UNAIRUNAIR

Indonesian Journal of Health Administration (Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia)Indonesian Journal of Health Administration (Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia)

Perencanaan yang tidak tepat akan mengakibatkan pemborosan dalam penganggaran, stagnant, dan stockout. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perencanaan obat di logistik medik Rumah Sakit Islam Jemursari Surabaya. Penelitian ini merupakan studi deskriptif dengan menggunakan studi cross sectional. Data primer diperoleh dari observasi dan wawancara. Data sekunder diperoleh dari data perencanaan obat dan data konsumsi obat dari bulan November hingga Desember 2016. Setelah itu, data diolah dan ditemukan bahwa terdapat 40% item obat pada bulan November 2016 memiliki jumlah konsumsi lebih banyak daripada jumlah perencanaannya dan 65% item obat pada bulan Desember 2016 memiliki jumlah konsumsi lebih banyak daripada jumlah perencanaannya. Metode perencanaan obat yang digunakan di logistik medik Rumah Sakit Islam Jemursari Surabaya adalah metode konsumsi, tetapi belum mengaplikasikan rata-rata konsumsi obat. Setelah perhitungan perencanaan obat dilakukan berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1121 Tahun 2008 tentang Pedoman Teknis Pengadaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan untuk Pelayanan Kesehatan Dasar, terdapat 20% item obat pada bulan November 2016 memiliki jumlah konsumsi lebih banyak daripada jumlah perencanaannya dan 20% item obat pada bulan Desember 2016 memiliki jumlah konsumsi lebih banyak daripada jumlah perencanaannya. Penelitian ini menunjukkan bahwa perlu diperbaiki.

Metode perencanaan obat yang digunakan di Rumah Sakit Islam Jemursari Surabaya, yaitu metode konsumsi, masih belum optimal karena menyebabkan kekosongan obat yang signifikan (40% di November dan 65% di Desember 2016).Namun, ketika perhitungan perencanaan obat disesuaikan berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1121 Tahun 2008, tingkat kekosongan obat menurun drastis menjadi hanya 20% untuk kedua bulan tersebut.Oleh karena itu, disarankan agar rumah sakit mengaplikasikan perhitungan rata-rata pemakaian obat dan membedakan safety stock antara obat fast moving dan slow moving untuk meningkatkan akurasi perencanaan dan meminimalkan stockout.

Melihat pentingnya perencanaan obat yang akurat untuk menghindari stockout dan pemborosan anggaran, penelitian selanjutnya dapat menggali lebih dalam efektivitas berbagai pendekatan. Salah satu arah studi yang menarik adalah melakukan studi komparatif yang lebih luas, tidak hanya pada satu rumah sakit tetapi melibatkan beberapa fasilitas kesehatan dengan karakteristik berbeda. Penelitian ini bisa membandingkan secara empiris dampak penerapan metode perencanaan konsumsi yang telah disempurnakan berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1121 Tahun 2008 dengan metode perencanaan lain, seperti metode morbiditas, untuk mengidentifikasi mana yang paling optimal dalam konteks pelayanan kesehatan yang beragam. Selain itu, mengingat saran untuk membedakan safety stock antara obat fast moving dan slow moving, sebuah penelitian dapat dirancang untuk mengukur secara kuantitatif sejauh mana strategi safety stock yang disesuaikan ini dapat berkontribusi pada penurunan tingkat stockout dan optimalisasi biaya penyimpanan, serta menganalisis implementasi praktisnya. Terakhir, untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif, investigasi mendalam mengenai faktor-faktor internal dan eksternal yang memengaruhi ketepatan perencanaan obat, seperti lonjakan permintaan pasien, ketidakpastian lead time distributor, serta kapasitas SDM dan kebijakan buffer stock di rumah sakit, akan sangat berharga. Studi ini dapat mengidentifikasi variabel-variabel kunci yang memiliki pengaruh paling signifikan dan mengembangkan model prediktif untuk meningkatkan akurasi perencanaan dalam kondisi operasional yang dinamis.

Read online
File size97.55 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test