UNISKAUNISKA

Mizan: Jurnal Ilmu HukumMizan: Jurnal Ilmu Hukum

Program Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) merupakan inisiatif pemerintah yang bertujuan meningkatkan taraf hidup masyarakat miskin dengan memperbaiki kondisi hunian mereka. Fokus program ini pada perbaikan unsur fisik rumah, termasuk dinding, lantai, atap, serta sanitasi, guna mencapai standar layak huni. Penelitian ini menggunakan pendekatan hukum empiris yang memadukan wawancara semi‑struktur, observasi, dan analisis dokumen untuk mengevaluasi tingkat penerapan RTLH dan dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat Suku Laut di Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan kondisi hunian, kesehatan, dan akses fasilitas dasar, namun masih terdapat hambatan dalam distribusi bantuan dan koordinasi logistik. Rekomendasi menyarankan peningkatan transparansi, pelacakan berkelanjutan, dan integrasi pendekatan budaya lokal untuk memastikan manfaat program dirasakan secara komprehensif oleh masyarakat.

Program Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni (RS‑RTLH) berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin dengan meningkatkan kualitas hunian mereka.Penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan program ini sangat tergantung pada penyesuaian dengan budaya dan kondisi sosial‑ekonomi Suku Laut, serta koordinasi yang solid antara pemerintah daerah dan lembaga terkait.Oleh karena itu, diperlukan kebijakan publik yang komprehensif dan diskriminasi positif agar hak-hak masyarakat adat dapat dilindungi dan program RTLH dapat berfungsi secara efektif dan berkelanjutan.

Sebuah studi longitudinal dapat mengukur dampak jangka panjang RTLH pada indikator kesehatan mental dan fisik masyarakat Suku Laut, dengan menambahkan penilaian kualitas hidup sebelum dan sesudah program. Penelitian participatory action research dapat meneliti bagaimana adaptasi budaya memengaruhi penerimaan dan penggunaan rumah bersertifikat, sehingga program dapat dirancang lebih responsif terhadap kebutuhan tradisional. Analisis spasial menggunakan GIS dapat membantu merancang rute distribusi bahan dan tenaga kerja yang optimal di wilayah kepulauan, meningkatkan efisiensi logistik dan menurunkan biaya. Penelitian terapan dapat mengevaluasi peran lembaga lepas seperti POKMAS dan komunitas adat dalam monitoring program, serta mengembangkan mekanisme akuntabilitas berbasis teknologi informasi. Kontribusi penelitian ini akan memperluas pemahaman tentang interaksi antara kebijakan publik, budaya lokal, dan dinamika geografis dalam peningkatan kesejahteraan rumah tangga. Kajian kuantitatif dapat mengevaluasi korelasi antara tingkat partisipasi keluarga pada fase desain rumah dan tingkat kepuasan jangka panjang. Penelitian ini juga dapat memanfaatkan metode regulasi berbasis data untuk menyesuaikan alokasi dana per daerah yang menunjukkan kebutuhan paling tinggi. Studi etnografi dapat mendokumentasikan praktik-praktik pembangunan rumah tradisional yang dapat diintegrasikan ke dalam standar RTLH. Dengan pendekatan multidisipliner ini, kebijakan dapat disesuaikan lebih akurat dan inklusif.

Read online
File size297.27 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test