JURNALFKIPUNTADJURNALFKIPUNTAD

Jurnal Akademika KimiaJurnal Akademika Kimia

Kerang meti (Batissa violacea L) merupakan salah satu jenis moluska yang hidup di perairan tawar. Limbah cangkang mengandung kadar kalsium karbonat yang tinggi (98% berat) dan berpotensi untuk dimanfaatkan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar kalsium (Ca) dan fosfor (P) pada cangkang meti (Batissa violacea L) dari Desa Woomparigi, Kabupaten Morowali Utara. Analisis kadar kalsium (Ca) dilakukan dengan spektrofotometer serapan atom (AAS) pada panjang gelombang 422,7 nm, sedangkan kadar fosfor (P) diukur dengan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 590 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi rata‑rata kalsium (Ca) adalah 14,58%, sementara konsentrasi rata‑rata fosfor (P) adalah 2,01%.

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, analisis kadar kalsium dan fosfor pada limbah cangkang kerang Meti (Batissa violacea L) dari desa Woomparigi, Kabupaten Morowali Utara menunjukkan bahwa cangkang tersebut mengandung unsur kimia utama, yaitu kalsium dan fosfor, dengan kadar masing‑masing 14,58% dan 2,01% (berdasarkan berat kering).

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi (1) bagaimana variasi geografis memengaruhi kandungan kalsium dan fosfor pada cangkang kerang Meti dengan melakukan survei sistematis di beberapa daerah aliran sungai di Sulawesi Selatan, sehingga dapat dipetakan potensi sumber mineral secara lebih komprehensif dan mengidentifikasi faktor lingkungan yang berperan. (2) Selanjutnya, perlu diteliti efisiensi dan kelayakan penggunaan limbah cangkang Meti sebagai bahan baku pembuatan pupuk organik atau bahan adsorben untuk penghilangan logam berat, dengan menguji performa produk yang dihasilkan dalam kondisi laboratorium dan lapangan serta membandingkannya dengan bahan alternatif lain. (3) Akhirnya, penelitian harus mengembangkan prosedur pengolahan yang lebih ramah lingkungan, seperti penggunaan asam organik atau teknik biokimia untuk ekstraksi kalsium dan fosfor, serta menilai dampak lingkungan dari proses tersebut melalui analisis siklus hidup. Dengan menjawab ketiga pertanyaan ini, dapat diperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai pemanfaatan berkelanjutan limbah cangkang kerang Meti serta kontribusinya terhadap ekonomi sirkular. Selain itu, studi jangka panjang mengenai kestabilan kimia dan fisik limbah setelah diproses akan memberikan data penting untuk implementasi skala industri.

  1. Produksi Tepung Tulang Ikan Tuna (Thunnus Sp) Dengan Metode Kering Sebagai Sumber Kalsium Dan Fosfor... doi.org/10.31957/jipi.v8i1.1132Produksi Tepung Tulang Ikan Tuna Thunnus Sp Dengan Metode Kering Sebagai Sumber Kalsium Dan Fosfor doi 10 31957 jipi v8i1 1132
  2. An Innovative Use of Hydroxyapatite (HAp) from Pokea Clam Shells (Batissa violacea var. celebensis) for... doi.org/10.47191/etj/v9i11.04An Innovative Use of Hydroxyapatite HAp from Pokea Clam Shells Batissa violacea var celebensis for doi 10 47191 etj v9i11 04
  3. Analysis Of Phosphorus And Potassium Levels In Organic Fertilizer In The Integrated Laboratory Of Jombang... doi.org/10.20885/ijcr.vol3.iss2.art1Analysis Of Phosphorus And Potassium Levels In Organic Fertilizer In The Integrated Laboratory Of Jombang doi 10 20885 ijcr vol3 iss2 art1
  4. PENGARUH SUBTITUSI TEPUNG TERIGU DENGAN TEPUNG SUKUN (Artocarpus altilis) TERHADAP MUTU KIMIA KUE SEMPRONG... doi.org/10.31970/pangan.v5i1.31PENGARUH SUBTITUSI TEPUNG TERIGU DENGAN TEPUNG SUKUN Artocarpus altilis TERHADAP MUTU KIMIA KUE SEMPRONG doi 10 31970 pangan v5i1 31
Read online
File size533.25 KB
Pages4
DMCAReport

Related /

ads-block-test