UNIMEDUNIMED

JURNAL PRESTASIJURNAL PRESTASI

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh metode circuit training terhadap kebugaran jasmani pada atlet remaja di pelatihan pencak silat Desa Sidomulyo Kabupaten Langkat. Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu eksperimen. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus sampai September 2022 selama enam minggu. Sampel penelitian ini yaitu atlet pencak silat remaja umur 12 sampai 15 tahun sebanyak 10 orang yang diperoleh dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil analisis data yang dilakukan diperoleh kesimpulan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari pemberian latihan fisik menggunakan metode circuit training terhadap peningkatan kebugaran jasmani pada atlet remaja pelatihan pencak silat Desa Sidomulyo Kabupaten Langkat, dengan analisis hipotesis dari data pre-test dan post-test hasil kebugaran jasmani diperoleh thitung sebesar = 2,14 serta dengan nilai ttabel sebesar = 1,83 dengan α = 0,05 (thitung > ttabel) atau (2,14 > 1,83). Hal ini berarti ditolak dan diterima.

Penelitian menunjukkan bahwa metode circuit training memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan kebugaran jasmani atlet pencak silat remaja di Desa Sidomulyo.Peningkatan kebugaran sebesar 36,22% tercapai setelah program latihan, yang terbukti secara statistik dengan nilai t‑hitung 2,14 lebih besar dari t‑tabel 1,83 (p < 0,05).Oleh karena itu, hipotesis nol ditolak dan hipotesis alternatif diterima, menegaskan efektivitas circuit training dalam meningkatkan kebugaran atlet.

Penelitian selanjutnya dapat memperluas sampel dengan melibatkan atlet pencak silat remaja dari beberapa desa atau provinsi untuk menguji apakah hasil yang serupa dapat dipertahankan pada populasi yang lebih luas, sehingga meningkatkan generalisasi temuan. Selain itu, sebuah studi komparatif antara circuit training dan metode latihan lain, seperti interval training atau latihan beban tradisional, dapat menggali perbedaan efektivitas masing‑masing metode terhadap kebugaran jasmani dan kemampuan teknis atlet, memberikan panduan latihan yang lebih tepat. Selanjutnya, penelitian jangka panjang selama enam bulan atau lebih dapat mengevaluasi dampak berkelanjutan dari circuit training pada performa kompetitif atlet, termasuk pengukuran stamina, kecepatan, dan tingkat cedera, untuk menilai manfaat jangka panjang serta potensi penyesuaian program latihan.

  1. PERBEDAAN TINGKAT KONSENTRASI ATLET DAN NON ATLET TERHADAP KECEPATAN REAKSI PADA KELOMPOK LATIHAN SILAT... doi.org/10.24114/so.v1i2.7783PERBEDAAN TINGKAT KONSENTRASI ATLET DAN NON ATLET TERHADAP KECEPATAN REAKSI PADA KELOMPOK LATIHAN SILAT doi 10 24114 so v1i2 7783
  2. Karekteristik Anak Usia Murahiqah: Perkembangan Kognitif, Afektif dan Psikomotorik | Al-Ikhtibar: Jurnal... journal.iainlangsa.ac.id/index.php/ikhtibar/article/view/1060Karekteristik Anak Usia Murahiqah Perkembangan Kognitif Afektif dan Psikomotorik Al Ikhtibar Jurnal journal iainlangsa ac index php ikhtibar article view 1060
Read online
File size65.82 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test