UNSUNS
Journal of Biodiversity and BiotechnologyJournal of Biodiversity and BiotechnologyKedelai (Glycine max L. Merrill) merupakan komoditas penting setelah beras dan jagung. Kedelai digunakan sebagai makanan, pakan, dan bahan baku industri pangan. Salah satu hambatan biologis utama terhadap produktivitas kedelai adalah penyakit pustula bakteri yang disebabkan oleh Xanthomonas axonopodis pv. glycines (Xag), patogen yang disukai oleh lingkungan hangat dan lembap. Tinjauan ini menyintesis pengetahuan saat ini tentang epidemiologi, patogenesis, dan kerugian ekonomi yang terkait dengan pustula bakteri kedelai, dengan menekankan statusnya di Indonesia. Studi yang tersedia menunjukkan bahwa pustula bakteri tersebar luas di daerah penghasil kedelai utama, dengan tingkat keparahan penyakit yang dilaporkan berkisar antara 12% hingga 70%. Di bawah kondisi lingkungan yang menguntungkan, kerugian hasil dapat mencapai 7-40%, terutama akibat defoliasi, efisiensi fotosintesis yang berkurang, dan penurunan ukuran dan jumlah biji. Perkembangan penyakit sangat terkait dengan suhu 26-30 °C, kelembaban relatif tinggi, dan basah daun yang berkepanjangan, kondisi yang umum terjadi selama musim hujan di agroekosistem tropis. Iklim tropis Indonesia yang hangat dan lembap menyediakan kondisi yang sesuai untuk bertahan hidup, penyebaran, dan infeksi patogen, terutama selama musim hujan. Tinjauan ini menyoroti kesenjangan pengetahuan kunci dan menekankan kebutuhan untuk penilaian epidemiologis terintegrasi untuk mengurangi kerugian hasil dan mendukung produksi kedelai yang berkelanjutan di Indonesia.
Bakteri pustula yang disebabkan oleh Xanthomonas axonopodis pv.glycines adalah penyakit daun penting yang mempengaruhi produktivitas kedelai di bawah kondisi lingkungan yang menguntungkan.Perkembangan penyakit dipengaruhi oleh interaksi antara virulensi patogen, kerentanan inang, dan faktor lingkungan seperti suhu, kelembaban, dan praktik penanaman.Bukti menunjukkan bahwa pustula bakteri dapat menyebabkan keparahan penyakit yang signifikan dan kerugian hasil, menyoroti signifikansinya secara ekonomi.Di Indonesia, penyakit telah dilaporkan di beberapa daerah penghasil kedelai di mana kondisi lingkungan mendukung kelangsungan hidup dan penyebaran patogen.Namun, data kuantitatif komprehensif dan informasi tentang keragaman populasi patogen masih terbatas.Penelitian masa depan harus fokus pada penilaian epidemiologis terintegrasi, karakterisasi molekuler populasi patogen, dan evaluasi resistensi inang di bawah kondisi yang beragam.Penguatan penelitian yang mengintegrasikan penilaian epidemiologis, agroekosistem tropis, dan pendekatan bioteknologi akan menjadi hal yang penting untuk meningkatkan pengelolaan penyakit dan mendukung produksi kedelai yang berkelanjutan di Indonesia.
Untuk mendukung produksi kedelai yang berkelanjutan di Indonesia, penelitian lanjutan dapat berfokus pada pengembangan model prediksi penyakit yang akurat dengan mempertimbangkan variabilitas iklim, resistensi inang, dan dinamika populasi patogen. Selain itu, studi yang menyelidiki interaksi antara mikroba endofit dan patogen dapat memberikan wawasan tentang mekanisme pertahanan tanaman terhadap pustula bakteri. Penelitian tentang formulasi dan aplikasi bakteri endofit yang efektif untuk mengendalikan pustula bakteri pada kedelai juga dapat menjadi fokus penelitian lanjutan. Dengan demikian, penelitian yang terintegrasi dan interdisipliner dapat meningkatkan pengelolaan penyakit dan mendukung produksi kedelai yang berkelanjutan di Indonesia.
