikasi dakwah yang efektif dalam konteks dakwah Ramadhan, terutama dalam hal penggunaan media sosial dan platform digital. Kedua, penelitian dapat fokus pada analisis dampak dakwah Ramadhan terhadap perubahan perilaku dan praktik keagamaan jamaah secara jangka panjang. Ketiga, studi komparatif antara dakwah Ramadhan yang dilakukan oleh pendakwah muda dengan pendakwah senior dapat memberikan perspektif yang lebih luas mengenai peran dan kontribusi masing-masing dalam pembinaan umat.

  1. IMPLEMENTASI DAKWAH RAMADHAN PENDAKWAH MUDA DALAM BIMBINGAN KEAGAMAAN JAMAAH MASJID AT-TAQWA TAWANGREJO... e-journal.stisbima.ac.id/index.php/ittihad/article/view/326IMPLEMENTASI DAKWAH RAMADHAN PENDAKWAH MUDA DALAM BIMBINGAN KEAGAMAAN JAMAAH MASJID AT TAQWA TAWANGREJO e journal stisbima ac index php ittihad article view 326
  2. Vol 10 No 2 (2024): December | Al-Ittihad: Jurnal Pemikiran dan Hukum Islam. vol december al ittihad... doi.org/10.61817/ittihad.v10i2Vol 10 No 2 2024 December Al Ittihad Jurnal Pemikiran dan Hukum Islam vol december al ittihad doi 10 61817 ittihad v10i2
Read online
File size578.1 KB
Pages26
DMCAReport

Related /

ads-block-test