UNDIPUNDIP

Jurnal Riset Kesehatan MasyarakatJurnal Riset Kesehatan Masyarakat

Sebagai serangga yang berbahaya, kecoa dapat mencemari makanan manusia di mana saja, termasuk pada kantin sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kepadatan dan keragaman populasi kecoa pada kantin sekolah. Penelitian dilakukan di Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, pada November 2022. Metode survei dengan sampel jenuh dan desain penelitian cross‑sectional digunakan. Populasi penelitian terdiri dari 21 kantin sekolah di Kecamatan Gunung Talang. Data dikumpulkan melalui observasi. Kecoa dikumpulkan menggunakan perangkap sticky yang dipasang selama dua malam. Identifikasi kecoa dilakukan dengan mikroskop berdasarkan kunci identifikasi kecoa. Kecoa dihitung berdasarkan spesies dan lokasi penangkapan. Data dianalisis secara deskriptif. Jumlah kecoa yang berhasil dikumpulkan dari 21 kantin sekolah berjumlah 98 ekor. Sebanyak 47,62 % kantin dapat dikategorikan bersih atau memiliki populasi kecoa sangat rendah, dan 33,33 % memiliki populasi kecoa rendah. Sebanyak 9,53 % kantin memiliki populasi kecoa sedang, 4,76 % tinggi, dan 4,76 % sangat tinggi. Enam kantin memiliki lebih dari satu spesies kecoa.

Penelitian menemukan total 98 ekor kecoa pada 21 kantin sekolah menengah di Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, dengan kepadatan yang sangat bervariasi (0–45 ekor) dan enam kantin tidak memenuhi standar kesehatan karena indeks kepadatan >2.Sebanyak enam kantin menunjukkan keragaman spesies lebih dari satu, dengan spesies yang teridentifikasi berupa Periplaneta australasiae, Periplaneta americana, Blattella germanica, dan Pycnoscelus surinamensis.Hasil ini mengindikasikan kebutuhan intervensi kebersihan dan kontrol vektor di kantin sekolah.

Penelitian lanjutan dapat mengevaluasi pengaruh intervensi sanitasi rutin, seperti pembersihan sisa makanan dan perbaikan kebersihan lingkungan, terhadap penurunan kepadatan kecoa di kantin sekolah selama periode yang lebih panjang. Selain itu, studi longitudinal yang mencakup beberapa kecamatan atau kabupaten serta memperhitungkan faktor musiman, suhu, dan kelembaban dapat mengidentifikasi variabel lingkungan yang mempengaruhi kepadatan dan keragaman populasi kecoa. Terakhir, uji coba strategi pengendalian terpadu (Integrated Pest Management) yang menggabungkan metode kimia, biologis, dan mekanis dapat menilai efektivitasnya dalam mengurangi jumlah dan variasi spesies kecoa serta meningkatkan kepatuhan standar kesehatan kantin.

  1. Plant Protection Science: Temperature-dependent development and mortality of Australian cockroach, Periplaneta... doi.org/10.17221/3118-PPSPlant Protection Science Temperature dependent development and mortality of Australian cockroach Periplaneta doi 10 17221 3118 PPS
  2. La Réunion and Mayotte cockroaches: impact of altitude and human activity. la union mayotte cockroaches... comptes-rendus.academie-sciences.fr/biologies/articles/10.1016/S1631-0691(03)00059-3La Ryunion and Mayotte cockroaches impact of altitude and human activity la union mayotte cockroaches comptes rendus academie sciences fr biologies articles 10 1016 S1631 0691 03 00059 3
Read online
File size544.93 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test