ITBITB
Journal of Regional and City PlanningJournal of Regional and City PlanningPeran serta masyarakat dalam penentuan jalur evakuasi dan titik kumpul partisipatif perlu dilakukan dengan tujuan hasil perencanaan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan kondisi lingkungan. Desa Ngargomulyo yang terletak 6,5 km dari puncak Gunungapi Merapi memerlukan penentuan jalur evakuasi untuk menekan resiko yang ada. Artikel ini memberikan gambaran mengenai perencanaan partisipatif jalur evakuasi dan titik kumpul Desa Ngargomulyo, dengan menggunakan metode partisipatif dan Focus Group Discussion (FGD) untuk menghasilkan peta jalur evakuasi yang baik.
Masyarakat dapat memetakan jalur evakuasi dengan menggunakan local knowledge yang dimiliki, yaitu berbasiskan pada pengetahuan mengenai kondisi lingkungan sekitar yang ada dengan bantuan fasilitator untuk representasi ke dalam bentuk peta.Alasan pemilihan jalur adalah karena kebiasaan melewati jalan, sedikitnya alternatif jalur dan pertimbangan jalur yang diambil adalah semua jalur dengan pertimbangan jalur tersebut bisa dilalui.Hasil peta yang digambarkan masyarakat merupakan peta yang akurat dan sesuai dengan apa yang dibutuhkan masyarakat.Peta tersebut sudah sesuai dengan kondisi lingkungan desa dan dapat menjadi acuan solusi dalam menghadapi situasi krisis ancaman bencana Gunungapi Merapi.
Berdasarkan hasil penelitian, berikut adalah saran penelitian lanjutan:. . 1. Mengembangkan model perencanaan jalur evakuasi yang lebih komprehensif dengan mempertimbangkan berbagai faktor seperti topografi, kondisi jalan, dan potensi bahaya. Model ini dapat membantu dalam menentukan jalur evakuasi yang paling efektif dan efisien.. . 2. Melakukan studi lebih lanjut tentang peran serta masyarakat dalam perencanaan jalur evakuasi. Penelitian ini dapat fokus pada bagaimana partisipasi masyarakat dapat meningkatkan kualitas dan akurasi perencanaan, serta bagaimana mendorong keterlibatan masyarakat secara aktif.. . 3. Menganalisis dampak pembangunan struktural dan non struktural terhadap kelancaran evakuasi. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana pembangunan infrastruktur seperti jalan dan jembatan dapat mendukung evakuasi, serta bagaimana pembangunan kapasitas masyarakat dapat meningkatkan kesiapan dan kemampuan mereka dalam menghadapi bencana.
| File size | 690.72 KB |
| Pages | 15 |
| DMCA | Report |
Related /
UIN SUSKAUIN SUSKA Secara paradigma pendidikan Islam yang holistik, otonomi pendidikan merupakan persoalan teknis yang tidak mesti diberlakukan secara merata untuk seluruhSecara paradigma pendidikan Islam yang holistik, otonomi pendidikan merupakan persoalan teknis yang tidak mesti diberlakukan secara merata untuk seluruh
UNJAUNJA Setelah intervensi—terdiri dari diskusi dan lokakarya, mentoring—peserta menunjukkan peningkatan pengetahuan manajemen keuangan, praktik tata kelolaSetelah intervensi—terdiri dari diskusi dan lokakarya, mentoring—peserta menunjukkan peningkatan pengetahuan manajemen keuangan, praktik tata kelola
IITSSIITSS Konsep ini juga memberikan wawasan tentang isu-isu kontemporer seperti bioetika, degradasi lingkungan, dan tantangan moral, dengan menawarkan kerangkaKonsep ini juga memberikan wawasan tentang isu-isu kontemporer seperti bioetika, degradasi lingkungan, dan tantangan moral, dengan menawarkan kerangka
UNESAUNESA Pengelolaan sampah dengan sistem Waste to Energy relevan untuk mengajarkan konsep interaksi manusia dengan lingkungan (geografi), sementara proses daurPengelolaan sampah dengan sistem Waste to Energy relevan untuk mengajarkan konsep interaksi manusia dengan lingkungan (geografi), sementara proses daur
POLTEKSAHIDPOLTEKSAHID Temuan menunjukkan bahwa Desa Sigapiton memiliki potensi kuat dalam hal keindahan alam, budaya lokal, dan keragaman pertanian, tetapi masih menghadapiTemuan menunjukkan bahwa Desa Sigapiton memiliki potensi kuat dalam hal keindahan alam, budaya lokal, dan keragaman pertanian, tetapi masih menghadapi
LP3KAMANDANULP3KAMANDANU Keberhasilan kegiatan ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara pemerintah desa, masyarakat, dan tim pelaksana menjadi kunci utama dalam mewujudkan lingkunganKeberhasilan kegiatan ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara pemerintah desa, masyarakat, dan tim pelaksana menjadi kunci utama dalam mewujudkan lingkungan
LP3KAMANDANULP3KAMANDANU Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang penyebab, penularan, serta pencegahan malaria menjadi faktor utama tingginya angka kasus penyakit ini. KegiatanKurangnya pengetahuan masyarakat tentang penyebab, penularan, serta pencegahan malaria menjadi faktor utama tingginya angka kasus penyakit ini. Kegiatan
LLDIKTI12LLDIKTI12 Kemampuan dasar berfungsi sebagai fondasi pengetahuan yang esensial bagi aparatur dalam memahami regulasi dan menjalankan fungsi pemerintahan. KeterlibatanKemampuan dasar berfungsi sebagai fondasi pengetahuan yang esensial bagi aparatur dalam memahami regulasi dan menjalankan fungsi pemerintahan. Keterlibatan
Useful /
FISIKAFISIKA Salah satu jenis tanaman yang memerlukan tingkat kelembapan tertentu adalah anggrek Cymbidium, yang idealnya membutuhkan kelembapan udara antara 60 %Salah satu jenis tanaman yang memerlukan tingkat kelembapan tertentu adalah anggrek Cymbidium, yang idealnya membutuhkan kelembapan udara antara 60 %
FISIKAFISIKA Dengan memperlakukan deuterium sebagai plasma bosonik kuantum yang tertanam dalam lingkungan logam konduktif dan mempertimbangkan efek penyaringan yangDengan memperlakukan deuterium sebagai plasma bosonik kuantum yang tertanam dalam lingkungan logam konduktif dan mempertimbangkan efek penyaringan yang
LLDIKTI12LLDIKTI12 Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi variabel yang terkait dengan prevalensi hepatitis B menggunakan desain cross-sectional, dengan sampel 56Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi variabel yang terkait dengan prevalensi hepatitis B menggunakan desain cross-sectional, dengan sampel 56
LLDIKTI12LLDIKTI12 Peningkatan ini menunjukkan bahwa Bikel SIN-KB efektif dalam membekali guru dan kepala sekolah dengan keterampilan yang diperlukan untuk meningkatkan kualitasPeningkatan ini menunjukkan bahwa Bikel SIN-KB efektif dalam membekali guru dan kepala sekolah dengan keterampilan yang diperlukan untuk meningkatkan kualitas