UnwahasUnwahas

Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi KlinikJurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik

Difenhidramin hidroklorida, dekstrometorfan hidrobromida dan fenilefrin hidroklorida sering. dikombinasi untuk mengobati batuk. Kadar ketiga senyawa dalam sirup obat batuk relatif kecil. sehingga analisisnya membutuhkan metode yang bersifat simultan dan sensitif, salah satunya adalah. metode Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT). Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan. metode analisis KCKT yang valid untuk menetapkan kadar difenhidramin, dekstrometorfan dan. fenilefrin, mengaplikasikan metode tervalidasi tersebut pada sirup obat batuk serta menentukan. kesesuaian kadar ketiga senyawa terhadap persyaratan. Penelitian ini menggunakan KCKT tipe. isokratik (Jazco) dengan detektor UV pada 265 nm, fase diam C₁₈ dan fase gerak campuran dapar. fosfat:metanol (30:70, v/v) dengan laju alir 1,0 mL/menit. Penelitian menghasilkan nilai r= 0,9999. pada uji linieritas ketiga senyawa. Uji sensitivitas menghasilkan nilai LOD dan LOQ difenhidramin. adalah 0,395 µg/mL dan 1,318 µg/mL; LOD dan LOQ dekstrometorfan adalah 0,642 µg/mL dan. 2,141 µg/mL; LOD dan LOQ fenilefrin adalah 0,177 µg/mL dan 0,590 µg/mL. Uji selektivitas. menghasilkan pemisahan yang baik dengan nilai R ≥1,5. Uji presisi menghasilkan nilai %RSD ≤ 2%.. Uji akurasi menghasilkan nilai perolehan kembali yang tepat. Kandungan ketiga senyawa dalam tiga. sampel sirup batuk memenuhi persyaratan Farmakope Indonesia. Dengan demikian, metode analisis. yang dikembangkan memenuhi persyaratan semua parameter validasi dan dapat diaplikasikan.

Metode KCKT yang dikembangkan untuk analisis difenhidramin, dekstrometorfan dan fenilefrin dapat divalidasi pada parameter linieritas, sensitivitas, spesifitas, presisi dan akurasi.Metode tervalidasi ini dapat diaplikasikan untuk menetapkan kadar ketiga senyawa dalam tiga merek sirup obat batuk.Selanjutnya metode analisis ini perlu dikembangkan untuk mendapatkan daya pemisahan yang lebih baik dan menghasilkan kromatogram fenilefrin yang tidak berekor agar penetapan kadarnya lebih tepat.

Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi apakah penggunaan elusi gradien pada Kromatografi Cair Kinerja Tinggi dapat memperpendek waktu analisis sekaligus meningkatkan daya pemisahan, khususnya menghilangkan ekor pada kromatogram fenilefrin. Selain itu, penting untuk menguji validitas metode yang telah dikembangkan pada bentuk sediaan farmasi lain, seperti tablet atau kapsul yang mengandung difenhidramin, dekstrometorfan, dan fenilefrin, sehingga dapat memastikan penerapan yang lebih luas. Selanjutnya, studi dapat difokuskan pada kemampuan metode sebagai indikator kestabilan dengan melakukan analisis pada sampel yang mengalami degradasi paksa (misalnya paparan panas, cahaya, atau pH ekstrem) untuk menilai sejauh mana metode mendeteksi produk degradasi. Penelitian juga perlu menilai robustitas metode dengan melibatkan beberapa laboratorium berbeda untuk memastikan reproduktifitas hasil antar fasilitas. Selain itu, eksplorasi penambahan aditif fase gerak seperti asam fosfat atau buffer organik dapat meningkatkan selektivitas terhadap senyawa target. Penelitian-penelitian tersebut akan memperkaya pemahaman mengenai optimasi metode, memperluas aplikasinya, dan meningkatkan keandalan dalam kontrol kualitas obat batuk kombinasi.

Read online
File size613.48 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test