LIFESCIFILIFESCIFI

Arthatama: Journal of Business Management and AccountingArthatama: Journal of Business Management and Accounting

Dalam era volatilitas ekonomi yang terus berlanjut, ketahanan keuangan menjadi dasar bagi keberlanjutan bisnis. Makalah ini mengeksplorasi pendekatan strategis untuk meningkatkan ketahanan keuangan dengan mengintegrasikan kapasitas absorptif dan adaptif, literasi keuangan, serta pembiayaan iklim. Perusahaan yang mengembangkan struktur keuangan yang kuat, mendiversifikasi aliran pendapatan, dan mengadopsi strategi manajemen risiko yang efektif lebih mampu menghadapi ketidakpastian global. Selain itu, literasi keuangan meningkatkan kemampuan pengambilan keputusan, mendukung strategi keuangan adaptif yang mendukung stabilitas jangka panjang. Makalah ini juga menyoroti relevansi meningkatnya pembiayaan iklim dalam memastikan keberlanjutan, khususnya bagi bisnis di negara berkembang. Interaksi antara risiko geopolitik, fluktuasi ekonomi, dan strategi keuangan menekankan kebutuhan perencanaan keuangan yang dinamis. Dengan menelaah literatur yang ada dan kerangka strategis, studi ini memberikan wawasan praktis bagi bisnis yang ingin memperkuat ketahanan keuangan di lanskap global yang semakin tidak pasti.

Dalam ekonomi global yang volatil, ketahanan keuangan menjadi faktor utama keberlanjutan bisnis, dimana kapasitas absorptif dan adaptif, literasi keuangan, serta pembiayaan iklim berperan penting dalam memperkuat ketahanan tersebut.Perusahaan yang mengimplementasikan diversifikasi pendapatan, manajemen risiko strategis, dan pengambilan keputusan keuangan yang terinformasi, serta mengintegrasikan pembiayaan iklim ke dalam strategi korporat, mampu menghadapi guncangan ekonomi dan meningkatkan keberlanjutan jangka panjang.Oleh karena itu, organisasi disarankan mengadopsi pendekatan multipihak yang meliputi peningkatan literasi keuangan, investasi dalam strategi keuangan adaptif, penerapan mekanisme keuangan berkelanjutan, dan kolaborasi dengan lembaga keuangan untuk memperluas akses sumber daya ketahanan, guna mencapai stabilitas dan keberlanjutan keuangan jangka panjang.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana penggunaan teknologi finansial digital, seperti aplikasi pembayaran dan platform pinjaman daring, memengaruhi ketahanan keuangan usaha kecil dan menengah di negara berkembang, dengan mengukur perubahan pada struktur pendapatan dan kemampuan beradaptasi terhadap guncangan ekonomi. Selain itu, studi dapat mengevaluasi pengaruh kebijakan insentif pemerintah, misalnya kredit pajak atau subsidi, terhadap tingkat adopsi pembiayaan iklim oleh perusahaan, serta dampaknya terhadap keberlanjutan jangka panjang bisnis. Selanjutnya, penting untuk meneliti efektivitas kemitraan lintas sektor antara lembaga keuangan dan organisasi non‑pemerintah dalam memperkuat ketahanan keuangan komunitas lokal, khususnya dalam konteks penyediaan edukasi literasi keuangan dan akses ke sumber daya pembiayaan. Penelitian tersebut dapat menggunakan pendekatan campuran kuantitatif‑kualitatif dengan analisis longitudinal untuk mendapatkan gambaran komprehensif. Hasilnya diharapkan memberikan rekomendasi praktis bagi pembuat kebijakan, praktisi keuangan, dan pemangku kepentingan dalam merancang strategi yang lebih inklusif dan tahan terhadap volatilitas ekonomi global.

Read online
File size224.3 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test