IJHPIJHP
International Journal of Health and Pharmaceutical (IJHP)International Journal of Health and Pharmaceutical (IJHP)Vibrio cholerae adalah bakteri patogen yang menyebabkan kolera, yaitu penyakit diare berat yang ditularkan melalui makanan atau air yang terkontaminasi, terutama seafood seperti ikan, udang, dan kerang. Tinjauan ini bertujuan untuk memberikan gambaran komprehensif tentang studi yang telah mengidentifikasi dan mengkarakterisasi gen toksin V. cholerae dalam seafood menggunakan pendekatan fenotipik dan genotipik. Tinjauan literatur dilakukan menggunakan basis data online seperti PubMed, ScienceDirect, Scopus, Web of Science, dan Google Scholar dengan kata kunci Vibrio cholerae, gen virulensi, toksin kolera, pendeteksian fenotipik-genotipik, dan infeksi kolera. Artikel yang dipilih dipublikasikan antara tahun 2015 dan 2025 dalam bahasa Inggris atau Indonesia dan membahas identifikasi gen toksin V. cholerae dari produk laut. Temuan menunjukkan bahwa isolat V. cholerae dari seafood umumnya mengandung gen virulensi seperti ctxA, hlyA, ompW, tcpA, zot, ace, dan rtx, yang memainkan peran penting dalam kolonisasi, produksi toksin, dan patogenitas. Deteksi fenotipik menggunakan agar TCBS dan tes hemolisis berfungsi sebagai skrining awal, sedangkan identifikasi genotipik melalui PCR dan sekuensing menawarkan sensitivitas dan spesifisitas yang lebih tinggi. Menggabungkan kedua metode ini meningkatkan akurasi pendeteksian dan penilaian risiko. Oleh karena itu, pemantauan gen virulensi V. cholerae dalam seafood sangat penting untuk memperkuat pengawasan keamanan pangan dan mencegah wabah kolera di daerah pesisir dan wisata.
Vibrio cholerae adalah bakteri patogen yang bertanggung jawab atas kolera manusia, biasanya ditularkan melalui seafood yang terkontaminasi seperti ikan dan cumi-cumi, terutama ketika dikonsumsi mentah atau setengah matang.Deteksi gen virulensi seperti ctxA, hlyA, ompW, tcpA, zot, ace, dan rtx sangat penting untuk memahami kolonisasi, toksisitas, dan patogenitasnya.cholerae dapat dimulai melalui skrining fenotipik menggunakan agar TCBS, tetapi konfirmasi melalui metode genotipik berbasis PCR sangat penting karena sensitivitas dan spesifisitas yang lebih baik.Kombinasi pendekatan fenotipik dan genotipik memberikan penilaian yang lebih akurat terhadap risiko infeksi.Oleh karena itu, ikan dan cumi-cumi dapat berfungsi sebagai reservoir penting V.cholerae, termasuk strain virulen, sehingga pendeteksian molekuler gen toksin sangat vital untuk diagnosis, pengawasan keamanan pangan, dan pencegahan wabah kolera yang terkait dengan seafood.
Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi komprehensif tentang distribusi dan profil virulensi V. cholerae dalam berbagai komoditas seafood, termasuk ikan dan cumi-cumi, di berbagai lokasi geografis. Penelitian ini dapat mencakup analisis genotipik dan fenotipik yang lebih mendalam untuk memahami variasi strain dan potensi risiko kesehatan masyarakat. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi strategi pengendalian dan pencegahan yang efektif, seperti pengembangan vaksin dan strategi manajemen risiko yang terintegrasi, untuk mengurangi risiko wabah kolera yang terkait dengan konsumsi seafood. Terakhir, penelitian lebih lanjut dapat berfokus pada pengembangan metode deteksi yang lebih sensitif dan spesifik untuk gen virulensi V. cholerae, yang dapat membantu dalam pengawasan keamanan pangan dan pencegahan penyakit.
