YARSIYARSI
Majalah Kesehatan PharmamedikaMajalah Kesehatan PharmamedikaLatar Belakang Penelitian : National Institute of Mental Health (NIMH) melaporkan penderita skizofrenik antara laki-laki dan wanita berbeda dalam onset pertama timbulnya serangan. Laki-laki mempunyai onset skizofrenik yang lebih awal dari pada wanita. Usia puncak serangan pertama untuk laki-laki adalah 15-25 tahun, untuk wanita usia puncak adalah 25-35 tahun, tetapi menurut Buchanan et al (2000) , perbedaan usia onset tersebut pada laki-laki 17-27 tahun dan pada wanita 17-37 tahun. Penelitian lain (Kaplan dan Sadocks, 2001) mengatakan usia onset umumnya lebih banyak antara 15-35 tahun (50% di bawah umur 25 tahun), sementara menurut Meltzer et al (2000) rata-rata usia untuk pasien wanita adalah 25 tahun dengan antara 15-30 tahun. Untuk pasien laki-laki rata-rata 20 tahun dengan antara 10-24 tahun, dan Africa B et al (2000) mengatakan onset yang cepat sebelum pubertas dan lambat setelah umur 46 tahun. Skizofrenik onset anak sangat jarang pada usia yang sangat dini (< 6 tahun) tetapi insidensinya meningkat dan menetap pada usia 12-14 tahun. Berbagai penelitian mengenai usia onset skizofrenik telah dilakukan, tetapi berapa usia onset pertama skizofrenik di Indonesia belum diketahui meskipun kasus-kasus skizofrenik sering ditemukan. Peneliti tertarik untuk mengetahui usia onset pertama penderita skizofrenik khususnya di Rumah Sakit Jiwa Daerah Propinsi Sumatera Utara. Objek : Untuk mengetahui usia onsert pertama penderita skizofrenik pada laki-laki dan perempuan yang berobat ke Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Rumah Sakit Jiwa Propinsi Sumatera Utara dan untuk mengetahui perbandingan usia onset pertama penderita skizofrenik berdasarkan jenis kelamin. Metodologi : Suatu penelitian Cross Sectional analitik yang dilakukan terhadap seluruh penderita skizofrenik yang datang berobat ke instalasi rawat jalan BLUD Rumah Sakit Jiwa Propinsi Sumatera Utara Hasil : Penelitian ini menunjukkan bahwa dari data responden yang berjumlah 400 orang didapatkan hasil: usia onset pertama penderita skizofrenik yang terbanyak pada umur antara 21-25 tahun yaitu 100 (25%), suku batak 242 orang (60,5%), pendidikan SMU 164 orang (40,9%), status tidak kawin 271 (67,8%), tidak bekerja 325 (81,23%), dan kebanyakan berada diluar Medan 214 (53,5%) dan usia onset pertama penderita skizofrenik berdasarkan jenis kelamin untuk jenis kelamin laki-laki adalah 21-25 tahun (31%), sedangkan untuk perempuan 26-30 (20,5%).
Ada perbedaan usia onset pertama pada penderita skizofrenik pada laki-laki dan perempuan yang berobat ke BLUD Rumah Sakit Jiwa Propinsi Sumatera Utara.
Peneliti dapat mengeksplorasi faktor hormonal atau sosio-kultural yang mempengaruhi perbedaan usia onset antara laki-laki dan perempuan. Studi lebih lanjut perlu membandingkan pola onset skizofrenia di wilayah Indonesia lainnya untuk mengidentifikasi variasi geografis dan sosial-ekonomi. Penelitian juga sebaiknya mengevaluasi efektivitas program pencegahan dini berbasis pendidikan sekolah atau komunitas, terutama di lingkungan perdesaan yang mungkin memiliki profil risiko berbeda.
| File size | 482.53 KB |
| Pages | 9 |
| Short Link | https://juris.id/p-1mG |
| Lookup Links | Google ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard |
| DMCA | Report |
Related /
KEMENDAGRIKEMENDAGRI Pendekatan deskriptif kualitatif menggunakan teori implementasi kebijakan Grindle digunakan untuk menilai peran pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta.Pendekatan deskriptif kualitatif menggunakan teori implementasi kebijakan Grindle digunakan untuk menilai peran pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta.