- Pemanfaatan Mulsa Jerami dan Plant Growth Promoting Rhizobacteria untuk Menekan Penyakit Pustul Bakteri... doi.org/10.14692/jfi.8.6.161Pemanfaatan Mulsa Jerami dan Plant Growth Promoting Rhizobacteria untuk Menekan Penyakit Pustul Bakteri doi 10 14692 jfi 8 6 161
- Global Pattern of Gene Expression of Xanthomonas axonopodis pv. glycines Within Soybean Leaves | Molecular... doi.org/10.1094/MPMI-01-16-0007-RGlobal Pattern of Gene Expression of Xanthomonas axonopodis pv glycines Within Soybean Leaves Molecular doi 10 1094 MPMI 01 16 0007 R
| File size | 295.65 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
POLTESAPOLTESA Ketersediaan informasi mengenai aset barang yang dikelola oleh laboratorium maupun bengkel belum banyak diketahui oleh Civitas Akademika, sehingga kemamfaatanKetersediaan informasi mengenai aset barang yang dikelola oleh laboratorium maupun bengkel belum banyak diketahui oleh Civitas Akademika, sehingga kemamfaatan
POLTESAPOLTESA Kecanduan bermain game online ini juga telah menyebabkan penurunan moral ahlak siswa, banyak waktu yang seharusnya digunakan untuk kegiatan positif menjadiKecanduan bermain game online ini juga telah menyebabkan penurunan moral ahlak siswa, banyak waktu yang seharusnya digunakan untuk kegiatan positif menjadi
POLTESAPOLTESA Pada penelitian ini, identifikasi penyakit daun menggunakan metode Gray Level Co-Occurrence Matrix (GLCM) untuk mengekstrak fitur citra. Hasil ekstraksiPada penelitian ini, identifikasi penyakit daun menggunakan metode Gray Level Co-Occurrence Matrix (GLCM) untuk mengekstrak fitur citra. Hasil ekstraksi
POLTESAPOLTESA Solusi dari permasalahan mitra yang diusulkan adalah akan dibangun sebuah digital marketing penjualan yang akan membantu pengrajin dalam memasarkan hasilSolusi dari permasalahan mitra yang diusulkan adalah akan dibangun sebuah digital marketing penjualan yang akan membantu pengrajin dalam memasarkan hasil
POLTESAPOLTESA Meskipun demikian, anggota Pokdarwis belum mengoptimalkan potensi wisata dalam menciptakan usaha pariwisata, khususnya dalam merancang paket wisata. PermasalahanMeskipun demikian, anggota Pokdarwis belum mengoptimalkan potensi wisata dalam menciptakan usaha pariwisata, khususnya dalam merancang paket wisata. Permasalahan
POLTESAPOLTESA Berdasar hasil analisis data yang dilakukan, ditemukan bahwa komodifikasi tarian, khususnya tari Kecak, sebagai bagian dari perkembangan pariwisata budayaBerdasar hasil analisis data yang dilakukan, ditemukan bahwa komodifikasi tarian, khususnya tari Kecak, sebagai bagian dari perkembangan pariwisata budaya
POLTESAPOLTESA Sistem ini mempermudah pengelolaan data penelitian dan pengabdian serta menyederhanakan proses pengajuan oleh dosen, sehingga tidak lagi mengandalkan metodeSistem ini mempermudah pengelolaan data penelitian dan pengabdian serta menyederhanakan proses pengajuan oleh dosen, sehingga tidak lagi mengandalkan metode
POLTESAPOLTESA Oleh karena itu dibutuhkan media pembelajaran berupa simulasi 3D berbasis multimedia interaktif untuk membantu siswa memahami materi tersebut. SimulasiOleh karena itu dibutuhkan media pembelajaran berupa simulasi 3D berbasis multimedia interaktif untuk membantu siswa memahami materi tersebut. Simulasi
Useful /
UNSUNS Area percobaan seluas 0,046 ha, dengan panjang baris tanam 8 m dan faktor baris 1042 baris/ha. Empat perlakuan pupuk diterapkan: (A) ZA 640 kg/ha, SP 36Area percobaan seluas 0,046 ha, dengan panjang baris tanam 8 m dan faktor baris 1042 baris/ha. Empat perlakuan pupuk diterapkan: (A) ZA 640 kg/ha, SP 36
UNSUNS Perkiraan heritabilitas broad-sense dari karakteristik yang dievaluasi berkisar dari rendah hingga moderat. Karakteristik panjang, diameter, dan beratPerkiraan heritabilitas broad-sense dari karakteristik yang dievaluasi berkisar dari rendah hingga moderat. Karakteristik panjang, diameter, dan berat
POLTESAPOLTESA Untuk mengatasi permasalahan penulis memberikan solusi membuat media desain grafis yang dikembangkan berupa desain motif ilustrasi digital. Tujuan dariUntuk mengatasi permasalahan penulis memberikan solusi membuat media desain grafis yang dikembangkan berupa desain motif ilustrasi digital. Tujuan dari
POLTESAPOLTESA Pemanfaatan digital marketing pada era industri 4. 0 dapat dijadikan alternatif strategi dalam pemasaran produk agar memudahkan pelaku usaha memantau danPemanfaatan digital marketing pada era industri 4. 0 dapat dijadikan alternatif strategi dalam pemasaran produk agar memudahkan pelaku usaha memantau dan