| File size | 300.79 KB |
| Pages | 6 |
| DMCA | Report |
Related /
JOMPARNDJOMPARND Pelayanan Posyandu memiliki peran strategis dalam meningkatkan derajat kesehatan balita, terutama di wilayah pedesaan seperti Desa Masnana, Kabupaten BuruPelayanan Posyandu memiliki peran strategis dalam meningkatkan derajat kesehatan balita, terutama di wilayah pedesaan seperti Desa Masnana, Kabupaten Buru
JOMPARNDJOMPARND Kegiatan ini berupa sosialisasi partisipatif dan disambut baik oleh anak-anak serta tokoh masyarakat setempat. Hasilnya, anak-anak berhasil membuat produkKegiatan ini berupa sosialisasi partisipatif dan disambut baik oleh anak-anak serta tokoh masyarakat setempat. Hasilnya, anak-anak berhasil membuat produk
JOMPARNDJOMPARND Metode pelatihan yang digunakan dibagi menjadi empat tahap, tahap pertama ialah penyampaian materi, tahap kedua studi kasus terkait permasalahan yang dihadapiMetode pelatihan yang digunakan dibagi menjadi empat tahap, tahap pertama ialah penyampaian materi, tahap kedua studi kasus terkait permasalahan yang dihadapi
JOMPARNDJOMPARND Peserta dari kegiatan ini ibu hamil yang memeriksakan kehamilannya di Puskesmas Peranap Riau sebanyak 18 orang ibu hamil Trimester III dengan kehamilanPeserta dari kegiatan ini ibu hamil yang memeriksakan kehamilannya di Puskesmas Peranap Riau sebanyak 18 orang ibu hamil Trimester III dengan kehamilan
JOMPARNDJOMPARND Sampah nonorganik dapat didaur ulang menjadi kerajinan atau produk daur ulang, sedangkan sampah organik dapat diolah menjadi pakan ternak, biogas, danSampah nonorganik dapat didaur ulang menjadi kerajinan atau produk daur ulang, sedangkan sampah organik dapat diolah menjadi pakan ternak, biogas, dan
JOMPARNDJOMPARND Data menunjukkan peningkatan nilai kuesioner sebelum dan sesudah penyuluhan, dengan tujuh peserta masuk kategori baik dan delapan peserta kategori cukup.Data menunjukkan peningkatan nilai kuesioner sebelum dan sesudah penyuluhan, dengan tujuh peserta masuk kategori baik dan delapan peserta kategori cukup.
JOMPARNDJOMPARND Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa SMKN 5 Samarinda dalam menyusun CV yang efektif menggunakan website CVCEPAT.Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa SMKN 5 Samarinda dalam menyusun CV yang efektif menggunakan website CVCEPAT.
JOMPARNDJOMPARND Meski terdapat tantangan seperti pemasaran dan manajemen produksi, pengembangan produk ini dinilai strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi desa danMeski terdapat tantangan seperti pemasaran dan manajemen produksi, pengembangan produk ini dinilai strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi desa dan
Useful /
IJHPIJHP Nilai LC50 adalah 0,0385%, dan nilai LC90 adalah 7,885%. Pada konsentrasi terendah (0,5%) nilai LT50 dan LT90 adalah 3,292 jam dan 6,970 jam, masing-masing,Nilai LC50 adalah 0,0385%, dan nilai LC90 adalah 7,885%. Pada konsentrasi terendah (0,5%) nilai LT50 dan LT90 adalah 3,292 jam dan 6,970 jam, masing-masing,
IJHPIJHP Hemoglobin levels may remain within the normal range even when iron stores begin to decline, which can delay diagnosis if clinicians rely solely on thisHemoglobin levels may remain within the normal range even when iron stores begin to decline, which can delay diagnosis if clinicians rely solely on this
PANCASILAPANCASILA Penelitian ini bertujuan untuk meng. Latar belakang penelitian didasarkan pada semakin berkembangnya industri skincare di Indonesia, serta pentingnya pemahamanPenelitian ini bertujuan untuk meng. Latar belakang penelitian didasarkan pada semakin berkembangnya industri skincare di Indonesia, serta pentingnya pemahaman
JURNALALKHAIRATJURNALALKHAIRAT Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, dengan pengujian validitas melalui triangulasi sumber, teknik member checking, dan kecukupanAnalisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, dengan pengujian validitas melalui triangulasi sumber, teknik member checking, dan kecukupan