UnwahasUnwahas

Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi KlinikJurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik

Bukti terbatas tersedia tentang penggunaan analgesik pasca-transurethral resection pada pasien dengan Benign Prostate Hyperplasia (BPH). Penelitian ini dilakukan di dr. Harjono Ponorogo Regional Public Hospital pada September - November 2021. Total 90 pasien dengan BPH secara acak dibagi untuk menerima injeksi Ketorolac 30 mg (n=45) dan Metamizole 1000 mg injeksi (n=45) pasca-TURP. Numeric Rating Scale (NRS) digunakan untuk mengukur tingkat nyeri sebelum operasi (T0); dan 30 menit (T1), 1 jam (T2), 2 jam (T3), 4 (T4) dan 6 jam (T5) setelah operasi. Selain itu, diamati nilai haemoglobin (Hb) dan efek yang tidak diharapkan. Tes statistik inferensial digunakan untuk menganalisis perbedaan antara kedua kelompok. Tingkat nyeri pasca operasi TURP pada kelompok Metamizol lebih rendah dibandingkan Ketorolak pada T1 dan T2 (2,71 versus 2,18, p=0,001; dan 2,51 versus 2,11, p=0,000; berturut-turut), namun tidak ada perbedaan pada T3 dan seterusnya. Nilai AUC (T1 hingga T5) pada kelompok Ketorolak dan Metamizol menunjukkan perbedaan yang bermakna (p=0,02). Terdapat perbedaan bermakna pada nilai Hb sebelum dan sesudah terapi pada kelompok Metamizol maupun Ketorolak (semua p=0,001), namun tidak terdapat perbedaan bermakna antar kelompok. Temuan ini menunjukkan bahwa injeksi Metamizole dapat dipertimbangkan sebagai alternatif analgesik pasca-TURP dengan ketersediaan yang lebih baik dan biaya yang lebih rendah.

Penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian Metamizol injeksi kepada pasien BPH pasca operasi TURP memberikan kontrol nyeri yang lebih baik dibandingkan Ketorolak injeksi pada saat awal pemberian, namun secara keseluruhan Ketorolak injeksi masih menunjukkan efektivitas yang lebih baik.Tidak terdapat perbedaan yang bermakna antar kelompok terkait dengan kejadian efek samping.Oleh karenanya, Metamizol bisa dipertimbangkan sebagai alternatif analgesik untuk TURP mengingat ketersediaan dan biayanya yang lebih murah berdasarkan data yang ada di RSUD dr.

Berdasarkan hasil penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: 1. Menganalisis lebih lanjut efek samping dari kedua obat tersebut pada pasien pasca operasi TURP, terutama pada pasien dengan kondisi medis tertentu atau yang rentan terhadap efek samping. 2. Membandingkan efektivitas dan keamanan Ketorolak dan Metamizol dengan analgesik alternatif lainnya, seperti Parasetamol atau kombinasi obat, untuk menentukan pilihan terbaik bagi pasien pasca operasi TURP. 3. Melakukan studi longitudinal untuk mengevaluasi dampak jangka panjang dari penggunaan Ketorolak dan Metamizol pada pasien pasca operasi TURP, termasuk efek pada kualitas hidup dan fungsi seksual.

Read online
File size893.96 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test