JOURNAL STIAYAPPIMAKASSARJOURNAL STIAYAPPIMAKASSAR

Concept: Journal of Social Humanities and EducationConcept: Journal of Social Humanities and Education

Kalindaqdaq merupakan salah satu tradisi adat yang berasal dari etnis suku Mandar, Sulawesi Barat. Tradisi ini berupa penyampaian perumpamaan saat hendak menyampaikan keinginannya kepada seseorang, berkarakteristik layaknya sebuah pantun juga puisi. Kalindaqdaq adalah sebuah ungkapan perasaan dari seseorang, sehingga juga disebut sebagai puisi mandar. Puisi Mandar ini biasanya bertujuan untuk merayu wanita, perjuangan, sindiran, ataupun motivasi. Asal kata dari kalindaqdaq berasal dari suku kata Kali (Gali) dan daqdaq (dada), jadi secara bahasa, Kalindaqdaq dapat diartikan isi dada atau cetusan perasaan dan pikiran yang dinyatakan dalam kalimat-kalimat yang indah. Kalindaqdaq yang merupakan ekspresi kreativitas masyarakat Mandar, pertama kali disyairkan oleh rakyatnya pada saat raja ke-empat kerajaan Balanipa, Daetta Tommuane dan Daetta Towaine diarak mengendarai kuda Pattudu. kalindaqdaq digolongkan dalam berbagai macam tema yang menyentuh berbagai aspek kehidupan, mulai dari tema agama yang bernuansa syariaah maupun tasawuf yang biasa disebut dengan masaalah sampai ke yang jenaka (humor) bahkan ada Kalindaqdaq adalah karya sastra yang menurut etimologi Kalindaqdaq yang telah diuraikan pada edisi-edisi sebelumnya, berasal/berasal dari dua kata, KaliGali dak daq dada. Jadi kalindaqdaq berarti apa yang ada di dalam dada, karena apa yang ada di dalam dada/hati adalah apa yang digali dan dipersembahkan uang kepada pihak lain. Kalindaqdaq adalah ungkapan perasaan dan pikiran dalam kalimat-kalimat yang indah, dan sebagian orang mendefinisikan Kalindaqdaq dari bahasa Arab qaldan, yang artinya berputar. juga kalindaqdaq yang mengejak.

Kalindaqdaq telah mewarnai kehidupan sastra daerah, khususnya suku etnis mandar.Melesetarikan, memperkenalkan, serta menerapkan suatu kebudayaan sebagai sumber acuan pola hidup merupakan hal yang penting dalam lingkungan bermasyarakat.Dalam hal moralitas, kalindaqdaq mengandung sebuah arahan-arahan atau pesan-pesan keagamaan.Dengan wujud nilai-nilai Islam dalam tradisi kalindaqdaq dapat membangkitkan rasa kesucian bagi masyarakat setempat serta menjadi pedoman hidup dalam menentukan sikap dan tingkah laku sehari-hari dalam bersosial.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif antara kalindaqdaq dengan bentuk-bentuk sastra tradisional lainnya di Indonesia, seperti tembang Jawa, kelong Makassar, elong Bugis, dan londe Toraja. Studi ini dapat mengeksplorasi persamaan dan perbedaan dalam struktur, tema, dan fungsi sosial dari berbagai bentuk sastra tradisional tersebut. Selain itu, penelitian juga dapat dilakukan untuk menganalisis lebih dalam tentang peran kalindaqdaq dalam pendidikan moral dan agama di masyarakat Mandar. Bagaimana kalindaqdaq digunakan sebagai media untuk menanamkan nilai-nilai Islam dan bagaimana pengaruhnya terhadap perilaku dan sikap masyarakat setempat. Terakhir, penelitian juga dapat dilakukan untuk menyelidiki lebih lanjut tentang pengaruh budaya Arab dalam perkembangan kalindaqdaq. Apakah ada unsur-unsur budaya Arab yang terintegrasi dalam kalindaqdaq dan bagaimana hal tersebut terjadi.

  1. Ritual Mattompang Arajang, Prosesi Penyucian Benda Pusaka Kerajaan Bone: Tinjauan Semiotik Budaya | Jurnal... doi.org/10.30605/onoma.v6i2.388Ritual Mattompang Arajang Prosesi Penyucian Benda Pusaka Kerajaan Bone Tinjauan Semiotik Budaya Jurnal doi 10 30605 onoma v6i2 388
Read online
File size92.29 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test