WESTSCIENCE PRESSWESTSCIENCE PRESS
West Science Law and Human RightsWest Science Law and Human RightsPenelitian ini mengkaji peran forensik seluler sebagai bukti elektronik dalam membuktikan tindak pidana pembunuhan di Indonesia di tengah meningkatnya kompleksitas kejahatan dan upaya pelaku menghilangkan jejak digital. Studi menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui kajian literatur terhadap peraturan perundang‑undangan yang relevan, putusan pengadilan, dan literatur ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa forensik seluler memegang posisi penting dalam sistem bukti pidana karena mampu menghasilkan informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang sah secara hukum sebagaimana diakui dalam Kitab Undang‑Undang Hukum Acara Pidana, UU ITE, serta diperkuat oleh putusan Mahkamah Konstitusi. Pada kasus pembunuhan, forensik seluler berperan strategis dalam melacak komunikasi, lokasi, metadata, dan aktivitas digital untuk merekonstruksi kronologi peristiwa, mengidentifikasi pelaku, dan memperkuat keyakinan hakim. Namun, kekuatan bukti tersebut sangat bergantung pada keaslian, integritas, dan keandalan data, serta kepatuhan pada prosedur hukum seperti rantai custodi, penyitaan sah, dan keterlibatan ahli forensik digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa forensik seluler telah menjadi instrumen penting dalam bukti hukum pidana modern, namun optimalisasinya masih menghadapi tantangan berupa kurangnya standar operasional seragam, keterbatasan sumber daya manusia, dan kebutuhan memperkuat regulasi untuk menciptakan kepastian hukum, keadilan, dan penegakan hukum yang efektif di era digital.
Mobile forensics memiliki posisi strategis sebagai bukti elektronik dalam sistem bukti pidana di Indonesia, memperoleh legitimasi melalui UU ITE dan keputusan Mahkamah Konstitusi yang memperluas definisi bukti.Kehadirannya memungkinkan rekonstruksi kronologis yang objektif melalui analisis data komunikasi, lokasi, dan aktivitas digital, sehingga memperkuat pembuktian unsur niat dan perencanaan dalam kasus pembunuhan serta memengaruhi keyakinan hakim.Namun, efektivitas bukti ini masih terhambat oleh kurangnya standar operasional seragam, keterbatasan sumber daya manusia berkompetensi, serta kebutuhan reformasi regulasi untuk memastikan keabsahan, integritas, dan kepastian hukum dalam era digital.
Penelitian selanjutnya dapat menguji bagaimana penerapan prosedur operasi standar (SOP) terpadu dalam penanganan bukti digital memengaruhi akurasi dan keandalan hasil forensik seluler pada kasus pembunuhan, dengan membandingkan data sebelum dan sesudah implementasi SOP di beberapa wilayah. Selanjutnya, studi dapat mengevaluasi efektivitas program sertifikasi dan pelatihan berkelanjutan bagi aparat penegak hukum dalam meningkatkan kompetensi teknis dan pemahaman hukum mereka, serta dampaknya terhadap tingkat keberhasilan pengakuan bukti elektronik di pengadilan. Penelitian ketiga dapat melakukan perbandingan regulasi penggunaan forensik seluler antara Indonesia dan negara‑negara ASEAN, untuk mengidentifikasi praktik terbaik yang dapat diadaptasi dalam rangka menyusun kebijakan nasional yang lebih konsisten dan memberikan kepastian hukum. Selain itu, penelitian dapat menyelidiki pengaruh penggunaan teknologi enkripsi terbaru pada proses akuisisi data seluler, guna mengembangkan pedoman teknis yang dapat membantu mengatasi hambatan teknis saat mengekstrak bukti. Akhirnya, studi longitudinal dapat memantau dampak reformasi regulasi terhadap kepuasan korban dan kepercayaan publik terhadap sistem peradilan pidana digital.
