ITBITB

Journal of Regional and City PlanningJournal of Regional and City Planning

Megaproyek transportasi telah menjadi fitur rutin dalam pembangunan kota dan infrastruktur urban. Kegagalan banyak megaproyek untuk mencapai tingkat kinerja yang diinginkan adalah masalah yang banyak dibahas dalam beberapa penelitian dalam beberapa tahun terakhir dan dianggap sebagai ketidakmampuan dalam merumuskan tingkat kesulitan dan tingkat ketidakpastian. Masalah-masalah yang biasa terjadi di megaproyek transportasi tersebut belum terpecahkan meskipun telah mempekerjakan para profesional dan sumber daya yang sangat berpengalaman. Proses pengambilan keputusan dalam tahap perencanaan sangat penting dalam menghadapi sifat megaproyek yang kompleks dan tidak pasti. Makalah ini menyajikan tinjauan literatur yang terkait dengan topik ini dan berpendapat bahwa tantangan utama dalam fase perencanaan adalah kesalahpahaman terhadap karakter megaproyek transportasi, yang menjadi alas an gagalnya perencanaan dan pengambilan keputusan dalam mengelola kompleksitas dan ketidakpastian. Dalam studi ini, kami mengidentifikasi empat paradoks yang terjadi dalam praktik megaproyek transportasi yang menunjukkan bahwa pendekatan perencanaan top-down dan linier harus dirombak menjadi lebih berpikiran terbuka, nonlinier, dan sistem yang terbuka. Hal tersebut akan memberikan manfaat bagi pembangunan kawasan dan bagi masyarakat di masa yang akan datang.

Failure to understand the nature of complexity in TMs causes most projects to fail to attain the expected benefits and outcomes.The paradoxes discussed relay how TMs struggle over decades to deal with political distress and financial constraints that lead to the problems of low risk mitigation planning, short-term planning considerations, low learning impact, and low performance indicated by this study.These paradoxes have a significant correlation with the planning approaches and procedures that are currently applied.TMs must be understood through their complex nature.Complexity theory can explain how a nonlinear view of planning through adaptation, co-evolution, and self-organizing suits the character of such dynamic projects.Awareness of the intricacy of the planning process is important, as support or opposition of multiple stakeholders may be encountered during project planning and implementation.The uncertainty of complex projects makes communication and interaction increasingly important (De Roo and Silva, 2010).A rational communicative planning approach to TMs should be explored to improve stakeholder commitment and adaptivity within a dynamic situation due to unpredictable socio-economic and political circumstances.Collaborative and collective actions play an important role in the TM decision-making process.Innes and Booher (2010) suggest that collaborative processes are more effective when seen as complex adaptive systems.Involvement of stakeholders from the early phases of a TM project is crucial.Through sufficient diversity of ideas and knowledge, they will adapt and reorganize independently.Complexity thinking offers an understanding of the intricate problems related not only to rational techniques but also to social and political distress as defined in the paradoxes.New TM approaches should consider building an understanding of the complexity and uncertainty involved in TM planning that demands a new creative approach to dealing with complex projects.The gap between the nature of technocracy and the focus on the result should be strategically eliminated.The challenge remains to figure out how planning can be a part of the solution in complex projects.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang bagaimana merancang sistem perencanaan megaproyek transportasi yang lebih adaptif terhadap sifat kompleksitasnya. Kedua, penting untuk mengeksplorasi pendekatan perencanaan yang lebih terbuka, non-linier, dan sistem yang terbuka dalam megaproyek transportasi. Ketiga, penelitian tentang bagaimana meningkatkan komitmen dan adaptivitas para pemangku kepentingan dalam situasi dinamis dan tidak pasti juga sangat relevan. Selain itu, penelitian tentang bagaimana kolaborasi dan tindakan kolektif dapat meningkatkan proses pengambilan keputusan dalam megaproyek transportasi juga dapat menjadi fokus penelitian selanjutnya. Terakhir, penting untuk menyelidiki bagaimana kompleksitas dan ketidakpastian dalam perencanaan megaproyek transportasi dapat ditangani dengan pendekatan kreatif yang baru.

  1. Planning Transportation Megaprojects: Paradoxes and Challenges in Planning Complex Projects | Journal... doi.org/10.5614/jpwk.2022.33.2.2Planning Transportation Megaprojects Paradoxes and Challenges in Planning Complex Projects Journal doi 10 5614 jpwk 2022 33 2 2
Read online
File size567.82 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test