UNSOEDUNSOED Namun, panelis lebih menyukai formula tanpa ekstrak bawang putih dan bawang Bombay karena aroma yang dominan. Penelitian lanjutan akan dilakukan denganNamun, panelis lebih menyukai formula tanpa ekstrak bawang putih dan bawang Bombay karena aroma yang dominan. Penelitian lanjutan akan dilakukan dengan
UNSOEDUNSOED Senyawa 3 ditandai oleh keberadaan grup polihidroksi yang khas dari steroid tipe ergostane di posisi C-3, C-5, dan C-8. Efektivitas biologis dari senyawaSenyawa 3 ditandai oleh keberadaan grup polihidroksi yang khas dari steroid tipe ergostane di posisi C-3, C-5, dan C-8. Efektivitas biologis dari senyawa
POLTEKKES JAYAPURAPOLTEKKES JAYAPURA Perawat berperan penting dalam memberikan asuhan secara menyeluruh, namun pelaksanaannya masih belum optimal, terutama pada pasien kronis atau berisikoPerawat berperan penting dalam memberikan asuhan secara menyeluruh, namun pelaksanaannya masih belum optimal, terutama pada pasien kronis atau berisiko
INSCHOOLINSCHOOL Oleh karena itu, memberikan lebih banyak informasi dan pendidikan kesehatan penting untuk meningkatkan kesadaran akan deteksi kanker payudara (Liu et al.Oleh karena itu, memberikan lebih banyak informasi dan pendidikan kesehatan penting untuk meningkatkan kesadaran akan deteksi kanker payudara (Liu et al.
INSCHOOLINSCHOOL Pembuangan sampah ke sungai, penyakit infeksi, dan asupan gizi buruk ibu-anak menjadi faktor risiko utama stunting di rumah apung Sungai Kahayan. BalitaPembuangan sampah ke sungai, penyakit infeksi, dan asupan gizi buruk ibu-anak menjadi faktor risiko utama stunting di rumah apung Sungai Kahayan. Balita
UnmulUnmul Ada hubungan yang signifikan antara proses persalinan terhadap risiko terjadinya postpartum depression di RSIA Pucuk Permata Hati, dengan responden yangAda hubungan yang signifikan antara proses persalinan terhadap risiko terjadinya postpartum depression di RSIA Pucuk Permata Hati, dengan responden yang
UGMUGM Makalah ini membahas pemodelan preferensi dengan dua teori stokastik, RUM dan RPM, dan menemukan bahwa RUM lebih baik menjelaskan perilaku subjek dalamMakalah ini membahas pemodelan preferensi dengan dua teori stokastik, RUM dan RPM, dan menemukan bahwa RUM lebih baik menjelaskan perilaku subjek dalam
Useful /
UnmulUnmul Kesimpulan: Responden dengan kategori usia infant, kategori status neurologis ringan, pemakaian ventilator mekanik, memiliki frekuensi paling banyak mengalamiKesimpulan: Responden dengan kategori usia infant, kategori status neurologis ringan, pemakaian ventilator mekanik, memiliki frekuensi paling banyak mengalami
UGMUGM Penelitian ini menganalisis pengaruh hubris CEO terhadap kinerja perusahaan di Indonesia dengan mempertimbangkan dinamika kekuasaan antara CEO dan dewanPenelitian ini menganalisis pengaruh hubris CEO terhadap kinerja perusahaan di Indonesia dengan mempertimbangkan dinamika kekuasaan antara CEO dan dewan
UGMUGM Hubungan antara CSR, ESG, dan informasi asimetris menjadi lebih kuat ketika menggunakan variabel independen yang di-lag, menunjukkan bahwa pasar memerlukanHubungan antara CSR, ESG, dan informasi asimetris menjadi lebih kuat ketika menggunakan variabel independen yang di-lag, menunjukkan bahwa pasar memerlukan
SCADINDEPENDENTSCADINDEPENDENT Sebagai Wali yang diatur pada poin 1. 1. 7 MoU Helsinki dan UU No. 11/2006, institusi ini harus ditelusuri akar‑nya dalam konteks Imamah, sosial‑politik,Sebagai Wali yang diatur pada poin 1. 1. 7 MoU Helsinki dan UU No. 11/2006, institusi ini harus ditelusuri akar‑nya dalam konteks Imamah, sosial‑politik,