| File size | 524.91 KB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
E GREENATIONE GREENATION Upaya tersebut terbukti efektif, terlihat dari penanganan ribuan kasus non‑litigasi dan litigasi, serta kolaborasi lintas sektor dengan pemerintah provinsi,Upaya tersebut terbukti efektif, terlihat dari penanganan ribuan kasus non‑litigasi dan litigasi, serta kolaborasi lintas sektor dengan pemerintah provinsi,
ZAMRONEDUZAMRONEDU Hal tersebut diakibatkan faktor percepatan pubertas pada anak usia Sekolah Dasar. Peran guru dan orang tua untuk menangani masalah yang terjadi pada fenomenaHal tersebut diakibatkan faktor percepatan pubertas pada anak usia Sekolah Dasar. Peran guru dan orang tua untuk menangani masalah yang terjadi pada fenomena
ZAMRONEDUZAMRONEDU Artikel ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana Muhammadiyah menanggapi anomali perilaku remaja melalui konsep teologi humanis yang diambil dari Surah al-MaunArtikel ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana Muhammadiyah menanggapi anomali perilaku remaja melalui konsep teologi humanis yang diambil dari Surah al-Maun
UIN Ar-RaniryUIN Ar-Raniry Studi literatur terkait berupa artikel jurnal, peraturan perundang-undangan, dan buku. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan otonomi khusus,Studi literatur terkait berupa artikel jurnal, peraturan perundang-undangan, dan buku. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan otonomi khusus,
UIN Ar-RaniryUIN Ar-Raniry Transfer sel punca ke tubuh lain tidak membahayakan kesehatan masyarakat. Legislatif Yordania merekomendasikan dilakukannya beberapa perubahan pada unsur-unsurTransfer sel punca ke tubuh lain tidak membahayakan kesehatan masyarakat. Legislatif Yordania merekomendasikan dilakukannya beberapa perubahan pada unsur-unsur
STAIDAPONDOKKREMPYANGSTAIDAPONDOKKREMPYANG Baik dari segi hukum Islam maupun dari segi hukum negara (civil law). Hal ini jika dibiarkan dapat memicu konflik antar masyarakat, sehingga diperlukanBaik dari segi hukum Islam maupun dari segi hukum negara (civil law). Hal ini jika dibiarkan dapat memicu konflik antar masyarakat, sehingga diperlukan
UMMUMM Dengan mengeksplorasi tantangan yuridis ini, makalah ini memberikan kontribusi terhadap diskursus yang lebih luas mengenai penanggulangan terorisme diDengan mengeksplorasi tantangan yuridis ini, makalah ini memberikan kontribusi terhadap diskursus yang lebih luas mengenai penanggulangan terorisme di
UJBUJB Jika ini terwujud, akan lebih mudah untuk mewujudkan cita-cita proklamasi negara yang aman, damai, adil, dan sejahtera bagi warganya. Kebijakan pemerintahJika ini terwujud, akan lebih mudah untuk mewujudkan cita-cita proklamasi negara yang aman, damai, adil, dan sejahtera bagi warganya. Kebijakan pemerintah
Useful /
HELVETIAHELVETIA Hasil: Sebanyak 47,3% responden mengalami kelebihan gizi (overweight 18,4%; obesitas 28,9%). Distribusi konsumsi terbagi merata antara kategori jarangHasil: Sebanyak 47,3% responden mengalami kelebihan gizi (overweight 18,4%; obesitas 28,9%). Distribusi konsumsi terbagi merata antara kategori jarang
UINUIN Penelitian ini menelaah praktik poligami yang dilakukan oleh ulama Madura dan faktor yang mempengaruhi poligami tersebut. Penelitian ini menggunakan metodePenelitian ini menelaah praktik poligami yang dilakukan oleh ulama Madura dan faktor yang mempengaruhi poligami tersebut. Penelitian ini menggunakan metode
UINUIN Kajian ini menunjukkan bahwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah bersikap progresif dalam menyikapi permasalahan ini melalui fatwa. Fatwa-fatwa tersebutKajian ini menunjukkan bahwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah bersikap progresif dalam menyikapi permasalahan ini melalui fatwa. Fatwa-fatwa tersebut
UMMUMM Oleh karena itu, deklarasi non-mengikat yang didukung oleh pedoman komprehensif mungkin menjadi pendekatan yang lebih realistis. Deklarasi tersebut, sebagaiOleh karena itu, deklarasi non-mengikat yang didukung oleh pedoman komprehensif mungkin menjadi pendekatan yang lebih realistis. Deklarasi tersebut, sebagai